GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rakyat RI Harus Waspada! Thailand Laporkan Kasus Pertama Mpox Varian Baru yang Mematikan

Rakyat RI harus lebih waspada bila ingin berlibur ke Thailand. Pasalnya, Thailand mengonfirmasi kasus pertama di Asia, terkait virus cacar monyet
Jumat, 23 Agustus 2024 - 16:12 WIB
Rakyat RI Harus Waspada! Thailand Laporkan Kasus Pertama Mpox Varian Baru yang Mematikan
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

Jakarta, tvOnenews.com - Rakyat Republik Indonesia (RI) harus lebih waspada bila ingin berlibur ke Thailand. Pasalnya, Thailand mengonfirmasi kasus pertama di Asia, terkait virus cacar monyet (yang kini disebut mpox) strain terbaru klade 1b, yang lebih mematikan.

Bahkan Thailand menemukan kasus pada seorang pasien yang telah melakukan perjalanan ke Thailand dari Afrika.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengutip Channel News Asi (CNA) Pasien tersebut tiba di Bangkok pada 14 Agustus dan dikirim ke rumah sakit dengan gejala mpox. Departemen Pengendalian Penyakit mengatakan tes laboratorium pada pria Eropa berusia 66 tahun itu telah mengonfirmasi bahwa ia terinfeksi mpox klade 1b.

"Departemen Pengendalian Penyakit Thailand ingin mengonfirmasi hasil tes laboratorium yang menunjukkan mpox klade 1b pada pasien Eropa," jelas departemen itu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan diberi tahu tentang perkembangan tersebut, dikutip pada Jumat (23/8/2024).

"Kami telah memantau 43 orang yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien dan sejauh ini mereka tidak menunjukkan gejala, tetapi kami harus terus memantau selama total 21 hari," lanjutnya menjelaskan.

"Siapa pun yang bepergian ke Thailand dari 42 negara berisiko harus mendaftar dan menjalani pengujian pada saat kedatangan," tegas departemen tersebut.

Mpox sempat mewabah di 2022. Namun mpox kali ini merupakan versi terbaru penyakit itu.

Jenis baru klade 1b muncul di Republik Demokratik Kongo pada Juli. Ini kemudian menyebar di Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.

WHO pekan lalu mengumumkan keadaan darurat kesehatan global karena varian baru mpox itu. Bahkan mendesak produsen untuk meningkatkan produksi vaksin.

"Klade 1b menyebabkan kematian pada sekitar 3,6% kasus, dengan anak-anak lebih berisiko," sebut WHO.

Sementara, Kepala Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Thongchai Keeratihattayakorn, mengatakan bahwa mpox jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyebar dengan cepat daripada COVID-19. Karena kontak dekat yang diperlukan untuk tertular.

Untuk diketahui, Mpox disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh hewan yang terinfeksi. 

Tetapi ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat, menyebabkan demam, nyeri otot, dan lesi kulit seperti bisul besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun mpox telah dikenal selama beberapa dekade, strain baru yang lebih mematikan dan lebih mudah menular telah mendorong lonjakan kasus baru-baru ini. 

Di Kongo, pusatnya, ada lebih dari lebih dari 16.000 kasus dan 500 kematian tahun ini. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri Lomba Cerdas Cermat: Itu Kendala Teknis Sound

MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri Lomba Cerdas Cermat: Itu Kendala Teknis Sound

Sekjen MPR RI menyebut persoalan yang terjadi dalam final lomba lebih disebabkan kendala teknis, termasuk masalah suara atau sound saat perlombaan berlangsung.
Update Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026: Al Hilal Menguntit Al Nassr yang Bertengger di Puncak

Update Klasemen Liga Pro Saudi 2025/2026: Al Hilal Menguntit Al Nassr yang Bertengger di Puncak

Hingga update terakhir pada Rabu (13/5/2026) pukul 18.35 WIB, tensi di papan atas klasemen semakin memanas menyusul hasil imbang antara Al Nassr vs Al Ahli.
Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa Bacakan Tuntutan Korupsi Chromebook Setebal 1.597 Halaman

Sidang Nadiem Makarim Memanas, Jaksa Bacakan Tuntutan Korupsi Chromebook Setebal 1.597 Halaman

Jaksa membacakan tuntutan setebal 1.597 halaman terhadap Nadiem Makarim dalam kasus korupsi Chromebook dan CDM di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Prediksi Line Up Hyundai Hillstate: Megawati Hangestri Pertiwi Dapat Dukungan Pemain Senior Timnas Korea Selatan

Prediksi Line Up Hyundai Hillstate: Megawati Hangestri Pertiwi Dapat Dukungan Pemain Senior Timnas Korea Selatan

Kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi diprediksi akan menjadi tumpuan lini serang Hyundai Hillstate, dengan dukungan pemain berpengalaman Timnas Korea Selatan.
I.League Angkat Bicara soal Desain Trofi Juara Super League Musim Ini, Baru atau Tetap Pakai yang Lama?

I.League Angkat Bicara soal Desain Trofi Juara Super League Musim Ini, Baru atau Tetap Pakai yang Lama?

I.League membuka peluang menghadirkan kejutan pada desain piala Super League 2025/2026 saat Persib Bandung dan Borneo FC bersaing ketat menuju gelar juara.
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak, Ini Rencana I.League untuk Penyerahan Piala

Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak, Ini Rencana I.League untuk Penyerahan Piala

I.League siapkan dua piala di dua lokasi jika Persib dan Borneo FC bersaing sampai pekan terakhir Super League. Skenario dramatis 2018 bisa jadi terulang lagi.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral