News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dengan Suara Bergetar dan Mata yang Berkaca-kaca, Begini Pesan Terakhir Letkol Untung Jelang Dieksekusi Mati

Penghujung tahun 1966, pemimpin G30S PKI, Letkol Untung menemui dr Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I di penjara Cimahi, Jawa Barat
Kamis, 28 September 2023 - 05:05 WIB
Letkol Untung saat menjalani sidang di pengadilan militer
Sumber :
  • Arsip Nasional

tvOnenews.com - Hari itu, di penghujung tahun 1966, pemimpin G30S PKI, Letkol Untung menemui sahabatnya dr Soebandrio, mantan Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora I dalam ruang tahanan penjara di Cimahi, Jawa Barat. 

Untung dan Soebandrio, keduanya diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa dengan tuduhan subversi dan dijatuhi hukuman mati karena dianggap terlibat dalam peristiwa berdarah Gerakan 30 September PKI atau G30S PKI. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya bertemu untuk yang terakhir kalinya sebagai sesama tahanan pasca tumbangnya Gerakan 30 September 1965. Pertemuan terakhir itu, dikisahkan Soebandrio dalam memoarnya "Soebandrio: Kesaksianku Tentang G30S".

Mata prajurit yang dikenal sebagai sosok pemberani di medan pertempuran itu terlihat berkaca-kaca, suaranya bergetar saat menyampaikan kata-kata perpisahan kepada Soebandrio.

"Pak Ban, selamat tinggal. Jangan sedih. Empat hari lagi kita ketemu lagi di sana, katanya sambil menunjuk ke atas. Untung mengucapkan kata perpisahan dengan suara bergetar. Matanya kelihatan berkaca-kaca." ungkap Soebandrio menuturkan perkataan Letkol Untung.

Foto: Letkol Untuk (kiri) dan dr. Soebandrio (kanan) - (Dok.Arsip Nasional-Wikipedia)

Soebandrio menuturkan, pertemuan terakhirnya dengan Letkol Untung itu berlangsung dalam suasana yang haru. Hari itu mereka telah mendapat kabar, bahwa Letkol Untung segera dieksekusi mati, dan empat hari setelah itu akan menyusul pula giliran Soebandrio.

"Saya dan Untung yang sudah akrab selama berada dalam satu penjara benar-benar terhanyut dalam suasana haru. Saya bukan hanya terharu tetapi juga bingung, sedih, bahkan panik."  tulis Soebandrio.

"Sebab Ahmad Durmawel (oditur militer yang mengadili saya) saat itu memberitahukan bahwa saya akan mendapat giliran (dieksekusi) empat hari kemudian. Saya ingat saat itu hari Selasa. Berarti saya akan dieksekusi pada hari Sabtu." lanjut Soebandrio.

Baca Juga: Surat Rahasia Suparjo yang Gagal Diselundupkan ke Penjara Omar Dhani, Ungkap Fakta Penting G30S PKI

Sebelum kepastian eksekusi mati itu diterima, menurut Soebandrio, Untung sangat yakin bahwa ia tak akan dihukum mati dihadapan regu tembak. Keyakinan Untung itu didasarkan pada fakta, bahwa Ia punya kedekatan dengan Soeharto.

"Begitu sering mengatakan kepada saya bahwa tidak mungkin Soeharto akan mengkhianati dia. Sebab dia adalah sahabat Soeharto dan ia mengatakan bahwa Soeharto mengetahui rencana G30S, bahkan memberi bantuan pasukan. Karena itu dia sangat yakin bahwa dia tidak akan dikhianati oleh Soeharto." ungkap Soebandrio. 

Foto: Jenderal Soeharto (istimewa)

 

Kedekatan Untung dengan Soeharto

Peneliti asal Amerika Serikat, Victor M. Fic dalam "KUDETA 1 OKTOBER 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi" terbitan Yayasan Obor Indonesia 2005, menggambarkan tentang bagaimana secara pribadi Soeharto memiliki kedekatan dengan para konspirator utama G30S PKI, seperti Letkol Untung, Kolonel Latief dan juga Sjam Kamaruzaman.

Untung mengenal Soeharto sejak operasi pembebasan Irian Barat, dimana Untung menjadi anak buah Soeharto yang bertugas di garis depan. 

Ia dikenal sosok prajurit yang berani, ia memimpin kelompok kecil pasukan yang bertempur di hutan belantara Kaimana. 

Operasi pembebasan Irian akhirnya sukses. Pada tanggal 15 Oktober 1962 Belanda menyerahkan Irian kepada PBB. Lantas pada tanggal 1 Mei 1963 Irian diserahkan oleh PBB ke pangkuan RI. 

