GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dewas Bongkar Tabiat Buruk KPK Selama 2 Tahun Terakhir, Ternyata Pimpinan KPK Sering Tutupi Dokumen Penting

Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean, mengungkapkan perihal tabiat buruk KPK selama dua tahun terakhir. 
Rabu, 5 Juni 2024 - 15:28 WIB
Gedung KPK.
Sumber :
  • Antara/Fianda Sjofjan Rassat

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean, mengungkapkan tabiat buruk KPK selama dua tahun terakhir.  

Pernyataan itu disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DP, di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengaku kesulitan mendapat data KPK selama dua tahun terakhir.

"Dalam dua tahun terakhir ini, akses kami untuk mendapatkan data-data itu juga sudah mulai sulit kami peroleh, karena ada ketentuan di pimpinan KPK," kata Tumpak.

Tumpak menyebutkan pihaknya baru bisa mendapatkan data dan dokumen KPK jika sudah mendapat persetujuan dari pimpinan KPK.

tvonenews

"Pemberian dokumen atau data tertulis itu harus melalui persetujuan pimpinan KPK," terang dia.

Dia membeberkan kondisi ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang bisa bebas mengakses data dan dokumen lembaga antirasuah itu.

"Selama ini kami bisa minta saja kepada deputi ‘Tolong kami minta, sekjen tolong kami minta dikasih. Tapi dua tahun terakhir ini itu sudah ditutup, harus melalui pimpinan KPK. Kami merasa itu suatu kendala," jelasnya.

Lalu, kendala lain yang disebut Tumpak adalah sikap pimpinan KPK yang disebut terkesan memandang sepele putusan-putusan atau ketetapan yang diketok Dewas.

Dalihnya karena ketetapan Dewas tidak tercatat di Kemenkumham sehingga dianggap tidak sah.

“Juga pernyataan-pernyataan pimpinan di dalam rapat-rapat tertentu dengan Deputi dengan Direktur yang mengatakan, seolah-olah apa yang telah diputuskan Dewas adalah, ya, tidak sah, sehingga menimbulkan persepsi yang negatif terhadap Dewan Pengawas,” imbuh Tumpak.

Dia juga menilai, pimpinan KPK kerap menilai peraturan kode etik dan perilaku yang ditetapkan Dewas sebagai aturan yang tidak sah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kenapa? Karena tidak didaftarkan, tidak diundangkan di Menkumham, tidak dimuat dalam berita negara, padahal sebelum kami menetapkan peraturan itu terlebih dahulu kami berkonsultasi kepada Menteri Hukum dan HAM karena ini adalah aturan internal, tidak perlu didaftarkan ke Kemenkumham,” tuturnya.

Dia juga menceritakan dirinya beberapa kali mendapatkan ‘cerita belakang’ dari pimpinan KPK.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

KSP Ketemu Wamen Stella, Target SMA Garuda Cetak Alumni Oxford hingga Peraih Nobel

Program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu disiapkan bukan sekadar sekolah unggulan biasa, melainkan mesin pembentuk generasi elite nasional
Xi Jinping: China-AS Harusnya Bermitra, Bukan Bersaing

Xi Jinping: China-AS Harusnya Bermitra, Bukan Bersaing

Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kedua negara seharusnya menjadi "mitra, bukan rival" saat keduanya bertemu di Beijing, Kamis (14/5).
Seluruh Pengiriman Senjata Amerika Serikat Dilarang Lewat Selat Hormuz

Seluruh Pengiriman Senjata Amerika Serikat Dilarang Lewat Selat Hormuz

Amerika Serikat tidak diizinkan Iran mengirim senjata melewati Selat Hormuz menuju pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, kata juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia.
Mabes Polri Datangi Pos Satkamling di Gandaria, Akui Terkesima Satkamling Modern Buatan Warga

Mabes Polri Datangi Pos Satkamling di Gandaria, Akui Terkesima Satkamling Modern Buatan Warga

Bukan karena aksi kriminalitas, Tim Mabes Polri datangi salah satu kampung di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta.
Alihkan Motor Kreditan ke Pihak Ketiga, Ibu Rumah Tangga di Sidoarjo Diadili dan Divonis 8 Bulan Penjara

Alihkan Motor Kreditan ke Pihak Ketiga, Ibu Rumah Tangga di Sidoarjo Diadili dan Divonis 8 Bulan Penjara

Seorang ibu rumah tangga asal Urang Agung, Kabupaten Sidoarjo, harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Sidoarjo, diduga terlibat kasus penggelapan kendaraan bermotor kredit
Ramalan Keuangan Shio Besok 15 Mei 2026: Tikus Panen Rezeki, Naga Waspadai Pengeluaran Mendadak

Ramalan Keuangan Shio Besok 15 Mei 2026: Tikus Panen Rezeki, Naga Waspadai Pengeluaran Mendadak

Ramalan keuangan shio besok 15 Mei 2026, Tikus panen rezeki, Naga waspadai pengeluaran mendadak. Simak prediksi lengkap 12 shio hari ini untuk persiapan Anda

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral