News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dampak Perdamaian Amerika Serikat dan Iran, Haruskah Israel Tarik Pasukan dari Lebanon?

Pengamat Hubungan Internasional, Pizaro Gozali Idrus menyoroti poin pertama perdamaian Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak pengaruhi Israel mundur dari Lebanon.
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB
Bangunan hancur akibat serangan Israel di Lebanon, di tengah kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran
Sumber :
  • Reuters/Zohra Bensemra

Jakarta, tvOnenews.com - Kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu pertentangan dari Israel. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang harus menghentikan perang mendapat penolakan keras.

Berdasarkan pernyataan dilaporkan oleh DW, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuliskan bahwa, kesepakatan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian tidak mengikat Israel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Israel juga menolak penarikan pasukan dari Lebanon meski ada kesepakatan. Sebab, pasukannya telah merebut serta membersihkan dari infrastruktur dikuasai Hizbullah.

Pengamat Hubungan Internasional, Pizaro Gozali Idrus mengupas draft MoU yang ditandatangani kedua negara. Ia menyoroti poin pertama yang mengharuskan Amerika Serikat dan Iran beserta sekutunya menghentikan seluruh operasi militer secara permanen.

"Problematikanya dalam poin pertama kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat itu multitafsir," ujar Pizaro dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat (19/6/2026).

Apakah Israel Harus Mundur dari Lebanon Dampak Perdamaian Amerika Serikat-Iran?

Polisi dan pemadam kebakaran memegang Bendera Lebanon di bangunan runtuh yang dihancurkan Israel di tengah kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran
Polisi dan pemadam kebakaran memegang Bendera Lebanon di bangunan runtuh yang dihancurkan Israel di tengah kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran
Sumber :
  • Reuters/Zohra Bensemra

Kesepakatan tersebut, kata Pizaro, sangat mempengaruhi pada posisi Israel. Ia memahami keputusan dilakukan Trump tentu menuai penolakan keras dari Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu.

Penolakan tersebut membuat Trump frustasi. Presiden AS merasa upaya perundingan dengan Iran untuk mengakhiri perang selalu dipersulit akibat tingkah Benjamin Netanyahu.

Tak ayal, penolakan terjadi lantaran Iran sebagai ancaman nasional. Israel selalu mewanti-wanti dengan kekuatan militer Iran, terutama menyebutkan negara tersebut memiliki nuklir.

Ketakutan inilah menyebabkan Israel menyerang Iran pada Juni 2025 dan Februari 2026 yang disokong oleh AS. Terkini, Israel didesak menarik pasukan dari Lebanon.

Akan tetapi, Pizaro melihat tafsir dari poin pertama. Menurutnya, bagi Israel tidak ada tuntutan secara spesifik mengenai desakan mundur dari Lebanon.

"Kalau Israel harus mundur dari Lebanon, ini kemudian akan menjadi multitafsir antara Iran dengan Israel," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat Hubungan Internasional itu mengambil tafsir isi poin pertama dari Iran. Tentu hal ini mengharuskan Israel mundur karena di dalamnya harus menghargai teritorial Lebanon.

"Bagi Netanyahu beda lagi. Di sini kami tidak merasa untuk harus mundur karena dalam kesepakatannya itu tidak ada, apalagi mereka tidak diajak tanda tangan," jelasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Kemendagri Turun Tangan Percepat Penegasan Batas Desa, Minta Kepala Daerah Segera Lapor

Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Pemdes Kemendagri) menggenjot percepatan penegasan batas desa di sejumlah daerah. 
Mahkamah Agung Batalkan Aturan Usia Pensiun 65 Tahun bagi Buruh

Mahkamah Agung Batalkan Aturan Usia Pensiun 65 Tahun bagi Buruh

Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan ketentuan kenaikan bertahap usia pensiun hingga 65 tahun menjadi momentum penting bagi reformasi Jaminan Pensiun Nasional.
Soal Herri Pras Viral Digeruduk OTK, Habib Bahar bin Smith: Kalau Mau Kritik, Pakai Cara yang Baik

Soal Herri Pras Viral Digeruduk OTK, Habib Bahar bin Smith: Kalau Mau Kritik, Pakai Cara yang Baik

Habib Bahar bin Smith menilai konten kreator Herri Pras tidak memiliki kapasitas mengkritik tokoh agama, terutama ulama terutama melalui konten media sosial.
Gerindra Tegaskan Sudah Pecat 3 Anggota DPRD Jatim Imbas Kasus Narkoba

Gerindra Tegaskan Sudah Pecat 3 Anggota DPRD Jatim Imbas Kasus Narkoba

Ketua Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan mereka telah dipecat sebagai legislator dalam sidang yang dilaksanakan 8 Oktober 2026 lalu.
Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) menggelar rangkaian kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2026.
Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Southeast Asian Games Federation (SEAGF) secara mengejutkan tak memasukan sejumlah cabang olahraga populer pada daftar final cabor untuk SEA Games 2027 Malaysia

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral