News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengadilan Myanmar Hukum Suu Kyi 5 Tahun Penjara Karena Korupsi

Pengadilan Myanmar pada Rabu (27/4/2022) menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Aung San Suu Kyi setelah memutuskan bahwa pemimpin yang dikudeta oleh militer itu bersalah dalam sejumlah kasus korupsi.
Rabu, 27 April 2022 - 14:30 WIB
Arsip - Demonstrasi di Yangon memprotes kudeta militer dan menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi, Februari 2021.
Sumber :
  • ANTARA

London - Pengadilan Myanmar pada Rabu (27/4/2022) menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Aung San Suu Kyi setelah memutuskan bahwa pemimpin yang dikudeta oleh militer itu bersalah dalam sejumlah kasus korupsi. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber yang mengetahui perkara tersebut.

Peraih Hadiah Nobel berusia 76 tahun itu memimpin Myanmar selama lima tahun sebelum digulingkan dari kekuasaan lewat kudeta pada awal 2021. Dia didakwa dalam sedikitnya 18 kasus dengan total ancaman hukuman mencapai hampir 190 tahun penjara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hakim di ibu kota Naypyitaw menjatuhkan vonis tak lama setelah sidang dimulai, kata sang sumber yang menolak disebut namanya karena sidang tersebut digelar tertutup dan informasinya dibatasi.

Belum jelas apakah tokoh perjuangan Myanmar melawan kediktatoran militer itu akan dibawa ke sebuah penjara untuk menjalani hukuman.

Sejak ditangkap, Suu Kyi telah ditahan di sebuah lokasi rahasia. Pemimpin junta Min Aung Hlaing sebelumnya mengatakan dia tetap akan berada di sana setelah dijatuhi hukuman enam tahun pada Desember dan Januari dalam kasus yang lebih ringan.

Juru bicara pemerintah militer belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Kasus terakhir menuduh Suu Kyi menerima 11,4 kg emas dan pembayaran tunai sebesar 600.000 dolar AS (Rp8,64 miliar) dari mantan menteri kepala kota Yangon, Phyo Min Thein. Suu Kyi menyebut tuduhan itu "absurd".

Nay Phone Latt, mantan pejabat di partai Suu Kyi saat berkuasa, mengatakan putusan pengadilan apa pun bersifat sementara karena kekuasaan militer tak akan berlangsung lama.

"Kami tidak mengakui aturan, perundang-undangan, atau peradilan dari junta teroris ini… rakyat juga tidak mengakui mereka," kata Phone Latt, yang bergabung dengan pemerintah bayangan National Unity Government (NUG) dan ikut menyuarakan revolusi rakyat melawan junta militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tak peduli berapa lama mereka ingin menghukum, apakah satu tahun, dua tahun, atau berapa saja yang mereka mau. Ini tak akan berlangsung lama."

Myanmar jatuh dalam kekacauan sejak kudeta itu dan komunitas internasional menyebut pengadilan terhadap Suu Kyi sebagai lelucon dan menuntut pembebasannya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tidur Dibayar Rp253 Juta? Lomba Unik di Jepang yang Kategori Pemenangnya dari Paling Nyenyak

Tidur Dibayar Rp253 Juta? Lomba Unik di Jepang yang Kategori Pemenangnya dari Paling Nyenyak

Perusahaan furnitur dan kasur di Jepang bakal menggelar lomba tidur dengan hadiah Rp253 juta untuk pemenang yang nyenyak di Tokyo, Jepang pada 5 Oktober 2026.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia jika Menang atas Bangladesh: Ranking FIFA Naik, Tiket Final Bisa Batal

Hitung-hitungan Timnas Indonesia jika Menang atas Bangladesh: Ranking FIFA Naik, Tiket Final Bisa Batal

Timnas Indonesia wajib menang atas Bangladesh untuk menjaga peluang ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dan menaikan ranking FIFA. Namun, hasil Malaysia vs Singapura juga sangat menentukan.
Reaktivasi 248,5 Km Jalur Kereta Api Sumbar Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Reaktivasi 248,5 Km Jalur Kereta Api Sumbar Ditargetkan Mulai Oktober 2026

Praktisi GIS sekaligus Pengamat Kebencanaan dan Tata Ruang Sumatera Barat, Timtim Deby Purnasebta, mengatakan rencana reaktivasi tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai pembangunan kembali infrastruktur perkeretaapian. Menurutnya, reaktivasi rel perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi membangun konektivitas dan mengurangi ketergantungan terhadap satu koridor transportasi.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 1 Oktober 2026: Sambut Bulan Baru, Libra Full Senyum Romantis, Scorpio Stop Cemburu Buta

Ramalan Zodiak Cinta Besok Kamis 1 Oktober 2026: Sambut Bulan Baru, Libra Full Senyum Romantis, Scorpio Stop Cemburu Buta

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Kamis, 1 Oktober 2026, membawa energi pembuka bulan yang segar dan menekankan pentingnya niat baru, keter-
Lionel Scaloni Konfirmasi Bakal Bertahan di Timnas Argentina, Kontrak Baru Sedang Disiapkan

Lionel Scaloni Konfirmasi Bakal Bertahan di Timnas Argentina, Kontrak Baru Sedang Disiapkan

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memutuskan untuk tetap menangani La Albiceleste. Ada kontrak baru yang telah disiapkan oleh Federasi Sepak Bola Argentina (AFA).
LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Pukul 05.30 WIB, Perkuat Konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh

LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Pukul 05.30 WIB, Perkuat Konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh

LRT Jabodebek akan melakukan perjalanan pada relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jatimulya dengan keberangkatan awal pukul 05.30 WIB.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

KPK Diingatkan Soal Perkembangan Kasus CSR BI-OJK, Dua Tersangka Belum Ditahan

Kasus CSR BI-OJK terkait dugaan korupsi dalam penyaluran dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Penerus Megawati Hangestri Dimentori Langsung Kim Yeon-koung, Alami Perkembangan Pesat

Siapa sangka Jamianpurev Ehnsoyol atau Inkushi yang merupakan penerus Megawati Hangestri sebagai pemain kuota Asia di Red Sparks mendapatkan arahan langsung dari legenda voli Korea Selatan yakni Kim Yeon-koung.
Selengkapnya

Viral