News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Debat Pamungkas Capres, Mencuat Isu Politik Gentong Babi Ala Jokowi di Medsos

Begitu menyita perhatian elite politik hingga menuai komentar menohok netizen, soal postingan tulisan Politik Gentong Babi Ala Jokowi atau park barrel politic
Minggu, 4 Februari 2024 - 18:24 WIB
Jelang Debat Pamungkas Capres, Mencuat Isu Politik Gentong Babi Ala Jokowi di Medsos
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Jelang debat pamungkas Capres atau debat capres terakhir, mencuat pula isu Politik Gentong Babi ala Jokowi, di media sosial (Medsos). 

Mirisnya, isu tersebut dilampirkan sebuah foto Presiden Jokowi sedang membawa gentong yang berisikan babi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak, hal ini menyita perhatian publik hingga menuai komentar menohok netizen, di medsos Isntagrma.

Dari pantauan tvOnenews, foto tersebut juga ada bertuliskan 'Pork Barrel.' Bahkan akun yang mengunggah foto tersebut menuliskan keterangan. 

"Kita semua dikecewakan oleh pergerakan Presiden Jokowi menjelang Pemilu Serentak 2024. Ketidaknetralan Presiden sangat berpotensi merusak demokrasi dan mengangkangi suara rakyat dalam menentukan pilihan pada tanggal 14 Februari 2024."

"Presiden Jokowi secara terang-terangan menggunakan bansos demi kepentingan elektabilitas sementara yang diduga kuat untuk memenangkan Politik Dinastinya," tulis akun media sosial (medsos) instargam bem_si (Bem SI) seperti yang dikutip tvOnenews, Minggu (4/2/2024).  

Selain itu, slide foto kedua mereka juga menuliskan bahwasanya, dalam kajian politik ada istilah politik gentong babi (park barrel politic).

Istilah politik ini dipakai untuk menggambarkan peristiwa politik di mana distribusi sumber daya seperti anggaran dalam bentuk hibah atau bansos kepada kosntituen oleh elit. 

"Biasanya politik gentong babi lebih menggunakan kebijakan-kebijakan populis yang justru seringkalo malah mengabaikan azas manfaat dari satu kebijakan,"

"Dengan adanya program populis tersebut, penguasa dapat menanamkan romantisme kepada masyarakat," tulisnya di dalam slide kedua foto. 

Bahkan mirisnya, pada slide ketiga mereka juga menuliskan dalam unggahannya soal Rakyat Dipikat Pakai Bansos.

"Di masa kampanye Pemilu 2024 kali ini, Jokowi mengkucurkan Rp11 triliun bansos, bansos sebagai praktok politik gentong babi menimbulkan suatu efek personalisasi terhadap public goods," tulisnya.

"Seola-olah Jokowi merupakan ratu adil yang benar-benar memperhatikan kebutuhan rakyat. Padahal, di balik bansos ada kepentingan politis untuk menjada loyalitas dan eksistensi Jokowi."

Di samping itu, mereka juga menuliskan ihwal 'Siapa yang Diuntungkan?'

Tajuk tersebut dituliskan di slide ketiga, di mana isinya menjelaskan bahwa jelas sekali yang diuntungkan atas praktik ini adalah pihak pertahana yang memiliki akses dan otoritas untuk mengelola sumber daya publik. 

"Rakyat sadar betul siapa yang menjadi boneka kayu pihak pertahana," tulisnya sambil menerakan link berita soal Politisasi Bansos.

Tak hanya itu saja, akun tersebut juga jelaskan, bahwa last minute pemilu, rakyat semakin bisa melihat jelas bahwa jokowi melahirkan kebijakan yang tidak sepenuhnya berangkat dari public interest. 

Akan tetapi, mereka katakan, lebih berupa menghadirkan untuk kepentingan elektabilitas penerusnya. 

"akhinrya rakyat bisa berpikir dan meyimpulkam bahwa Jokowi tidak hanya jadi presiden tetapi jadi bekingan dan juru selamat," tulis mereka. 

Slide terakhir mereka menuliskan, 'Jangan Menjadi Babi dalam Gentong'

"Seharusnya Jokowi beserta menter-menterinya yang ingin terlibat dalam kontestasi Pemilu 2024 berhenti bermain babi dalam gentong dengan mundur dari jabatannya. Sehingga dengan begitu otoritas dan wewenang sebagai pejabat publik tidak dipakai untuk kepentingan elektabilitas kontestasi politik," jelasnya. 

Sontak hal ini ramai dikomentari netizen di dalam kolom komentar. 

"Sehat-sehat nggeh bapak jokowi, sabar yaa pak," tulis netizen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Min bukannya bansos udah ada dari dulu ya? Sebagai keluarga yang nggak pernah macet bansosnya agak nggak setuju si, soalnya di desa aku lancar jaya bansos, mulai dari PKH anak sekolah dan bansos untuk lansia lancar kok nggak cuma waktu pilpres ini aja," tulis netizen lagi.

