News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jaksa Jepang Tuntut Dewi Sukarno Denda Rp22,8 Juta dalam Kasus Dugaan Penganiayaan

Jaksa Jepang menuntut Dewi Sukarno denda 200.000 yen atau sekitar Rp22,8 juta dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap dua perempuan.
Rabu, 9 September 2026 - 18:00 WIB
Dewi Soekarno
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Jaksa di Jepang menuntut hukuman denda sebesar 200.000 yen atau sekitar Rp22,8 juta terhadap Ratna Sari Dewi Soekarno atau yang dikenal sebagai Dewi Sukarno. Istri mendiang Presiden Sukarno sekaligus mantan ibu negara Indonesia itu didakwa dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan asisten dan manajernya.

Tuntutan tersebut disampaikan jaksa dalam persidangan di Jepang pada Selasa, 8 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perempuan berusia 86 tahun tersebut dikenal luas di Jepang dengan nama Madame Dewi. Ia juga merupakan tokoh televisi di negara tersebut.

Kasus ini bermula dari dugaan tindakan kekerasan terhadap dua perempuan yang pernah bekerja sebagai asisten dan manajer Dewi. Berdasarkan surat dakwaan, terdapat dua kejadian yang menjadi pokok perkara.

Diduga Lempar Gelas Sampanye ke Asisten

Salah satu dugaan penganiayaan terjadi pada 13 Februari 2025. Saat itu, Dewi disebut berada di sebuah restoran yang berada di kawasan Shibuya, Tokyo.

Menurut surat dakwaan, Dewi diduga melemparkan sebuah gelas sampanye kepada asistennya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu perkara yang kemudian dilaporkan kepada kepolisian Jepang. Korban dalam kasus tersebut merupakan perempuan yang saat itu bekerja sebagai asisten Dewi.

Selain perkara tersebut, jaksa juga mendakwa Dewi atas dugaan penganiayaan terhadap mantan manajernya.

Kejadian kedua disebut berlangsung pada 28 Oktober 2025 di sebuah rumah sakit hewan yang juga berada di kawasan Shibuya, Tokyo.

Diduga Pukul dan Tendang Mantan Manajer

Mengutip kantor berita Jepang Kyodo, Dewi disebut diduga memukul dan menendang seorang perempuan yang saat itu merupakan manajernya.

Tindakan tersebut disebut menyebabkan luka ringan pada korban. Salah satu luka yang dialami berupa memar di bagian dada dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk sembuh.

Menurut keterangan yang dilaporkan, Dewi mendatangi rumah sakit hewan tersebut setelah mendapatkan telepon mengenai kondisi anjing peliharaannya yang tiba-tiba memburuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi kemudian disebut memanas. Dewi diduga mulai berteriak dan bertindak kasar hingga akhirnya menyerang seorang perempuan yang berusaha menghentikan tindakannya.

Perempuan yang menjadi korban dalam kejadian tersebut kemudian meninggalkan agensi tempatnya bekerja setelah insiden itu.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

2.000 Karya Anak Muda Warnai by.U Korea Kaja! Vol.3, “Dance of Dreams” Bawa Talenta Muda Indonesia Lebih Dekat ke Mimpi

2.000 Karya Anak Muda Warnai by.U Korea Kaja! Vol.3, “Dance of Dreams” Bawa Talenta Muda Indonesia Lebih Dekat ke Mimpi

Sepanjang rangkaiannya, by.U Korea Kaja! Vol.3 menerima 2.000 video submission RPD, meningkat sekitar 38% dibandingkan lebih dari 1.450 submission pada Vol.2.
Bagasi Garuda Indonesia Berubah, APJAPI Soroti Risiko Penumpang Kena Biaya Tambahan

Bagasi Garuda Indonesia Berubah, APJAPI Soroti Risiko Penumpang Kena Biaya Tambahan

Aturan bagasi baru Garuda Indonesia mengubah sistem dari berat ke jumlah koli. APJAPI menilai kebijakan ini berpotensi merugikan penumpang.
Harpelnas 2026, Askrindo Soroti Rendahnya Literasi Perasuransian Nasional

Harpelnas 2026, Askrindo Soroti Rendahnya Literasi Perasuransian Nasional

Kegiatan bertajuk “Understanding Protection, Building Financial Confidence” tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung.
Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing

Kebakaran TPA Galuga Bogor Meluas hingga 42 Hektare, Helikopter TNI AU Dikerahkan untuk Water Bombing

Bencana kebakaran berskala besar melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga yang berlokasi di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Pendataan Warga Terdampak Konflik di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Percepatan Pendataan Warga Terdampak Konflik di Kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dan Lanny Jaya untuk bergerak cepat dalam menuntaskan proses verifikasi serta pendataan masyarakat yang menjadi korban konflik sosial.
Takaran Beras SPHP Berkurang, Polres Pacitan Sidak Pasar 

Takaran Beras SPHP Berkurang, Polres Pacitan Sidak Pasar 

Berkurangnya takaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah daerah membuat Polres Pacitan bersama dengan dinas terkait turun tangan.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral