Jejak Perjalanan Panjang Nicolas Maduro: dari Sopir Bus, Presiden Venezuela, hingga Ditangkap AS
- ANTARA/Miraflores Palace/Handout via REUTERS/HP/djo
Seiring berjalannya waktu, Maduro mencalonkan diri dalam Pemilihan Khusus pada 14 April. Lawannya saat itu adalah Capriles yang membuat Pemilu berlangsung sangat ketat.
Berdasarkan laporan dari AP News, selisih suara antara Maduro dan Capriles sangat tipis. Maduro memperoleh suara sebesar 50.62 persen, sementara Capriles meraih 49 persen.
Maduro resmi dilantik sebagai Presiden Venezuela pada 19 April. Ia menjabat peran tersebut berkat diusung oleh Partai Sosialis Bersatu.
Di masa kepemimpinannya, Venezuela sedang dalam kondisi carut-marut. Pada paruh pertama tahun 2014, warga kelas menengah di Venezuela melakukan protes terhadap masa pemerintahannya meski melanjutkan dukungannya terhadap Maduro.
Pada saat itu, ekonomi Venezuela di masa kepemimpinan Maduro berada dalam kondisi kesulitan besar. Venezuela mengalami hiperinflasi secara ekstrem akibat penurunan harga minyak dunia.
Faktor ekonomi Venezuela memburuk juga karena penurunan produksi industri. Selain itu, ekspor non-minyak juga menurun sehingga pemerintahan Maduro dinilai gagal berinvestasi di tengah lonjakan inflasi.
Merujuk dari AFP, keruntuhan perekonomian nasional hingga mengalami lonjakan tekanan politik membuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Maduro semakin menurun. 7,7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya dan menjadi migran ke negara lain.
Ketegangan Nicolas Maduro dan AS Berujung Ditangkap hingga Dipenjara
- Istimewa
Ketegangan antara Maduro dan AS akibat berselisih dengan Donald Trump sejak 2020. Kebetulan Trump menjabat sebagai Presiden AS saat itu.
AS di bawah kepemimpinan pertama Trump menetapkan dakwa kepada Maduro. Motif dakwaan terhadap Presiden Venezuela tersebut atas dugaan narko-terorisme.
AS menduga adanya perdagangan kokain dengan skala besar. Selain itu, adanya dugaan kepemilikan senjata api dan alat penghancur di Venezuela.
Ketegangan semakin intens sejak Maduro didakwa di Distrik Selatan New York. Kala itu ia dituding telah bekerja sama dengan kartel raksasa, antara lain Tren de Aragua dan Sinaloa.
Perselisihan antara keduanya menimbulkan eskalasi ketegangan besar-besaran pada November 2025. Nicolas Maduro dituding telah menjalankan Cartel de los Soles dan Tren de Aragua yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asal Venezuela oleh Pemerintah AS.
Load more