GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saksi KPU Sampai Menahan Tangis di Sidang MK, Akui Terlalu Lama Menahan Diri untuk Ungkapkan Fakta Ini

Yudistira Dwi Wardhana Asnar merupakan saksi fakta yang dihadirkan KPU di sidang lanjutan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dia sempat menahan tangis karena ini.
Kamis, 4 April 2024 - 05:38 WIB
Saksi KPU Yudistira Dwi Wardhana Asnar sampai menahan tangis di sidang MK
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Yudistira Dwi Wardhana Asnar. Dia adalah saksi fakta yang dihadirkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sidang lanjutan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 (PHPU Presiden) pada Rabu (3/4/2024). 

Yudistira merupakan sosok yang bertugas di balik pengembangan Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap) menahan tangis di persidangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan nada getir, dia mengaku sudah lama menahan diri untuk mengungkapkan sebuah fakta.

Pada akhirnya, fakta tersebut terkuak di sidang lanjutan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 (PHPU Presiden). 

Hal ini bermula dari Yudistira ditanya perihal apakah pihaknya telah diaudit oleh negara terkait aplikasi Sirekap.

tvonenews

"Apakah kami sudah diaudit? Sudah, kami sudah diaudit. Ada dua lembaga yang sudah melakukan audit. BRIN sudah melakukan audit dan BSSN sudah melakukan technical assessment," kata dia di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024).

Yudistira tertangkap kamera tengah menarik napas panjang seakan kehilangan kata-kata. Dia pun berbicara dengan terbata.

"Karena sudah lama saya harus menahan fakta ini, mohon maaf Yang Mulia," kata Yudistira lirih.

"Jadi kami sudah diaudit. Terima kasih kepada dukungan lembaga negara tersebut, mendukung kami untuk menjadi lebih baik seperti saat ini," lanjutnya. 

Yudistira yang berprofesi sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan alasan dia turut serta mengembangkan Sirekap karena ingin berzakat lewat ilmu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Walaupun tadi ada banyak kekurangan dan kawan-kawan. Ya saya ambil pekerjaan ini, saya mau turun dari kampus karena saya ingin belajar, pengen zakat ilmu gitu ya," ungkapnya. 

"Kalau dosen enggak terlalu banyak duitnya, makanya zakat ilmu bismillah," sambung dia. (agr/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Pemain Timnas Voli Jepang Shunichiro Sato Ditangkap Polisi: Gara-gara Tas Tertinggal, Ditemukan Ganja

Kronologi Pemain Timnas Voli Jepang Shunichiro Sato Ditangkap Polisi: Gara-gara Tas Tertinggal, Ditemukan Ganja

Menilik kronologi penangkapan pemain Timnas Voli Jepang, Shunichiro Sato (middle blocker) karena diduga memiliki ganja saat menjalani pemusatan latihan atau traning camp (TC).
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun hingga April 2026, Ratusan Ribu Petani dan Nelayan Sudah Terjangkau

BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun hingga April 2026, Ratusan Ribu Petani dan Nelayan Sudah Terjangkau

BRI menyalurkan KUR Rp65,95 triliun hingga April 2026 kepada 1,3 juta debitur, termasuk 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan.
Dedi Mulyadi Heran Warga Bisa Bertahan di Tengah Gunungan Sampah Pasar Ciwastra: kok Masih Bisa Hidup?

Dedi Mulyadi Heran Warga Bisa Bertahan di Tengah Gunungan Sampah Pasar Ciwastra: kok Masih Bisa Hidup?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini menyoroti kondisi tumpukan sampah di TPS Pasar Ciwastra yang dinilai sudah memprihatinkan. KDM heran warga bisa bertahan.
Ternyata Oh Ternyata, Rupiah Sempat Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, Tapi Berbalik Turun Lagi

Ternyata Oh Ternyata, Rupiah Sempat Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini, Tapi Berbalik Turun Lagi

Rupiah sempat menyentuh Rp17.900 per dolar AS hari ini sebelum kembali turun. Tekanan global dan domestik jadi penyebab pelemahan rupiah.
Geger! WNA Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Polisi Temukan Sederet Luka Kekerasan

Geger! WNA Tewas Bersimbah Darah di Bekasi, Polisi Temukan Sederet Luka Kekerasan

Seorang warga negara asing (WNA) berinisial S (66) menggegerkan warga Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, usai ditemukan bersimbah darah di rumahnya, pada Rabu (27/5/2026) malam.
Hasil Singapura Open 2026: Pulangkan Unggulan Pertama, Alwi Farhan Sukses Melangkah ke Babak Perempat Final

Hasil Singapura Open 2026: Pulangkan Unggulan Pertama, Alwi Farhan Sukses Melangkah ke Babak Perempat Final

Hasil Singapura Open 2026 dari sektor tunggal putra yang menyajikan pertarungan wakil Indonesia, Alwi Farhan menghadapi Shi Yu Qi.

Trending

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Sempat Hilang saat Pawai Juara Persib Bandung, Frans Putros Beri Reaksi Mengejutkan usai Ponselnya Ditemukan

Bek Persib Bandung, Frans Putros memberikan reaksi mengejutkan. Hal itu terjadi setelah ponsel diduga miliknya yang hilang saat pawai juara berhasil ditemukan.
‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

‎Thom Haye dan Shayne Pattynama Tetap Ikut TC Timnas Indonesia Meski Absen di FIFA Matchday, Ternyata Ini Alasannya

Dua pemain keturunan, Thom Haye dan Shayne Pattynama terpantau mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia. Keduanya turut hadir di TC perdana meski sejatinya absen dalam FIFA Matchday Juni 2026.
Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Fabio Grosso Bisa Bawa Jay Idzes ke Fiorentina, Segini Mahar yang Perlu Dikeluarkan untuk Bek Timnas Indonesia

Laporan dari Italia mengatakan bahwa Jay Idzes bisa dibawa Fabio Grosso ke Fiorentina. Sang bek Timnas Indonesia bisa direkrut oleh La Viola pada bursa transfer musim panas.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati dalam Sebulan: dari Kiai Ashari di Pati hingga Pengasuh Ponpes di Pekalongan

Daftar kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati pada Mei 2026, mulai dari Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati dan KH Abdul Khalim Fadlun, pengasuh Ponpes di Pekalongan.
Selengkapnya

Viral