Pemimpin Partai Arab Kecam Pernyataan Netanyahu sebagai Taktik Bersifat Rasis saat Pemilu Israel Berlangsung
- Reuters/Clodagh Kilcoyne
Jakarta, tvOnenews.com- Pemilihan umum (pemilu) Israel 2026 masih berlangsung, sejumlah warga mengantre untuk mengambil suara. Memilih calon pemimpin Israel dari beberapa kandidat yang di dalamnya, ada dari partai Arab dan Benjamin Netanyahu.
Tidak disangka, saat pemilihan berlangsung Benjamin Netanyahu dan mitra koalisi sayap kanannya, pada hari Selasa (27/10), mengajak pendukung mereka. Sekaligus memperingatkan tentang lonjakan partisipasi pemilih Arab.
Pernyataannya pun dikecam oleh pemimpin partai Arab, karena kalimat tersebut masuk sebagai sebuah taktik bersifat rasis dan provokatif.
Sebagaimana dikabarkan Reuters, dalam serangkaian unggahan, Netanyahu menyoroti antrean panjang di tempat pemungutan suara di komunitas Arab dan mempublikasikan gambar. Menunjukkan warga Arab, termasuk perempuan berniqab, menunggu untuk memberikan suara di Pemilu Israel 2026.
"Jika kita tidak segera sadar, kita akan mendapati diri kita memiliki pemerintahan Mansour Abbas dan Ahmed Tibi," katanya dalam sebuah unggahan, merujuk pada dua politisi Arab Palestina terkemuka di Israel, dikutip Rabu (28/10/2026).
Tibi, seorang kandidat dari partai Arab, mengatakan bahwa partisipasi yang tinggi di kalangan minoritas Arab Israel ada peluang. "membuka jalan bagi pemerintahan alternatif dan mengubah kenyataan yang mengerikan".
Sami Abu Shehadeh, pemimpin partai Arab Balad, menulis di X bahwa antrean panjang di luar tempat pemungutan suara seharusnya membawa "kebanggaan dan kegembiraan bagi siapa pun yang percaya pada demokrasi".
Bahkan ia juga menyindir pernyataan Netanyahu yang dianggap rasis tersebut. Juga dianggap sebagai tanda "kekhawatiran" sebagai lawan dalam pemilu.
"Kami menerima semua pesan provokatif ini dari para rasis picik, Ben-Gvir, Netanyahu, dan sekutu mereka. Apa mereka takutkan? Sebenarnya ini pemandangan yang luar biasa, ini bagus untuk demokrasi," katanya.
Di sisi lain, Anadolu melaporkan tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan umum Israel 2026 mencapai 31,5 persen hingga tengah hari waktu setempat, Selasa (27/10,), menurut Komite Pemilihan Umum Pusat Israel. Angka tersebut menjadi yang tertinggi pada jam yang sama sejak 1973.
Sebanyak 2,39 juta warga Israel telah memberikan suara hingga tengah hari. Jumlah yang meningkat lebih dari tiga poin persentase dibandingkan pemilu sebelumnya, berdasarkan data komite tersebut.
Load more