News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPAI: Pemerkosa 12 Santriwati Bisa Dihukum Penjara 20 Tahun dan Kebiri

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan pemerkosa 12 santriwati di Bandung, Jawa Barat, bisa dihukum hingga 20 tahun penjara ditambah hukuman kebiri.
Kamis, 9 Desember 2021 - 19:20 WIB
KPAI: Pemerkosa 12 Santriwati Bisa Dihukum Penjara 20 Tahun dan Kebiri
Sumber :
  • antara

Jakarta - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan pemerkosa 12 santriwati di Bandung, Jawa Barat, bisa dihukum hingga 20 tahun penjara ditambah hukuman kebiri.

"Kalau menurut saya, hakim nanti harus memutuskan hukuman maksimal, ada pemberatan sepertiga tadi. Kalau korbannya banyak, dilakukan berkali-kali, sebenarnya bisa dijatuhi hukuman tambahan, yaitu kebiri," kata Retno di Jakarta, Kamis (9/12).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku yang merupakan guru korban di pondok pesantren tempat korban dititipkan, dianggap sebagai orang terdekat korban sehingga hukuman bagi pelaku bisa ditambah sepertiga dari total maksimal 15 tahun penjara. Dengan demikian, pelaku bisa dituntut setidaknya 20 tahun penjara. Di samping itu, pelaku bisa dijatuhi hukuman tambahan berupa kebiri, karena kekerasan seksual kemungkinan dilakukan berkali-kali hingga 9 korban diketahui mengalami kehamilan.

"Dengan pertimbangan anak-anak ini dirusak masa depannya dan kekerasan seksual dilakukan berkali-kali terhadap beberapa orang, jadi pelaku layak diberi hukuman tambahan berupa kebiri," kata Retno.

Hukuman kebiri pun bisa dijatuhi kepada pelaku setelah menjalankan hukuman penjara baik yang pokok maupun tambahannya, yang maksimal selama 20 tahun. Namun, hukuman maksimal ini akan bergantung pada tuntutan jaksa beserta putusan hakim. Retno menegaskan bahwa dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak, pelaku tidak bisa berdalih suka sama suka karena korban masih berusia di bawah 18 tahun.

"Persetubuhan dengan anak itu pidana, jadi tidak ada suka sama suka, mau sama mau, tidak ada dalam konteks persetubuhan dengan anak. Apalagi dengan ada relasi kuasa yang timpang, dimana pelaku adalah guru dan korban adalah murid, murid dalam ancaman kalau tidak mau menuruti kemauan guru," katanya.(chm/ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hotman Paris Ungkap Identitas dan Foto Pelaku Penyekapan 3 Tahun di Bandung

Hotman Paris Ungkap Identitas dan Foto Pelaku Penyekapan 3 Tahun di Bandung

Hotman Paris mengungkap foto dan identitas pelaku penyekapan 3 tahun di Bandung, tim Hotman 911 turun tangan dampingi keluarga korban YTT secara gratis.
Transjakarta Minta Maaf atas Kecelakaan di Cikoko, Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Transjakarta Minta Maaf atas Kecelakaan di Cikoko, Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Transjakarta meminta maaf atas kecelakaan yang terjadi di Cikoko arah Pluit, Jakarta Selatan, pada Senin (22/6/2026) pagi. 
Hitung-hitungan Tim yang Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 via Peringkat Ketiga Terbaik: Belgia Belum Aman, Swedia Teratas

Hitung-hitungan Tim yang Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 via Peringkat Ketiga Terbaik: Belgia Belum Aman, Swedia Teratas

Persaingan memperebutkan tiket 32 besar Piala Dunia 2026 melalui jalur peringkat ketiga terbaik semakin memanas. Sejumlah tim besar kini belum sepenuhnya aman.
Ditampar Marco Bezzecchi di MotoGP Ceko 2026, Marshal Buka Suara: Itu Kecelakaan

Ditampar Marco Bezzecchi di MotoGP Ceko 2026, Marshal Buka Suara: Itu Kecelakaan

Ladislav selaku marshal yang sempat ditampar Marco Bezzecchi akhirnya buka suara terkait insiden yang sempat menggegerkan pekan balap MotoGP Ceko 2026.
Polisi Ungkap Alasan Pemeriksaan Roy Suryo dan Dokter Tifa di RS Polri Kramat Jati: Dokter-Perlengkapan Lebih

Polisi Ungkap Alasan Pemeriksaan Roy Suryo dan Dokter Tifa di RS Polri Kramat Jati: Dokter-Perlengkapan Lebih

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, orang yang akan dilakukan penahanan, perlu diperiksa. Hal ini untuk mengetahui soal penyakit yang bersangkutan.
Dikira Keturunan Betawi, Ternyata Pemain Ini Tak Bisa Bela Timnas Indonesia Sama Sekali

Dikira Keturunan Betawi, Ternyata Pemain Ini Tak Bisa Bela Timnas Indonesia Sama Sekali

Di tengah gencar-gencarnya gelombang naturalisasi pemain diaspora untuk memperkuat Timnas Indonesia, sebuah kabar unik datang dari daratan Eropa. Gelandang muda

Trending

Belum Juga Megawati Hangestri Gabung, Legenda Hyundai Hillstate Sebut Timnya Bakal Berubah Total Musim Depan

Belum Juga Megawati Hangestri Gabung, Legenda Hyundai Hillstate Sebut Timnya Bakal Berubah Total Musim Depan

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate dan langsung memicu perubahan besar. Simak komentar legenda klub Yang Hyo-jin untuk V-League 2026/2027.
Pelatih Hyundai Hillstate Bocorkan Tanggal Kedatangan Megawati Hangestri di Korea Selatan Jelang V-League 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate Bocorkan Tanggal Kedatangan Megawati Hangestri di Korea Selatan Jelang V-League 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, membocorkan jadwal kedatangan Megawati Hangestri ke Korea Selatan untuk memulai persiapan menghadapi Liga Voli Korea musim 2026-2027.
Klasemen Piala Dunia 2026: Mesir dan Spanyol Puncaki Grup, Tanjung Verde Berpotensi Cetak Sejarah

Klasemen Piala Dunia 2026: Mesir dan Spanyol Puncaki Grup, Tanjung Verde Berpotensi Cetak Sejarah

Klasemen Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026), persaingan makin ketat setelah rampungnya matchday kedua. Mesir dan Spanyol kini memimpin grup masing-masing.
Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, tak menutupi kekecewaannya usai kalah dari Spanyol 0-4 di Piala Dunia 2026. Ia mengakui The Green Falcons kalah kualitas.
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Baru-baru ini beredar terkait kabar detik-detik 14 oknum TNI-Polri terjaring razia atau Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib)  di THM, Surabaya, pada Sabtu
Selengkapnya

Viral