GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Angka Stunting Turun, Pemerintah Diklaim Berhasil Perbaiki Sektor Kesehatan

Mantan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen (Purn) Ponco Agus Prasojo, sebut pemerintahan Jokowi berhasil bawa perbaikan di sektor kesehatan Tanah Air.
Rabu, 21 Agustus 2024 - 00:00 WIB
Mantan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen (Purn) Ponco Agus Prasojo.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen (Purn) Ponco Agus Prasojo, menilai pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil membawa perbaikan pada sektor kesehatan Tanah Air.

Keberhasilan dibuktikan dengan menurunnya angka stunting pada anak secara signifikan diakhir masa pemeritahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini disampaikan Ponco dalam diskusi dialektika demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertajuk 'Membedah Pidato Presiden di Bidang Kesehatan Yang Kian Membaik'.

"Memang topik utama yang beliau singgung terutama masalah stunting sebetulnya beliau menyampaikan dari sejak beliau menjabat, yaitu 37,2 persen sampai sekarang ini jadi 21,5 persen, jadi memang jelas dari angka ada penurunan berarti ada perbaikan masalah stunting," kata Ponco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (20/8/2024).

Ponco mengaku setuju dengan instruksi Presiden Jokowi yang meminta penanganan stunting di Tanah Air harus digalakkan.

tvonenews

Bagi dia, penanganan stunting erat kaitannya dengan tanggung jawab negara dalam memberikan asupan gizi yang baik bagi Ibu hamil, termasuk mengawal tumbuh kembang anak sebagai generasi bangsa.

Untuk itu, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto periode 2014-2015 itu mendorong semua pihak ikut situs slot gacor bertanggung jawab mengedukasi masyarakat soal pentingnya asupan gizi bagi Ibu hamil dan anak.

"Kurang gizi yang kronis berarti tentang asupan gizi dan juga adanya infeksi dan berulang itu biasanya pada masyarakat Indonesia yang di pelosok, biasanya  terkendala masalah nutrisi, bahan-bahan juga, mungkin yang lain-lain tapi juga masalah edukasi mungkin tidak ada yang menyentuh sampai ke daerah-daerah terpencil," tegas dia.

Di sisi lain, Ponco mengaku yakin tekad Jokowi menghilangkan stunting di Indonesia bakal diteruskan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dia menambahkan, program Prabowo selama masa kampanye sangat konsisten memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah tertentu.

Ponco juga menuturkan ada beberapa hal yang menjadi penyebab masih adanya kasus stunting di Indonesia.

Pertama, kurangnya asupan gizi saat anak masih dalam kandungan.

"Ini sangat kompleks, sangat kompleks itu bukan sekadar orang enggak bisa makan tapi apa yang dimakan ini jadi ini kompleks," kata dia.

Faktor lainnya ialah lingkungan atau tempat tinggal masyarakat yang tidak sehat.

Ponco juga mengungkapkan maksud dari lingkungan tidak sehat adalah situasi tempat tinggal yang mengundang penyakit tertentu.

"Sehingga orang makannya udah kurang atau pas-pasan kena penyakit akhirnya memudahkan terjadi termasuk makanan yang kurang bersih itu bisa menyebabkan yang di daerah itu banyak cacingan. Itu memengaruhi nutrisi dari ibu yang mengandung, janin akhirnya bisa tumbuh tidak sempurna," beber dia.

Tak kalah penting dari itu, kata Ponco negara harus hadir dalam menanggulangi kemiskinan.

Dia menjelaskan, penanggulangan kemiskinan bisa dilakukan dari sektor lapangan kerja.

Ponco juga berpandangan kesejahteraan masyarakat yang baik memudahkan pemerintah dalam menuntaskan kasus stunting anak.

Di samping dari itu, kesadaran tentang pentingnya asupan gizi yang baik harus tumbuh dalam setiap benak masyarakat.

"Supaya lebih menyadari bahwa gizi itu perlu, bukan seketika langsung makan tapi jangka panjang. Ini generasi kita generasi penerus kita itu harus punya kualitas dari sisi kesehatan maupun kemampuan dan intelektual," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena.

Dia mengapresiasi perbaikan-perbaikan sektor kesehatan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Dia mencontohkan keseriusan Kepala Negara dalam membenahi bidang farmasi Indonesia.

Salah satunya, menggelontorkan anggaran 5,5 persen dari total APBN 197,8 triliun untuk sektor kesehatan yang benar-benar menjawab berbagai kebutuhan dan catatan-catatan dari berbagai pihak terkait perbaikan kesehatan di Tanah Air.

"Dan kalau kita cermati kenaikan ini juga akan menyentuh juga program-program yang akan jauh lebih terukur penanganannya," terang Melkiades.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyebut jika Undang-Undang (UU) Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang baru disahkan tahun lalu itu mengubah paradigma tentang kesehatan yang semula hanya fokus terhadap orang sakit kini menjadi dominan ke promotif dan preventif.

"Nah karena ini menjadi sebuah perubahan paradigma kesehatan di Tanah Air tentunya juga anggaran kesehatan yang ada ini itu penting juga untuk kita geser menuju ke arah sana," ucap dia.

Melkiades juga mengaku optimistis ketahanan farmasi Indonesia bakal semakin membaik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, Prabowo sebagai Presiden terpilih periode 2024-2029 sudah bergerak merapihkan berbagai fasilitas kesehatan yang belum maksimal. 

"Pak Prabowo sudah bergerak untuk merapika, rumah sakit memang perlu dibenahi. Saya cermati juga sudah menyentuh bagaimana kita mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, itu dia ada namanya dokter atau dokter spesialis, ada namanya nakes, ada namanya juga itu tenaga kesehatan pendukung," pungkasnya.(lkf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dukung Perjalanan Finansial Pekerja Migran Indonesia, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Dukung Perjalanan Finansial Pekerja Migran Indonesia, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat dukungannya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga melalui layanan remitansi yang terintegrasi
Kiper MU Senne Lammens Ternyata Punya Ritual Aneh Sebelum Bertanding, Rendam Sarung Tangan di Jacuzzi demi Performa Maksimal

Kiper MU Senne Lammens Ternyata Punya Ritual Aneh Sebelum Bertanding, Rendam Sarung Tangan di Jacuzzi demi Performa Maksimal

Kiper MU Senne Lammens mengungkap ritual unik sebelum bertanding, dari merendam sarung tangan di jacuzzi hingga pantangan menyebut clean sheet.
Legenda Yamaha Bocorkan Transfer Pembalap Besar di MotoGP 2027, Siapa Saja?

Legenda Yamaha Bocorkan Transfer Pembalap Besar di MotoGP 2027, Siapa Saja?

Bursa transfer pembalap MotoGP 2027 akan memberikan kejutan lewat perpindahan para pembalap besar.
Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo

Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo

Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi bagian yang tak terpisahkan dari momen Lebaran. 
Ogah Ciptakan Polemik, Agen Megawati Hangestri Ungkap Alasan Kliennya Batal Comeback ke Korea

Ogah Ciptakan Polemik, Agen Megawati Hangestri Ungkap Alasan Kliennya Batal Comeback ke Korea

Megawati Hangestri dipastikan gagal comeback ke Red Sparks pada kompetisi voli Korea Selatan musim mendatang, sang agen akhirnya beri klarifikasi secara terbuka
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Paspor Pemain Timnas Indonesia Diprotes Keras di Belanda

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Paspor Pemain Timnas Indonesia Diprotes Keras di Belanda

Dean James gegerkan Eredivisie usai NAC Breda minta laga diulang karena dugaan masalah paspor dan izin kerja pemain Timnas Indonesia. Simak selengkapnya.

Trending

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir Asep Mudik Jalan Kaki Cuma Modal Bawa Cilok: Berani Mendaki, Takut Minta Ongkos

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyayangkan penjual cilok yang mudik berjalan kaki dari Bandung-Ciamis, Asep Kumala Seta tidak berani minta ongkos ke bos.
Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Coret 17 Pemain, John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series! Ada Ole Romeny Hingga Elkan Baggott

Sebanyak 17 pemain dari skuad provisional dicoret hingga akhirnya ada 24 pemain dalam skuad final Timnas Indonesia.
John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

John Herdman Coret Ezra Walian Hingga Ricky Kambuaya, Intip 17 Nama Pemain yang Gagal Tembus Skuad Final Timnas Indonesia

Dari daftar nama yang dicoret, hampir seluruhnya nama berasal dari klub-klub Super League. John Herdman bahkan mencoret Ezra Walian dan Ricky Kambuaya dari daftar final Timnas Indonesia. 
Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

Reaksi Berkelas Go Ahead Eagles Setelah Klub Eredivisie Protes Status Dean James ke PSSI Belanda

NAC Breda mengajukan protes dengan meminta pertandingan melawan Go Ahead Eagles diulang. Kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles dituduhkan NAC Breda karena tidak sahnya klub lawan menurunkan Dean James. 
Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Terancam Absen Bela Timnas Indonesia, Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo Jelang FIFA Series 2026

Kabar mengejutkan datang jelang agenda penting Timnas Indonesia di FIFA Series 2026. Wabah batuk dilaporkan melanda sejumlah rekan klub Jay Idzes di Sassuolo.
Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

Resmi Umumkan Skuad Final FIFA Series, Ini Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia untuk Debut John Herdman

John Herdman memilih 24 pemain final Timnas Indonesia dari total 41 skuad provisional tepat pada Hari Raya Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026). 
Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda Hadapi Masalah Besar Gara-Gara NAC Breda, Dean James dalam Ancaman

Para pemain Timnas Indonesia di kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie, bisa menghadapi masalah besar karena NAC Breda. Hal ini merupakan dampak dari masalah paspor sejumlah pemain diaspora.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT