LIVESTREAM
img_title
Tutup Menu
Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali
Komisi Yudisial (KY) memanggil kembali Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait putusan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda pemilu.
Sumber :
  • Sumber: Antara

Buntut Putusan Partai Prima, Komisi Yudisial Periksa Ketua PN Jakarta Pusat Terkait Etik

Komisi Yudisial (KY) melakukan pemanggilan ulang terhadap Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait putusan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda pemilu.

Rabu, 7 Juni 2023 - 15:58 WIB

Jakarta, tvOnenews.com- Komisi Yudisial (KY) melakukan pemanggilan ulang terhadap Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait putusan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda pemilu. "Pemanggilan kedua ini sudah dilakukan pada Selasa, 6 Juni 2023," ujar Juru Bicara Komisi Yudisial RI Miko Ginting dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (07/06/2023)

Miko mengatakan bahwa ​​​Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam rangka pemeriksaan ini.
 
Adapun materi pemeriksaan bersifat tertutup dan hanya digunakan untuk kepentingan pemeriksaan etik. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari apakah ada dugaan pelanggaran etik dan perilaku hakim atau tidak. Pemanggilan kepada Majelis Hakim, Komisi Yudisial akan dilakukan pemanggilan ulang. Ia berharap Majelis Hakim dapat menggunakan kesempatan ini guna memberi klarifikasi.

"Harapannya Majelis Hakim dalam perkara ini dapat menggunakan kesempatan di Komisi Yudisial untuk memberikan penjelasan," jelas dia.

Sebelumnya, PN Jakarta Pusat mengabulkan gugatan Partai Prima terhadap KPU untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilu 2024 dan melaksanakan tahapan pemilu dari awal selama lebih kurang dua tahun empat bulan tujuh hari.
 
"Menghukum tergugat (KPU) untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilihan Umum 2024 sejak putusan ini diucapkan dan melaksanakan tahapan pemilihan umum dari awal selama lebih kurang dua tahun empat bulan tujuh hari," kata Majelis Hakim PN Jakarta Pusat yang diketuai Oyong, seperti dikutip dari putusan Nomor 757/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst, saat diakses di Jakarta, Kamis (2/3).

Baca Juga :


 
Pertimbangan majelis hakim dalam putusan tersebut ialah untuk memulihkan dan menciptakan keadaan adil serta melindungi agar sedini mungkin tidak terjadi lagi kejadian lain akibat kesalahan ketidakcermatan, ketidaktelitian, ketidakprofesionalan, dan ketidakadilan oleh tergugat, dalam hal ini KPU.
 
Selain itu, majelis hakim juga menyatakan bahwa fakta-fakta hukum telah membuktikan terjadi kondisi error pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang disebabkan faktor kualitas alat yang digunakan atau faktor di luar prasarana.(ant/bwo)

Baca Juga :
Komentar
Berita Terkait
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Puan Maharani: Kita Dituntut Punya Etika Politik untuk Siap Menang dan Kalah di Pemilu

Puan Maharani: Kita Dituntut Punya Etika Politik untuk Siap Menang dan Kalah di Pemilu

Ketua DPR RI Puan Maharani tidak hadir dalam Rapat Paripurna ke-13 DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023-2024.
Terseret Banjir di Kendari, Seorang Balita Ditemukan Meninggal Dunia

Terseret Banjir di Kendari, Seorang Balita Ditemukan Meninggal Dunia

Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 50 meter arah tenggara dari lokasi jatuhnya korban di selokan Lorong Puao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari
Polda Sumut Tangkap Pengusaha Nakal Bermodal Dokumen Palsu Dapatkan 2.000 Ton Beras

Polda Sumut Tangkap Pengusaha Nakal Bermodal Dokumen Palsu Dapatkan 2.000 Ton Beras

Kabid Humas Poldasu, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, adapun modus tersangka memperoleh beras dari Bulog dengan memalsukan dokumen.
PDIP Desak Pimpinan DPR Setujui Hak Angket untuk Usut Dugaan Pemilu Curang

PDIP Desak Pimpinan DPR Setujui Hak Angket untuk Usut Dugaan Pemilu Curang

Ketua DPP PDIP, Aria Bima mendesak pimpinan DPR RI untuk menyetujui penggunaan hak angket di DPR untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024
Hati-hati! Jelang Ramadhan, Kurma Israel Beredar di Masyarakat

Hati-hati! Jelang Ramadhan, Kurma Israel Beredar di Masyarakat

Momentum Ramadhan membangkitkan semangat umat Muslim dimanapun. Bahkan termasuk semangat seruan boikot produk Israel yang mungkin diedarkan, termasuk kurma.
Kejujuran Kapten Red Sparks Diuji, Ternyata di Belakang Megawati Hangestri, Blak-blakan Bilang Megatron Sebenarnya...

