News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Putra Mahkota Reza Pahlavi Buka Suara Usai Ali Khamenei Tewas: Ini Momen yang Bisa Mengubah Arah Iran

Reza Pahlavi menyebut kematian Ali Khamenei sebagai titik balik Iran. Ia menyerukan konstitusi baru, referendum, dan pemilu bebas untuk masa depan negara.
Minggu, 1 Maret 2026 - 11:47 WIB
Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyiram tanaman.
Sumber :
  • x.com/khamenei_ir

Teheran, tvOnenews.com - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tidak hanya mengguncang Teheran, tetapi juga memicu respons keras dari tokoh oposisi paling simbolik Iran di pengasingan, Reza Pahlavi. Kepada BBC, Pahlavi—putra mahkota terakhir Iran dan kepala Dinasti Pahlavi—menyebut wafatnya Khamenei sebagai titik balik bersejarah yang berpotensi “mengubah arah sebuah bangsa”.

Reza Pahlavi adalah putra dari Shah terakhir Iran Mohammad Reza Pahlavi dan Shahbanu Farah Pahlavi. Sejak Revolusi Islam 1979 menggulingkan monarki, Pahlavi hidup di pengasingan dan dikenal sebagai penuntut simbolik takhta Persia sekaligus tokoh oposisi yang vokal terhadap Republik Islam Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataan awalnya, Pahlavi secara terbuka menyambut kematian Khamenei, sosok yang selama lebih dari tiga dekade ia sebut sebagai “pusat represi dan stagnasi Iran”. Sikap itu kemudian diperluas dalam sebuah esai panjang yang diterbitkan di The Washington Post, beberapa jam setelah kabar kematian Khamenei mencuat ke publik internasional.

Ucapan Terima Kasih untuk Trump

Dalam esainya, Reza Pahlavi secara eksplisit menyampaikan apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia merujuk pada pernyataan Trump kepada rakyat Iran bahwa “jam kebebasan kalian telah tiba”.

Menurut Pahlavi, selama hampir setengah abad, Republik Islam Iran telah “merusak kedaulatan negara tetangga, memicu konflik di berbagai belahan dunia, serta mengejar senjata nuklir dan rudal jarak jauh”. Namun, ia menegaskan bahwa kejahatan paling keji justru terjadi di dalam negeri Iran sendiri.

Ia menyoroti ribuan demonstran yang tewas dalam berbagai gelombang penindakan, termasuk penumpasan brutal terhadap aksi protes pada Januari lalu. “Republik Islam bukan hanya ancaman eksternal, tetapi juga algojo bagi rakyatnya sendiri,” tulis Pahlavi.

Seruan Perubahan Sistemik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dengan sebagian kelompok oposisi yang mendorong transisi cepat tanpa peta jalan jelas, Reza Pahlavi menawarkan kerangka perubahan politik yang terstruktur. Ia menyerukan pembentukan konstitusi baru yang dirancang dan disahkan melalui referendum nasional.

Setelah itu, menurut Pahlavi, Iran harus menggelar pemilu bebas dengan “pengawasan internasional” guna memastikan legitimasi dan mencegah kembalinya otoritarianisme dalam bentuk baru. Ia menekankan bahwa masa depan Iran tidak boleh ditentukan oleh kekerasan atau balas dendam, melainkan oleh kehendak rakyat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Peran Keji Pasangan AR dan J Habisi Nyawa Balitanya di Jaksel: Satu Lakukan Kekerasan, Ibu Kandung Rela Tutupi Jejak

Kasus tragis menimpa balita perempuan yang meregang nyawa akibat tindak kekerasan. Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Kebayoran Lama menetapkan dua tersangka, yakni pria AR dan wanita J, yang merupakan ibu kandung korban.
Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Bisa Jadi Penerus Ole Romeny di Timnas Indonesia, Top Skor Klub Belanda Keturunan Bandung Ini Layak Dilirik Jadi Mesin Gol Garuda

Timnas Indonesia berpotensi memiliki opsi baru di lini depan. Nama Siegert Baartmans layak dilirik berkat produktivitasnya bersama FC Eindhoven di Liga Belanda.
Terketuk Kondisi Mak Een, Bupati Jeje Turun Tangan Bantu Wujudkan Rumah Layak di Bandung Barat

Terketuk Kondisi Mak Een, Bupati Jeje Turun Tangan Bantu Wujudkan Rumah Layak di Bandung Barat

Bupati Bandung Barat, Ritchie Ismail atau akrab disapa Jeje, sebelumnya turun langsung melihat kondisi tempat tinggal Mak Een. Dalam kunjungannya, Jeje mengaku
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Buntut Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo, Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Dilaporkan ke Propam Polri

Kapolda Jateng, Irjen Hardi Siahaan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma dilaporkan ke Divpropam Polri buntut penggeledahan di Pesantren Hamalatul Quran.
Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Siap Tempur di Dunia Industri, Mahasiswa Kini Wajib Paham Pemanfaatan AI

Dalam perhelatan bertema “USBR Mengabdi” ini, kampus menegaskan urgensi penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai modal utama lulusan dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang kian kompetitif.

Trending

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Sopir Truk Molen Diamankan Polisi, Usai 6 Warga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Bekasi

Dari total 12 korban, enam orang mengalami luka-luka dan enam lainnya meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di area halte Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.
Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Siapa Fatih Waluyo Wahid? Ini Profil Keponakan Gus Dur dan Mantan Direktur BPJS Kesehatan yang Meninggal Dunia

Mengenang sosok Fatih Waluyo Wahid alias Gus Firry, keponakan Gus Dur yang pernah menjabat Direktur BPJS Kesehatan. Simak pendidikan dan perjalanan kariernya.
DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

DPR Usul Pembentukan TGPF Soal Penggeledahan Ponpes Perempuan di Sukoharjo

TGPF independen tersebut perlu melibatkan sejumlah lembaga, di antaranya Komnas HAM, KPAI, Ombudsman, Kompolnas, serta para ahli yang memiliki kompetensi..
Selengkapnya

Viral