GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rivaldi Terpidana Kasus Vina Cirebon Berani Buka-bukaan, Akui Tak Mau Tandatangani Berkas Penting Ini

Rivaldi alias Ucil terpidana kasus Vina Cirebon akhirnya berani buka-bukaan soal kasus yang menjadi viral usai Film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop bulan Mei lalu. Begini katanya.
Minggu, 8 September 2024 - 09:24 WIB
Rivaldi terpidana kasus Vina Cirebon
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Rivaldi alias Ucil terpidana kasus Vina Cirebon akhirnya berani buka-bukaan soal kasus yang menjadi viral usai Film Vina: Sebelum 7 Hari tayang di bioskop bulan Mei lalu. 

Dalam sebuah wawancara live streaming, Rivaldi menegaskan jika dirinya sama sekali tidak tahu soal kasus Vina Cirebon 2016 lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tiba-tiba orang tua korban datang dan bertanya. Kamu tahu enggak kejadian ini? Saya tanya, ‘Kejadian apa pak? Saya sudah tiga hari di sini (Polsek)’. Saya posisinya sudah di Polsek selama tiga hari,” katanya dikutip pada Minggu (8/9/2024).  

Rivaldi menyebut sosok itu memberitahunya jika teman-temannya sudah mengakui soal kejadian itu.

Namun, Rivaldi tidak paham teman-teman yang mana dan kejadian yang mana. Dia pun mengaku mendapatkan kekerasan setelah percakapan itu. 

"Teman-teman saya siapa pak? Terus saya dijedotin ke tralis. Kemudian saya bertanya nanti dulu. Ada apa? Kok saya digituin?," ujarnya. 

Kemudian, kata dia, Sudirman muncul. Sudirman ditanya polisi untuk menunjukkan siapa orangnya yang terlibat dalam kasus Vina Cirebon. 

"Sudirman ditanya polisi siapa orangnya. Kemudian Sudirman menunjuk saya bilang, ‘Itu pak yang ada tatonya’. Dan dia nyebutin nama Andika. Terus saya jawab nama saya bukan Andika pak," terang Rivaldi. 

Dia pun menceritakan setelah kejadian itu dirinya dibawa ke Polres. Dia mengaku dipukul dan disuruh untuk mengakui jika dia yang melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan pembunuhan. 

Setelah itu, kata dia, Rivaldi dimasukkan ke dalam sel. Di sana dia melihat ada terpidana lainnya yang sama-sama disiksa. 

“Saya tidak mengenal mereka,” ungkapnya. 

Rivaldi mengatakan dirinya tiba-tiba dipindahkan ke Polda Jabar untuk disidang dalam kasus penganiayaan teman wanitanya.

"Saya di Polda cuma buat proses penyembuhan sekitar dua atau tiga bulanan. Kan saya ada kasus sajam. Kemudian saya dikembalikan ke Polsek. Terus saya dititipin di Rutan Pelabuhan. Saya sidang kasus itu. Hasilnya divonis 1 tahun 6 bulan," katanya.

Namun, Rivaldi heran karena tiba-tiba dia dilimpahkan ke kasus Vina Cirebon.

"Tiba-tiba pelimpahan lagi ke kasus Vina. Sedangkan, tanda tangan saja enggak. Saya marah-marah di persidangan. Apa-apaan pak tiba-tiba pelimpahan lagi. Sampai matipun saya enggak pernah tanda tangan dalam kasus Vina," tegas dia.

Rivaldi mengaku tidak pernah menandatangani BAP kasus Vina Cirebon.

"Jangankan isi BAP-nya, bikin BAP-nya saya enggak tahu apa-apa dan saya enggak mau tahu. Terus disuruh tanda tangan ya enggak maulah saya," katanya. 

Dia mengaku baru tahu isi dakwaan di persidangan dimana poin-poin dakwaan itu berisikan jika dirinyalah yang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua dakwan di pengadilan saya bantah. Jangankan masalah BAP, tanda tangan saja saya enggak. Sampai saya buktikan bukti jenis tanda tangan saya di depan hakim," pungkasnya. 

tvonenews

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK Bongkar Akar Korupsi dari Pelayanan Publik, Perizinan hingga Bansos Jadi Sorotan Ombudsman

KPK dan Ombudsman RI memperkuat kerja sama pencegahan korupsi di sektor pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga bantuan sosial.
Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem

Terungkap, penyebab utama eks Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device
Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Bikin Deg-degan, Baru Beli Langsung ‘Boncos’ Rp183 Ribu per Gram

Harga emas Antam hari ini turun dengan selisih buyback mencapai Rp183 ribu per gram. Simak update terbaru dan hitungan untung ruginya.
Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Sama-sama Kesulitan di F1 2026, Ralf Schumacher Sebut Ini Sudah Waktunya Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Pensiun

Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, mendesak dua pembalap senior di F1 2026, Lewis Hamilton dan Fernando Alonso, pertimbangkan pensiun pada akhir musim.
DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

DPR Minta Pemerintah Beri Kebijakan Afirmatif untuk Guru Honorer di Seleksi PPPK

Nasib guru honorer di Indonesia menjadi pertanyaan sebagian publik, bahkan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad minta pemerintah memberi
Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Omongan Jujur Pengamat Belanda, Sebut Curacao Bisa Kalah dari Timnas Indonesia Meski Berstatus Peserta Piala Dunia 2026

Pengamat sepak bola Belanda menyindir Curacao jelang Piala Dunia 2026, bahkan menyebut mereka bisa kalah dari Timnas Indonesia jika kedua tim bertemu.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Diminta Gantikan Posisi Mauricio Souza, Legenda yang Bawa Persija Juara Era 2001 Beri Respons Berkelas

Luciano Leandro, legenda Persija Jakarta di era 2001 menjawab permintaan suporter Jakmania untuk menggeser Mauricio Souza dari kursi pelatih Macan Kemayoran.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Resmi Abroad, Bek Garuda Muda Gabung Klub Juara Liga Timor Leste dan Siap Tampil di AFC Challenge League

Bek muda Timnas Indonesia buat kejutan dengan melanjutkan karier di luar negeri. Adalah Barnabas Sobor yang resmi bergabung dengan klub juara Liga Timor Leste.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Selengkapnya

Viral