Kejujuran Kapten Red Sparks Diuji, Ternyata di Belakang Megawati Hangestri, Blak-blakan Bilang Megatron Sebenarnya...

Megawati Hangestri semakin populer di Korea usai dirinya terus menunjukan performa impresif bersama dengan tim Daejeon Red Sparks di liga voli Korea musim ini.
Trending
Meski Jadi Rival di Lapangan, Pemain Lawan Begitu Respect terhadap Megawati Hangestri, Inilah Bukti Megatron Sosok Pemain Rendah Hati

Meski Jadi Rival di Lapangan, Pemain Lawan Begitu Respect terhadap Megawati Hangestri, Inilah Bukti Megatron Sosok Pemain Rendah Hati

Pertandingan Red Sparks menghadapi Korea Expressway Hi-Pass menjadi sorotan ketika Megawati Hangestri bertemu dengan pevoli asal Thailand, Thanacha Sooksod.
Bintang Senior Timnas Korea Bakal Nekat Lakukan Hal Ini Jika Kontrak Megawati Hangestri Tidak Diperpanjang oleh Red Sparks

Bintang Senior Timnas Korea Bakal Nekat Lakukan Hal Ini Jika Kontrak Megawati Hangestri Tidak Diperpanjang oleh Red Sparks

Walaupun telah menunjukkan performa memukau di Liga Korea, tetapi Red Sparks masih belum memberikan pertanda bahwa kontrak Megawati Hangestri akan diperpanjang.
Pernah Dicoret Shin Tae-yong dari Trial Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Mulai Gacor di Liga Belanda

Pernah Dicoret Shin Tae-yong dari Trial Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Mulai Gacor di Liga Belanda

Nama Zico Soree kembali mencuat sebagai pemain keturunan yang harus dinaturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Gelar 'Gus' Samsudin yang Viral Gegara Video Tukar Pasangan Jadi Pertanyaan, Ternyata Bukan Keturunan Kiai, Tapi..

Gelar 'Gus' Samsudin yang Viral Gegara Video Tukar Pasangan Jadi Pertanyaan, Ternyata Bukan Keturunan Kiai, Tapi..

Nama gelar 'Gus' yang ada dalam nama Gus Samsudin membuat orang bertanya-tanya. Sebab, gelar tersebut mestinya digunakan untuk keturunan atau keluarga kiai.
Susi Pudjiastuti Tolak Gabung Kabinet Menteri Prabowo-Gibran

Susi Pudjiastuti Tolak Gabung Kabinet Menteri Prabowo-Gibran

Mantan  Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti membantah dirinya kembali ditawarkan untuk bergabung kembali menjadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Hamili Perempuan Lain, Istri Potong Kelamin Suami di Musi Banyuasin

Hamili Perempuan Lain, Istri Potong Kelamin Suami di Musi Banyuasin

Sang istri pelaku pemotongan kelamin terhadap RH (33), LY (33) menyerahkan diri Minggu (3/3/2024) malam ke Polsek Bayung Lencir. LY menyerahkan diri didampingi oleh keluarga.
Viral! Influencer Spanyol Diperkosa 7 Pria India di Depan Suami, Ini Kronologinya

Viral! Influencer Spanyol Diperkosa 7 Pria India di Depan Suami, Ini Kronologinya

Baru-baru ini media sosial dkhebohkan dengan cerita turis wanita asal Spanyol yang diperkosa oleh 7 pria India saat berlibur bersama suaminya.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
Kabar Siang
13:00 - 14:00
Damai Indonesiaku
14:00 - 14:30
Manusia Nusantara
14:30 - 15:00
Kabar Pasar Sore
15:00 - 16:00
Ragam Perkara
16:00 - 17:00
Kabar Petang Pilihan
Selengkapnya