News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beredar Narkoba Sabu Cair yang Dapat Digunakan dengan Seduhan Kopi, Polisi Sebut Untuk Pesta Pergantian Tahun Baru di Jakarta

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Mukti Juharsa mengatakan rencananya narkoba jenis baru berupa sabu cair itu diedarkan untuk menyambut pesta tahun baru di Jakarta. 
Selasa, 13 Desember 2022 - 17:09 WIB
Berbagai Macam Jenis Narkoba yang Ditampilkan Pada Kegiatan Konferensi Pers di Mapolda Metro Jaya Pada Selasa (13/12/2022).
Sumber :
  • tim tvOnenews/Rizki Amana

Jakarta - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap peredaran narkoba baru jenis sabu cair yang dapat digunakan dengan seduhan secagkir kopi. 

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Mukti Juharsa mengatakan rencananya narkoba jenis baru berupa sabu cair itu diedarkan untuk menyambut pesta tahun baru di Jakarta.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Sasaran) Jakarta untuk pesta tahun baru," kata Mukti dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/12/2022). 

Mukti menturukan pengungkapan kasus tersebut bermula dari pihak Bea Cukai yang mendapati pelaku AS (25) membawa narkotika cair tersebut masuk ke Indonesia.  

Menurutnya narkotika jenis sabu cair itu didapati pelaku dari seorang bandar yang berasal dari Iran.  

"Dia (pelaku) ada kontak orang luar, pengedar di Iran," ungkapnya.  

Sementara itu, kata Mukti narkoba jenis sabu cair itu dapat digunakan dengan seduhan secangkir kopi.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sabu cair ini sangat rawan juga ya karena dia bisa campur kopi, bisa campur dengan liquid. Tapi yang rawan kopi, kalau kopi kan dia bisa fly langsung, jadi enggak perlu tempat di rumah saja dia bisa fly langsung," katanya.  

Adapun guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, subsider Pasal 111 ayat 2, subsider Pasal 115 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (raa/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pencarian Rombongan Jurnalis Tak Memungkinkan Pakai Helikopter, Tim SAR Gunakan Drone Termal

Pencarian Rombongan Jurnalis Tak Memungkinkan Pakai Helikopter, Tim SAR Gunakan Drone Termal

Kapal cepat rombongan jurnalis itu hilang kontak setelah berangkat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau.
Pemilik Kapal Jelaskan Kronologi Hingga Rombongan Jurnalis Hilang Kontak: Sempat Kirim Foto!

Pemilik Kapal Jelaskan Kronologi Hingga Rombongan Jurnalis Hilang Kontak: Sempat Kirim Foto!

Pemilik kapal yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Sandi Wiasa menjelaskan kronologi hingga  rombongan jurnalis hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten
Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka hingga Dicopot dari Jabatan Wakasek Kesiswaan

Guru SMAN 1 Pamanukan Jadi Tersangka hingga Dicopot dari Jabatan Wakasek Kesiswaan

Selain ditetapkan tersangka, pelaku pencabulan tersebut juga telah dinonaktifkan sebagai guru matematika dan dari jabatan Wakasek kesiswaan di SMAN 1 Pamanukan.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Kemarau Ekstrem, DPR RI Sorot Penanganan Krisis Air Pertanian Berbasis Data

Kemarau Ekstrem, DPR RI Sorot Penanganan Krisis Air Pertanian Berbasis Data

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah menekankan bahwa keberhasilan mitigasi kekeringan di sektor pertanian tidak boleh hanya diukur dari banyaknya alat atau pompa air yang disalurkan ke daerah.
Kisah Naik Kelas Usaha Produk Gula Aren Asal Garut

Kisah Naik Kelas Usaha Produk Gula Aren Asal Garut

Di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Jawa Barat, Susanti membangun usaha gula aren yang dinamai Gasebu, singkatan dari Gula Semut Bungbulang.

Trending

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Viral Dua Pria Pelukan Saat Diamuk Massa di Bekasi, Warga Curiga Keduanya Begal

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Awalnya, seorang perempuan bernama Ulan tengah mengendarai sepeda motor di lokasi.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
KPK Geledah Rumah Direktur PT CMC di Jaktim Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Bengkulu

KPK Geledah Rumah Direktur PT CMC di Jaktim Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Bengkulu

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa penggeledahan ini merupakan rangkaian pengembangan penyidikan atas kasus suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong
Krisis Air, Lalu Lintas Terusan Panama Terancam Terganggu

Krisis Air, Lalu Lintas Terusan Panama Terancam Terganggu

Financial Times, mengutip administrator baru terusan Ilya Espino de Marotta, menyatakan bahwa jumlah kapal yang melintas setiap hari di Terusan Panama dapat turun menjadi 27 kapal dalam beberapa bulan mendatang akibat kekurangan air yang parah.
Stadion GBK Tak Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Erick Thohir Pantau Kondisi Lapangan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Stadion GBK Tak Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Erick Thohir Pantau Kondisi Lapangan Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Abu vulkanis sebagai imbas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat menyelimuti Jakarta termasuk Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. 
Soal Korupsi Kereta Cepat Whoosh, KPK Pastikan Hal Ini

Soal Korupsi Kereta Cepat Whoosh, KPK Pastikan Hal Ini

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, kasus kereta cepat itu hingga saat ini masih terus berprogres, KPK akan terus melakukan pendalaman.
Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Ditanya Soal Tan Kian hingga Uang Rp40 Miliar, Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 7 Jam

Febrie menjalani pemeriksaan sekitar tujuh jam lamanya. Tim 9 Kejagung mencecarnya dengan kurang lebih 22 pertanyaan terkait perkara PT Asabri dan Jiwasraya.
Selengkapnya

Viral