News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eropa Memanas, Paris, London Siap Kirim Pasukan ke Ukraina Tanpa Mandat PBB, UE

Prancis dan Inggris siap mengirim pasukan mereka untuk memantau kemungkinan gencatan senjata di Ukraina bahkan tanpa mandat PBB atau Uni Eropa (UE), menurut laporan surat kabar Welt, mengutip sumber diplomatik Uni Eropa.
Kamis, 1 Januari 2026 - 10:05 WIB
Arsip - Seorang prajurit dengan bendera Rusia terlihat pada seragamnya berjaga di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 4 Agustus 2022.
Sumber :
  • antara

tvOnenews.com - Prancis dan Inggris siap mengirim pasukan mereka untuk memantau kemungkinan gencatan senjata di Ukraina bahkan tanpa mandat PBB atau Uni Eropa (UE), menurut laporan surat kabar Welt, mengutip sumber diplomatik Uni Eropa.

Paris dan London siap memberikan apa yang disebut jaminan keamanan yang kuat, dan bahwa kedua negara itu juga tidak mengesampingkan kemungkinan terlibat dalam bentrokan bersenjata jika diperlukan, menurut laporan tersebut, Rabu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada saat yang sama, Uni Eropa, dengan partisipasi utama para ahli dari Prancis dan Inggris, telah menyiapkan rencana untuk mengirim hingga 15.000 pasukan Uni Eropa dan NATO ke Ukraina sebagai bagian dari koalisi negara-negara yang bersedia untuk bertindak sebagai kekuatan pencegah setelah gencatan senjata tersebut, menurut Welt.

Laporan itu menyebutkan bahwa pemantauan terhadap gencatan senjata dari udara dan laut diperkirakan akan dilakukan dari wilayah negara-negara tetangga Ukraina. Secara khusus, Turki dapat melakukan pengawasan di wilayah Laut Hitam.

Sejak musim semi ini, Prancis, sebagai ketua bersama koalisi negara-negara yang bersedia, telah berupaya menengahi pengerahan kontingen "pencegahan" multinasional ke Ukraina.

Pada September, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa 26 negara berkomitmen untuk bergabung dalam pengerahan tersebut setelah gencatan senjata tercapai di Ukraina.

Pada 2024, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengatakan bahwa Barat berencana untuk mengerahkan apa yang disebut kontingen penjaga perdamaian yang berjumlah sekitar 100.000 orang di Ukraina guna memulihkan kemampuan tempurnya. SVR menyebut skenario itu sebagai pendudukan de facto terhadap Ukraina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tidak ada gunanya kehadiran personel militer asing di Ukraina setelah perjanjian damai dilakukan secara berkelanjutan.

Pemimpin Rusia itu juga menekankan bahwa Rusia akan menganggap kehadiran setiap pasukan di wilayah Ukraina sebagai sasaran yang sah.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Curhatan Driver Ojol soal Implementasi Komisi 8 Persen

Curhatan Driver Ojol soal Implementasi Komisi 8 Persen

Terkait pemberlakuan komisi 8% layanan ride hailing ojol diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Selama 3 hari pertama implementasi kebijakan ini tuai berbagai komentar
Mengenal Sosok yang Wakili Indonesia di Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Mengenal Sosok yang Wakili Indonesia di Pemakaman Akbar Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Prosesi pemakaman kenegaraan untuk melepas kepergian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dipastikan berlangsung di bawah pengawalan...
Tantang Arus AI, IHBS Tegaskan Teknologi Harus Dibangun di Atas Nilai Islam Wasatiyah

Tantang Arus AI, IHBS Tegaskan Teknologi Harus Dibangun di Atas Nilai Islam Wasatiyah

Di tengah perkembangan digitalisasi atau derasnya arus kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, IHBS memilih
Kabar Terbaru Misteri Hilangnya Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra, Keluarga Bilang Begini

Kabar Terbaru Misteri Hilangnya Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra, Keluarga Bilang Begini

Budhi Purwa, paman Nadira Az-Zahra (21) menegaskan pihak keluarga dan polisi masih mencari keberadaan mahasiswi Prodi S1 SIKC, Telkom University angkatan 2023.
Wamenkomdigi Ungkap 3 dari 5 Anak Palsukan Umur demi Bisa Main Medsos

Wamenkomdigi Ungkap 3 dari 5 Anak Palsukan Umur demi Bisa Main Medsos

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan sebagian besar anak diketahui memalsukan usia demi tetap bisa mengakses medsos.
Komnas Perempuan Desak Investigasi Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Papua Tengah

Komnas Perempuan Desak Investigasi Kematian Ibu Hamil di Intan Jaya Papua Tengah

Kasus ibu hamil, Melkiana Duwitau (MD) yang tewas tertembak di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Kini jadi sorotan sebagian publik, bahkan Komnas Perempuan

Trending

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di media Korea Selatan. Namun kali ini bukan karena sosok Megawati Hangestri, melainkan Timnas Voli Indonesia yang menjadi atensi usai mengalahkan skuad Negeri Ginseng di final AVC Men's Cup 2026.
Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Raja Juli paparkan kronologi dugaan pemberian amplop Bupati Kuansing kepadanya. Raja Juli menegaskan tidak ada pelepasan kawasan hutan di Kuantan Singingi, Riau
KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK mengatakan Raja Juli Antoni semestinya melaporkan dugaan gratifikasi berupa amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing tersebut kepada lembaga antirasuah.
PDIP Desak Jokowi Penuhi Janjinya untuk Tunjukkan Ijazah Asli: Ditunggu Kehadirannya di PN Jakarta Timur

PDIP Desak Jokowi Penuhi Janjinya untuk Tunjukkan Ijazah Asli: Ditunggu Kehadirannya di PN Jakarta Timur

PDIP desak mantan Presiden ke-7 RI Jokowi untuk memenuhi janjinya hadir di PN Jakarta Timur terkait kasus ijazah sebelum melakukan safari ke NTT. Hal ini diucap
Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Lembaga-lembaga internasional dinilai gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sabtu (4/7) juga mengkritik badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.
Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mengaku khawatir insiden penembakan pilot asal AS akan berdampak pada distribusi logistik ke pedalaman Papua.
Selengkapnya

Viral