News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Resah, 2 Ekor Beruang Madu Masuk ke Pemukiman Dan Merusak Tanaman di Kebun Warga

Warga Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merasa resah dengan kemunculan 2 ekor beruang madu dewasa di tempat mereka
Selasa, 23 November 2021 - 09:18 WIB
Sarang diatas pohon yang menjadi tempat tinggal 2 ekor beruang yang terdapat di kebun salah satu warga
Sumber :
  • Tim tvOne/Didi Syachwani

Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah – Sudah hampir 2 bulan terakhir ini warga desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merasa resah dengan kemunculan 2 ekor beruang madu dewasa di tempat mereka.

"Hewan itu berkeliaran disekitar pemukiman warga, tepatnya di wilayah RT 09 dan RT10, RW 03," ungkap Kepala Desa Karang Tunggal, Rohmad, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejak munculnya 2 ekor Beruang Madu tersebut, warga pun dihantui rasa takut jika sewaktu-waktu diserang oleh hewan buas yang terkenal ganas dan memiliki tenaga juga sangat kuat.

Selain itu, hewan dilindungi yang terencam punah ini juga telah membuat keonaran di desa mereka. Banyak tanaman warga seperti pohon rambutan, pohon cempedak, pohon pisang serta tanaman nenas yang dirusak.

"Kami bersama warga sebenarnya sudah beberapa kali berupaya menangkap kedua beruang madu tersebut, tapi saat bertemu, kami justru ketakutan dan akhirnya kami malah lari menjauh. Hewan ini sering kali keluar malam hari," katanya.

Selaku pamong di desanya, Rohmad berharap kepada pihak BKSDA Sampit, agar bisa menangkap kedua hewan tersebut.

"Kami benar-bennar resah dan dihantui rasa ketakutan setiap saat, apalagi beruang ini telah bersarang di salahsatu kebun warga."

Sementara itu Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit, Muriansyah, mengaku sudah mendapat laporan masalah kemunculan beruang madu di pemukiman warga desa Karang Tunggal.

"Tadi juga ada warga disana yang menghubungi saya, melaporkan masalah ini," kata Mutiansyah, Senin.

Ia berjanji akan segera melakukan observasi untuk memastikan keberadaan kedua ekor beruang madu tersebut. Jika sudah mendapat kepastian maka pihaknya akan memasang jerat untuk menangkap hewan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak lupa, Muriansyah juga mengingatkan kepada warga, untuk senantiasa berhati-hati dan segera menjauh bila menemui hewan tersebut, agar tidak terjadi konflik.

"Warga juga jangan membuang sampah rumah tangga disekitar rumah, sebab itu bisa memancing beruang madu datang untuk memakan sampah tersebut," pungkasnya. (Didi Syachwani/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Peluang Jokowi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji

KPK Ungkap Peluang Jokowi Dihadirkan di Sidang Kasus Kuota Haji

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lembaga antirasuah masih melihat perkembangan persidangan dan pandangan majelis hakim
TASPEN Raih Penghargaan dari Direktorat Sistem Perbendaharaan Atas Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Sosial

TASPEN Raih Penghargaan dari Direktorat Sistem Perbendaharaan Atas Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Sosial

PT TASPEN (Persero) memperoleh penghargaan dalam kategori Sinergi dan Kerja Sama dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan RI.
Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

Polda Sumsel Optimalkan Pemadaman Karhutla dengan Cairan X-Fire di Gelumbang

Polda Sumatera Selatan melalui Satbrimob Polda Sumsel terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Kamis (10/9/2026).
Soal Permintaan Hadirkan Jokowi di Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Bilang Begini

Soal Permintaan Hadirkan Jokowi di Sidang Korupsi Kuota Haji, KPK Bilang Begini

Kubu atau pihak terdakwa Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex meminta KPK menghadirkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji.
Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Soal Jasad Fajar Sahrudin di GBK, Pengelola: Kita Kumpulkan Bukti Termasuk CCTV

Kematian Fajar Sahrudin di area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, masih menjadi perhatian. Pengelola GBK kini mengumpulkan bukti dan rekaman CCTV.
Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Melalui Program Poe Ibu, ASN Jabar Sukses Renovasi 18 Rumah Tidak Layak Huni

Melalui Program Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu, aparatur sipil negara (ASN) Jawa Barat sukses merenovasi 18 unit rumah tidak layak huni di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Trending

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Polisi Kejar 4 Pelaku Pembacokan Pria di Koja, Korban Luka di Tangan dan Pinggang

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan penyidik masih mengusut kasus tersebut dan melakukan pencarian terhadap keempat pelaku.
Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang Peneliti Anthropic Mundur Karena Khawatir AI Dapat Musnahkan Umat Manusia

Seorang peneliti asal Inggris mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal AS, Anthropic.
Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Soal Anggaran Rp 11 Triliun untuk Pembukaan Rekening Massal, Purbaya Ungkap Perhitungannya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final karena penghitungannya belum rampung.
Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Sekda Muara Enim Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Edison

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, Yulius, Kamis (10/9/2026).
Selengkapnya

Viral