Keberanian Untung di medan perang sampai ke telinga Presiden. Karena itu Untung dianugerahi Bintang Penghargaan oleh Presiden Soekarno. Presiden Soekarno menarik Untung menjadi salah satu komandan Batalyon Kawal Istana, Cakrabirawa.

"Pada Februari 1965 Untung dimutasi dari Divisi Diponegoro di Jawa Tengah ke Jakarta untuk memimpin batalyon Pengawal Presiden atau Cakrabirawa atas rekomendasi Soeharto" tulis Victor M Vic.

"Kedekatan hubungan dua orang itu mendapat bukti paling akurat dari fakta bahwa pada akhir bulan April 1964, Soeharto berangkat ke Kebumen, Jawa Tengah, untuk menghadiri resepsi pernikahan Untung." lanjut Victor.

Baca Juga: Mengungkap Fakta Dibalik Dokumen Gilchrist dan Isu Dewan Jenderal yang Mendorong Kudeta G30S PKI

Tetapi kenyataannya ternyata berakhir lain, Letkol Untung pada akhirnya harus pasrah menghadapi eksekusi mati dihadapan regu tembak militer. 

Soebandrio menceritakan, ia sempat menemui Untung sebelum dijemput oleh petugas penjara menuju lokasi eksekusi mati.

"Saat itu ia sudah ditanya tentang permintaan terakhir, seperti lazimnya orang yang akan dieksekusi. Mungkin karena Untung sedang panik, ia tidak minta apa-apa." ungkap Soebandrio. 

Menjelang senja, dengan pengawalan ekstra ketat, Soebandrio menatap sahabatnya itu berjalan keluar menuju pintu gerbang Penjara Cimahi. 

"Saya mengamati keberangkatan Untung dari penjara. Ia berjalan tegap. Mungkin ia segera bisa menguasai perasaannya yang begitu gundah. Tetapi mungkin pula ia sudah pasrah kepada takdir Allah bahwa memang sampai di situlah perjalanan hidupnya." ungkap Soebandrio. 

"Saya kemudian mendengar bahwa Untung dieksekusi di sebuah desa di luar kota Bandung. Saya sudah tidak sempat sedih lagi memikirkan nasib Untung, hidup saya sendiri akan berakhir sebentar lagi." lanjut Soebandrio. 

 

Prajurit Tulen yang Tak Suka Politik

Letnan Kolonel Untung Syamsuri, lahir di Kedung Bajul, Bojongsari, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada 3 Juli 1926. Ayahnya bernama Abdullah, seorang pekerja di sebuah toko peralatan batik di Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Pada tahun 1927, Untung dengan nama kecil Kusman, pindah dari Kebumen ke Desa Jayengan, Solo. Disana Kusman telah diangkat anak oleh pamannya yang bernama Syamsuri.

Kusman masuk sekolah dasar di Ketelan, bermain bola menjadi hobinya. Karena senang bermain bola Kusman pernah menjadi anggota KVC (Kaparen Voetball Club) di desanya.

Foto: Komandan Pasukan Cakrabirawa, Letkol Untung. (Dok.Perpustakaan Nasional - Wikipedia)

Semasa perang kemerdekaan Untung bergabung dengan Batalyon Sudigdo yang berada di Wonogiri, Jawa Tengah.

Setelah peristiwa pemberontakan PKI di Madiun, ia berganti nama dari Kusman menjadi Untung Sutopo dan masuk TNI melalui Akademi Militer di Semarang.

Untung disebut sebagai salah satu lulusan terbaik Akademi Militer. Pada masa pendidikan ia bersaing dengan Benny Moerdani, seorang perwira muda yang sangat menonjol dalam lingkup RPKAD. 

Sebelum ditarik ke Resimen Cakrabirawa, Untung pernah menjadi Komandan Batalyon 454/Banteng Raiders yang berbasis di Srondol, Semarang. Batalyon ini memiliki kualitas dan tingkat legenda yang setara dengan Yonif Linud 330/Kujang dan Yonif Linud 328/Kujang II.

Soebandrio menyebut Letkol Untung adalah sosok prajurit tulen yang tidak tertarik dengan politik. Setidak begitulah penilaian Soebandrio selama kurun waktu interaksinya dengan Untung sebagai sesama tahanan di Cimahi.

"Selama beberapa bulan berkumpul dengan saya di Penjara Cimahi, Bandung, saya tahu persis bahwa Untung tidak menyukai politik. Ia adalah tipe tentara yang loyal kepada atasannya, sebagaimana umumnya sikap prajurit sejati. Kepribadiannya polos dan jujur." tulis Soebandrio dalam memoarnya.

Ini terbukti dari fakta bahwa sampai beberapa saat sebelum dieksekusi, Untung masih tetap percaya bahwa vonis hukuman mati terhadap dirinya tidak mungkin dilaksanakan. 

Foto:Letkol Untung (kiri) Komandan Cakrabirawa, saat mendampingi Presiden Soekarno (Dok-Wikipedia)

"Percayalah, pak Ban, vonis buat saya itu hanya sandiwara, katanya suatu hari pada saya. Kenapa begitu? Karena ia percaya pada Soeharto yang mendukung tindakannya: membunuh para jenderal." ungkap Soebandrio, mengutip kata-kata Letkol Untung. (buz)

Ikuti terus perkembangan berita terbaru lainnya melalui kanal YouTube tvOneNews:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Resmi Mundur dari Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki Ikut Tarkam?

Resmi Mundur dari Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki Ikut Tarkam?

Rivan Nurmulki dikabarkan akan bermain tarkam usai memutuskan mundur dari skuad Timnas Voli Indonesia.
‎Nama Shin Tae-yong Menggema di SUGBK Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia ‎

‎Nama Shin Tae-yong Menggema di SUGBK Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia ‎

‎Timnas Indonesia harus tertunduk lemas akibat berbagi poin dengan Malaysia dalam partai kedua FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua tim mengakhiri laga dengan skor kacamata dalam duel bertajuk Derbi Nusantara.
5 Zodiak Untung Besar di Bulan Oktober 2026: Ada Taurus dan Leo

5 Zodiak Untung Besar di Bulan Oktober 2026: Ada Taurus dan Leo

Berikut 5 zodiak yang diprediksi dapat untung besar di bulan Oktober 2026: Ada Taurus dan Leo, zodiakmu termasuk?
Penghormatan Terakhir Bagi Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Dimakamkan Secara Kenegaraan

Penghormatan Terakhir Bagi Siti Hasmah, Istri Mahathir Mohamad Dimakamkan Secara Kenegaraan

Istri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad, Siti Hasmah binti Mohamad Ali dikabarkan meninggal dunia di usia 100 tahun pada Senin (28/9/2026)
Sidang Lanjutan Kasus Daycare Little Aresha, Hakim PN Yogyakarta Datangi Langsung Lokasi Dugaan Kekerasa

Sidang Lanjutan Kasus Daycare Little Aresha, Hakim PN Yogyakarta Datangi Langsung Lokasi Dugaan Kekerasa

Sidang lanjutan kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Kota Yogyakarta, kembali digelar dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) pada Senin siang.
PBVSI-nya Filipina Minta Maaf Tak Bayar Uang Pemain Timnas Voli untuk Asian Games 2026, Akui Dukungan Belum Cukup

PBVSI-nya Filipina Minta Maaf Tak Bayar Uang Pemain Timnas Voli untuk Asian Games 2026, Akui Dukungan Belum Cukup

Federasi Bola Voli Filipina (PNVF) akhirnya buka suara setelah salah satu pemainnya, Bryan Bagunas mengungkapkan bahwa federasi belum membayarkan uang saku pemain sejak Juli hingga Asian Games 2026.

Trending

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Link Video Syur Banyuwangi Bilqis Viral di TikTok dan X, 5 Fakta Ini Terungkap

Link Video Syur Banyuwangi Bilqis Viral di TikTok dan X, 5 Fakta Ini Terungkap

Link video syur Banyuwangi Bilqis viral di media sosial, terutama TikTok dan X, 5 fakta ini terungkap.
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Simak kedekatan Megawati Hangestri dan Lee Min-young di Hyundai Hillstate. Mulai dari daftar pemain muda terdekat hingga momen manis saat Min-young menyapa Mega pakai Bahasa Indonesia!
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Siapa Sosok Bilqis Banyuwangi 'Miss Cendut'? Namanya Dicatut Isu Video Asusila Viral hingga Polisi Tahan Pelaku

Siapa Sosok Bilqis Banyuwangi 'Miss Cendut'? Namanya Dicatut Isu Video Asusila Viral hingga Polisi Tahan Pelaku

Nama selebgram sekaligus kreator konten populer asal Banyuwangi, Bilqis Luvena Danendra alias Miss Cendut atau Bilqis Banyuwangi, mendadak menjadi perbincangan
Selengkapnya

Viral