News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh, Kemarin Bilang Ferdy Sambo Tak Ada di Lapas Salemba, Alvin Lim Kini Ngaku Pernah Sogok Polisi: Rp400 Juta Agar ..

Pengakuan mengejutkan Advokat Alvin Lim yang menyogok Polisi, demi melawan para mafia dan penjahat, dan titik balik hidupnya, ingin bermanfaat bagi masyarakat.
Selasa, 9 Januari 2024 - 21:21 WIB
Advokat Alvin Lim bongkar soal hukum di Indonesia.
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube Akbar Faizal Uncensored

Jakarta, tvOnenews.com - Advokat Alvin Lim menjadi perbincangan hangat publik beberapa waktu belakangan ini, setelah pengakuan mengejutkannya soal Ferdy Sambo tidak pernah berada di Lapas Salemba.

Alvin Lim dikenal atas pernyataan-pernyataan kontroversialnya tentang Hukum di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan sebelumnya, Alvin Lim menyebut bahwa Ferdy Sambo tidak pernah tidur di Lapas Salemba.


Advokat Alvin Lim bongkar soal hukum di Indonesia. 

"Sambo bilangnya di Lapas Salemba kan? dia tidak pernah ditahan di Lapas Salemba Pak, namanya doang di situ, saya kan di Lapas Salemba Pak," tuturnya.

Alvin Lim menegaskan bahwa dirinya bebas dari Lapas Salemba.

"Itu Si Sambo itu tidak pernah tidur di dalam penjara pak di Lapas Salemba," ungkap Alvin yang dikutip dari Youtube Richard Lee.

"Jadi di mana?" tanya Richard Lee.

"Di kantor KPLP di atas, gedung ruang ada AC. Namanya doang ada di situ," ujar Alvin.

Alvin Lim mengaku sogok polisi

Baru-baru ini Alvin Lim hadir di acara bincang di Youtube milik Akbar Faizal yang bertajuk 'AF Uncensored'.

Akbar Faizal berkata bahwa dirinya sering membaca catatan dan  pemberitaan tentang Alvin Lim yang dianggapnya sangat nekad.

"Tidakkah you merasa bahwa dirimu itu terlalu nekad?" tanya Akbar Faizal.

"Saya berapa kali berpikir seperti itu juga Pak, tetapi saya hanya berpikir namanya kita manusia, saya nggak sempurna, dulu juga saya banyak dosa di situ," jawab Alvin Lim dilansir Youtube Akbar Faizal Uncensored.

Alvin Lim mengaku bahwa dirinya memiliki istri dan anak, maka itu juga ingin merubah hidupnya lebih baik.

"Tadinya juga saya sebagai lawyer, jujur punya ngomong, saya juga sering menyuap, jadi sering kita satu meja bareng Jaksa sama Hakim," tuturnya.

"Orang mau bobolin uang berapa di situ ya kan, lepas aja sama kita. Tapi saya berpikir kalau kayak begitu Pak, saya bukan Lawyer, saya bukan penegak hukum, tapi saya ikut-ikutan jadi penjahat Pak, walaupun saya nggak ditangkap, nggak ketahuan," sambungya.

Di mana hal itu lah yang tidak diinginkan oleh Alvin Lim, bermain 'kotor' untuk urusan hukum.

Ia mengaku disadarkan oleh Tuhan, lantaran hidupnya juga tidak lama usai divonis oleh Dokter hanya bisa mencapai kurang lebih 2 tahun untuk hidup.

"Saya ini sudah kena gagal ginjal stadium 5, waktu saya paling 2 tahun mentok kata Dokter, 50 persen bisa di bawah 2 tahun, 50 persen bisa di atas 2 tahun, kalau bisa dapat donor ginjal, kalau nggak, meninggal," paparnya.

Karena sisa waktunya tidak banyak, sehingga Alvin Lim mengatakan bahwa memberikan waktunya untuk anak dan istrinya. Dan ingin berbuat baik kepada masyarakat.

"Saya pingin kalau saya suatu saat meninggal, saya punya simpanan di atas di surga, itu aja sih Pak," ujarnya.

Tak sampai di situ, Alvin Lim memberikan pengakuan mengejutkan soal proses menegakkan keadilan sebagai advokat.

"Jadi for wanting saya mau bersumpah, saya bersumpah advokat menegakkan keadilan, tetapi kerjaan saya tiap hari dulunya nyuap nyogok Hakim, nyogok Jaksa, nyogok Polisi," ujarnya.

"Bapak tahu itu Allianz bisa jadi tersangka Rp 16 juta, kenapa? karena saya sogok Polisi Pak, Rp 400 juta saya keluar Pak untuk menetapkan Allianz jadi tersangka," tuturnya.

"Kalau nggak, Direktur Utama Perusahaan Asuransi mana bisa Pak jadi tersangka, makanya itulah saya minta Rp 1 Miliar,, saya keluar 400 juta, kalau dibayar 600 juta rugi dong saya Pak," lanjutnya.


Alvin Lim bersama putrinya, Kate Victoria Lim di acara bincang Youtube milik Akbar Faizal.

Alvin menekankan bahwa dirinya melawan penjahat-penjahat dan mafia, orang-orang perusahaan yang tidak mau bayar ke masyarakat.

"Saya harus lebih pintar dari mereka, kalau nggak, nggak mungkin menang Pak, jadi saya melihat membela masyarakat pun kita lawan mafia-mafia," ungkapnya.

"Kalau kita jujur, kita juga nggak pintar, ya susah Pak di situ, jadi makanya kenapa saya merubah hidup saya, saya pikir, saya pakai lah cara no viral, no justice," pungkasnya.

Ia mengakui bahwa awalnya dia menggunakan cara suap dan sogok.

"Sama lah dengan lawyer-lawyer senior lainnya, setelah berubah, saya berpikir nggak lah, saya gak mau sogok, saya gak mau suap lagi, yang saya lakukan adalah kamu mau bantu apa nggak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dia mendorong polisi untuk membantunya, tapi tidak mau.

"Kalau nggak mau, saya bongkar, nggak mau, saya buktikan ke masyarakat bahwa kamu nggak benar, biar kamu diganti, kalau kamu diganti, hopefully orang yang baru itu akan menjalankan tugasnya Pak," imbuhnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BREAKING
NEWS
Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Reaksi Komisi III DPR RI soal Penetapan Tiga Tersangka Dugaan Penyandapan Presiden

Polri menetapkan tiga jenderal aktifnya sebagai tersangka kasus penyadapan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut ..
BREAKING
NEWS
Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga Orang Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, Irwasum Polri: Murni Oknum, Bukan Kebijakan Polri

Tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto. 
Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Peti kemas Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BREAKING
NEWS
Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kronologi Dugaan Penyadapan Nomor Ponsel Presiden Prabowo hingga Tersangka Hapus File Hasil Sadapan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin mengungkap kronologi dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, serta illegal access ke Presiden Prabowo
Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Trauma usai Laporkan Betrand Peto, ANW Blak-blakan soal Teror yang Dialaminya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan perempuan berinisial ANW terhadap putra Ruben Onsu, Betrand Peto masih menjadi perhatian publik. Begini kabarnya.
Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Imigrasi Serang Lacak Penjual Peci Keliling Diduga WNA di Perumahan Warga

Kehadiran penjual asing di sektor ini dikhawatirkan mengganggu mata pencaharian warga setempat yang menggantungkan hidup dari usaha berjualan peci.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral