News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polemik Pernyataan Jokowi Presiden Tak Harus Netral, PDIP Singgung Perhelatan Pilpres 2024 Semakin Tak Adil

Pernyataan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait presiden yang boleh tak netral pada Pilpres 2024 ini semakin menuai polemik dari berbagai pihak.
Kamis, 25 Januari 2024 - 21:21 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Pernyataan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait presiden yang boleh tak netral pada Pilpres 2024 ini semakin menuai polemik dari berbagai pihak. 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak terkecuali dari kubu PDIP yang turut serta mengomentari pernyataan dari Jokowi terkait sikap presiden yang tak harus netral pada perhelatan Pilpres 2024 ini. 

 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengungkap pernyataan Jokowi mendapat banyak tentangan dari individu pro demokrasi

 

Bahkan, kata Hasto, pernyataan dari Jokowi membuat instrumen perhelatan Pilpres 2024 semakin terlihat berjalan tidak adil. 

 

"Cermati terhadap pernyataan dari Bapak Presiden Jokowi kami terus melihat bahwa reaksi yang diberikan oleh kelompok-kelompok pro demokrasi dari kalangan akademisi, dari kalangan yang mendambakan agar Pemilu bisa berjalan dengan fair," kata Hasto kepada awak media di Yogyakarta, Kamis (25/1/2024). 

 

"Ternyata menimbulkan suatu sentimen yang kurang positif didalam tradisi kepemimpinan untuk demokrasi kita," sambungnya. 

 

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa seorang Kepala Negara boleh berkampanye ataupun memihak untuk memberikan dukungan politik pada perhelatan Pilpres 2024 ini. 

 

Hal tersebut menanggapi perihal adanya menteri kabinet yang tidak ada hubungannya dengan politik tapi ikut serta menjadi tim sukses pasangan Capres-Cawapres perhelatan Pilpres 2024. 

 

"Ya ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang setiap menteri sama saja. Yang paling penting Presiden itu boleh loh itu kampanye, presiden itu boleh loh memihak, boleh," kata Jokowi dalam keterangannya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2024). 

 

Jokowi mengatakan meskipun Kepala Negara ataupun menteri bukan pejabat politik, namun sebagai pejabat negara memiliki hak untuk berpolitik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Boleh pak, kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik masa gini enggak boleh, berpolitik enggak boleh boleh. Menteri juga boleh," kata Jokowi. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kenapa Donald Trump Mau Tandatangani Kesepakatan Damai AS-Iran? Pengamat: Buat Dongkrak Popularitas

Kenapa Donald Trump Mau Tandatangani Kesepakatan Damai AS-Iran? Pengamat: Buat Dongkrak Popularitas

Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf nilai alasan Presiden AS, Donald Trump tandatangani nota kesepahaman damai Amerika Serikat-Iran demi dongkrak popularitas.
Kisah Unik Roberto Lopes: Gabung Timnas Tanjung Verde Lewat LinkedIn

Kisah Unik Roberto Lopes: Gabung Timnas Tanjung Verde Lewat LinkedIn

Bukan Vozinha, kiper 40 tahun Timnas Tanjung Verde, tapi Roberto Lopes, seorang bek yang bermain untuk Shamrock Rovers di Republik Irlandia. Lantas, apa yang membuatnya istimewa?
Prabowo Turun Tangan Gegara Harga Sawit Anjlok saat CPO Dunia Naik, Mentan Amran: Ini Anomali!

Prabowo Turun Tangan Gegara Harga Sawit Anjlok saat CPO Dunia Naik, Mentan Amran: Ini Anomali!

Presiden Prabowo turun tangan merespons anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang dinilai tidak wajar di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO).
Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun ke Papua, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare untuk Lumbung Pangan Baru

Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun ke Papua, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare untuk Lumbung Pangan Baru

Mentan Amran menegaskan Presiden Prabowo Subianto meminta agar program bantuan tersebut tetap dilanjutkan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
Modus Ritual "Buka Aura", Pencuri Perhiasan Lansia di Kalideres Diringkus Polisi

Modus Ritual "Buka Aura", Pencuri Perhiasan Lansia di Kalideres Diringkus Polisi

Seorang pria berinisial AF (48) harus berurusan dengan hukum setelah melancarkan aksi penipuan dan pencurian terhadap seorang lansia berinisial TW (67). 
Dari Padi Biosalin ke Minapadi Salin, PGN dan BRIN Dorong Nilai Ekonomi Lahan Pesisir Batang

Dari Padi Biosalin ke Minapadi Salin, PGN dan BRIN Dorong Nilai Ekonomi Lahan Pesisir Batang

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Heboh Anggota Intel Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY: Bagian dari Pengawalan Aksi

Seorang pria berpakaian sipil yang diduga anggota intelijen kepolisian diamankan oleh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (17/6/2026). 
Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Samai Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo berhasil menyamai rekor mentereng milik Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Ari Bias Kalah Lagi dalam Kasus Lagu Agnez Mo, Gugatan Rp4,9 Miliar Kandas

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat resmi menolak gugatan bernilai Rp4,9 miliar yang diajukan Ari Bias selaku pencipta lagu Bilang Saja terhadap perusahaan hiburan HW Group.
Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Prabowo Kumpulkan Para Petinggi Bank Himbara, Mau Bahas Apa?

Selain jajaran direksi Bank Himbara, Prabowo juga memanggil Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenkeu Suahasil Nazara, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Breaking News! Proses Eksekusi Hotel Sultan, Tamu Hotel Panik Terpaksa Check Out Sebelum Waktunya

Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan diwarnai aksi kepanikan para tamu hotel yang menginap pada Kamis (18/6/2026).
Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Kondisi Nasional, Minta Pemerintah Perkuat Kolaborasi

Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional
Selengkapnya

Viral