GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marak Ilegal Logging di Lutim, Warga: Sudah Dilaporkan ke Kehutanan Tapi Tidak Ditindaklanjuti

Ilegal logging ini diklaim warga sudah dilaporkan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona, namun tidak ada tindakan tegas sampai hari ini.
Minggu, 28 November 2021 - 08:18 WIB
Aktifitas perambahan kawasan hutan lindung menggunakan alat berat.
Sumber :
  • tim tvOne - Haswadi

Lutim, Sulsel - Banyaknya pembalakan liar di kawasan hutan lindung di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, diduga menjadi salah satu penyebab banjir dan keruhnya sungai Malili. Ilegal logging ini diklaim warga sudah dilaporkan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona, namun tidak ada tindakan tegas sampai hari ini.

Ahmad Rumpak, salah seorang warga, mengatakan dia sudah pernah laporkan perambahan hutan tersebut ke KPH, mellalui  kepala UPT, Mandar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia janji mau tindak tegas, tidak pandang bulu, kami juga sudah kirimkan poto-poto dokumentasinya tapi tidak ada tindakan sampai hari ini. Makanya kami laporkan lagi ke Gakum," kata Ahmad Rumpak, Minggu (28/11/2021)

Ahmad mengaku kesal karena laporannya ke KPH tidak ditindaklanjuti. Dia kemudian bersama Babinsa dan beberapa warga lainnya, mendatangi lokasi perambahan hutan tersebut. Jaraknya, kata dia, kurang lebih 10 kilometer dari perkampungan. Setelah tiba di lokasi, tim kecil ini, kata Ahmad, mendapati alat berat eskavator yang tengah bekerja serta ratusan potongan kayu olahan siap jual.

Aktifitas perambahan hutan itu, langsung divideokan Ahmad, sebagai bukti adanya perambahan hutan. "Sangat parah kondisinya. Mereka gunakan alat berat untuk membuat jalan, kayu-kayu besar ditebang dijadikan kayu olahan berbagai ukuran. Di lokasi itu ada ratusan batang kayu siap angkut," kata Ahmad.

Perambahan hutan seperti ini kata Ahmad, sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun lemahnya penegeakan hukum dari Gakum, KPH dan Polhut, menjadikan perambahan ini terus berlanjut.

Kepala UPT KPH Larona, Mandar mengatakan Ahmad mengklaim kawasan hutan lindung sebagai miliknya. Sehingga ngotot melaporkan ini sebagai perambahan hutan. Mandad juga menyebut, keruhnya air sungai Malili beberapa pekan ini, tidak bisa divonis karena dampak perambahan hutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi juga adanya tambang, pembukaan lahan untuk kebun merica, Semuanya berpotensi merusak lingkungan, sehingga kita tidak bisa menduga duga tanpa lakukan kajian terlebih dahulu," kata Mandar.

Mandar berjanji akan bertindak tegas dan meminta dukungan masyarakat saat KLH atau Polhut tegas dalam penegakan hukum terhadap pelaku pengrusakan hutan. (Haswadi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti keputusan dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

Pada hari pertama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (15/5/2026), jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Ragunan hingga siang hari tercatat mencapai 32.296 orang.
Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Pertemuan yang akan digelar pada tanggal 18 dan 19 Mei 2026 di Jakarta itu mengundang 250 pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah. 
Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah muncul dua nama yang menjadi naturalisasi terbaru untuk memperkuat skuad Garuda. Adalah Luke Vickery dan Mitchel Baker.
Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Persib kembali menunjukkan konsistensinya sebagai klub paling profesional di Indonesia. Skuad Pangeran Biru itu kembali dapatkan lisensi klub profesional AFC.
Seorang Pasien Tewas dalam Insiden Kebakaran Gedung Jantung Dr. Soetomo Surabaya

Seorang Pasien Tewas dalam Insiden Kebakaran Gedung Jantung Dr. Soetomo Surabaya

Kebakaran hebat terjadi di lantai 5 gedung Pusat Pelayanan Kantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Jumat (15/05/2026) pagi. Seorang pasien meninggal..

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
Selengkapnya

Viral