"RUU perampasan Aset kalian kemana aja?? Kok sekarang baru koar-kora, apa habis dapat ceperan," tulis netizen kembali. (aag) 
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Siaran Langsung FC Seoul Vs Persib di ACL 2: 2 Pilar Absen, Tuan Rumah Kaget Lihat Kekuatan Maung Bandung

Jadwal Siaran Langsung FC Seoul Vs Persib di ACL 2: 2 Pilar Absen, Tuan Rumah Kaget Lihat Kekuatan Maung Bandung

Persib menghadapi FC Seoul di ACL Two dalam kondisi pincang. Sandy Walsh dan Gakuto Notsuda absen, sementara tuan rumah sudah mengulik kekuatan Maung Bandung.
Pertama Kali Juara Umum Popprov DKI, Atlet Pelajar Jakarta Barat Kebanjiran Bonus

Pertama Kali Juara Umum Popprov DKI, Atlet Pelajar Jakarta Barat Kebanjiran Bonus

Kontingen atlet pelajar Jakarta Barat mencetak sejarah untuk pertama kalinya menjadi juara umum Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Popprov) DKI Jakarta 2026. Keberhasilan ini membuat mereka mendapat apresiasi berupa bonus kepada para atlet peraih medali emas.
Manchester United Siap Tunjuk Antonio Conte sebagai Pengganti Michael Carrick jika Performa Tak Kunjung Membaik?

Manchester United Siap Tunjuk Antonio Conte sebagai Pengganti Michael Carrick jika Performa Tak Kunjung Membaik?

Manchester United kabarnya siap menunjuk Antonio Conte sebagai pengganti baru jika Michael Carrick tak segera memperbaiki timnya. Hal ini beriringan dengan performa buruk di awal musim.
Raja Juli Ungkap Polisi Proses Hukum 112 Kasus terkait Karhutla, 26 Perusahaan Dibekukan

Raja Juli Ungkap Polisi Proses Hukum 112 Kasus terkait Karhutla, 26 Perusahaan Dibekukan

Menhut Raja Juli Antoni mengungkapkan izin usaha dari 26 perusahaan telah dibekukan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menhut: Izin 26 Perusahaan Dibekukan Imbas Karhutla

Menhut: Izin 26 Perusahaan Dibekukan Imbas Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah membekukan izin usaha 26 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabar Gembira, Mulai 16 September 2026 Dedi Mulyadi Siarkan Langsung Info Lowongan Kerja

Kabar Gembira, Mulai 16 September 2026 Dedi Mulyadi Siarkan Langsung Info Lowongan Kerja

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membawa kabar gembira. Hal tersebut disampaikannya melalui akun medsos Tiktoknya soal lowongan kerja.

Trending

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Menguak Tabir Penyebab Utama Purbaya Dicopot sebagai Menkeu: Ini adalah Momentum

Purbaya Yudhi Sadewa, kini menjadi sorotan publik, usai dirinya dicopot Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia. Tidak sedikit
Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Buka Suara Usai Suaminya Dicopot Prabowo, Singgung Orang Jahat

Istri Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina merespons pencopotan suaminya dari jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia bilang kalau...
Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Begini Kronologi Pak Guru Yasin yang Viral di Medsos, Kini Dikabarkan telah Dipecat dari Sekolah

Aksi pak guru SD di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tengah viral di media sosial. Sebab diduga menggunakan make up dan lipstik saat mengajar.
Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Berkelakar Usai Dipecat Jadi Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Ikan Mujair, Ikan Nila di Kolam

Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar usai dirinya dipecat dari jabatannya. Dia akan memancing di kolam sambil memikirkan kenapa dirinya dipecat. 
Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral "Pak Guru" di Tolitoli Pakai Makeup saat Mengajar, Kini Diberhentikan

Viral di media sosial sejumlah video yang memperlihatkan seorang “Pak Guru” memakai makeup ala perempuan saat mengajar. Kini berujung diberhentikan.
KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

KPK Ungkap Peran Fahd Arafiq dalam Kasus HGB Summarecon: Jadi Penampung Uang Korupsi ATR/BPN

Erwin dan Fakhry kemudian menyetorkan uang tersebut kepada mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, yang diduga juga termasuk salah satu orang kepercayaan Nusron Wahid.
Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Terpopuler: Kata Anak Purbaya Yudhi Sadewa Usai Ayahnya Dicopot hingga Peringatan Media Korea untuk Megawati

Tiga berita jadi sorotan pembaca tvOnenews.com Selasa (15/9), mulai dari respons putra Purbaya Yudhi Sadewa usai sang ayah dicopot hingga Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral