News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilgub Sumut Memanas! Bobby Singgung Dana Rp50 Triliun, Jubir Edy Rahmayadi: Anak TK

Semakin hari, Pilgub Sumut 2024 semakin memanas. Usai saling sindir menantu mailaikat, kini singgung soal dana Rp50 Tiliun. Di mana, Bobby Nasution menyindir
Jumat, 27 September 2024 - 15:45 WIB
Pilgub Sumut Memanas! Bobby Singgung Dana Rp50 Triliun, Jubir Edy Rahmayadi: Anak TK
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Semakin hari, Pilgub Sumut 2024 semakin memanas. Usai saling sindir menantu mailaikat, kini singgung soal dana Rp50 Tiliun.

Di mana, Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution baru-baru ini menyindir soal dana APBD Sumut Rp 50 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sontak, hal itu langsung disambut komentar dari Juru Bicara (Jubir) Cagub dan Cawagub, Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala, Sutrisno Pangaribuan kepada wartawan, di Kota Medan, Kamis, (26/9/2024). 

Kata dia, Bobby Nasution dinilai tidak tepat memberikan sindiran tentang APBD Sumut Rp 50 triliun, yang tidak terlihat apa-apa terhadap pembangunan di Sumut.

tvonenews

Lanjutnya, hal itu tidak apple to apple karena pembangunan di Medan juga mendapatkan kucuran dari APBD Sumut.

Bahkan, Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan perbandingan yang dilakukan Bobby Nasution tidak tepat. 

APBD Kota Medan untuk satu kota, dibandingkan APBD Sumut untuk 33 Kabupaten/Kota.    

“Ya, pertama kan hitung-hitungannya anak TK (taman kanak-kanak) begitu juga lah ya. Artinya kan begini, tidak mungkin juga apple to apple membandingkan, APBD Kota Medan dengan APBD Provinsi Sumut,” beber Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, APBD Sumut tidak semuanya digunakan untuk infrastruktur. Tapi, ada untuk gaji aparatur sipil negara (ASN), dan ada juga di sektor lain seperti pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.    

"Dinas PU (Pekerjaan Umum) sendiri itu, urusannya bukan hanya jalan di sana ada pengairan, kan gitu. Kan untuk pertanian ada. Pemko Medan itu kan tidak punya lahan pertanian. Artinya anggaran dinas pertanian, untuk memberikan ini itu ada anggaran dinas peternakan, untuk membagi bibit ternak ke petani ada, jadi memang sangat tidak mungkin dibandingkan," jelas Sutrisno. 

Sutrisno mengakui bahwa pembangunan di Kota Medan di era Bobby Nasution cukup banyak dan masif. Tapi, itu tidak lepas dengan bantuan Presiden Jokowi dari APBN. Karena, ia menyebut, mertua membantu menantu.

Sedangkan, pembangunan di Kota Medan di zaman Wali Kota sebelumnya, sangat berbeda dengan Bobby Nasution.

"Karena apa? Ya karena bukan menantu presiden. Dzulmi Eldin bukan menantu presiden. Abdillah bukan menantu presiden, Akhyar bukan menantu presiden. Ya wajar saja mereka, tidak bisa melakukan pembangunan semasif yang ada sekarang," ujar Sutrisno. 

Mantan anggota DPRD Sumut itu, mencontohkan salah satu pembangunan di Kota Medan mendapatkan bantuan APBN adalah penanganan tanggul rob di Belawan dengan anggaran pemerintah pusat senilai Rp 100 miliar.

"Jadi tidak semua juga dari APBD, maka tidak bisa jadi perbandingan. (kalau) menyerang itu agak intelek dikit lah, jangan gaya anak-anak gitu kan. Publik Sumatera Utara, itu kan bukan anak-anak,'' ucap Sutrisno. 

Sutrisno mengatakan bila ingin membuat perbandingan, contohnya bisa dilakukan dengan membandingkan APBD Kota Medan yang Rp 6 triliun per tahun dengan pembangunan di Kota Semarang.

"Harusnya itu yang diperbandingkan, mana bisa dibandingkan Pemprovsu yang dengan 33 kabupaten/kota. Kan nggak bisa dibandingkan di Kota Medan, Bobby cuma keliling-keliling aja bisa dijangkau nya semua," tutur Sutrisno.

Kemudian, revitalisasi Stadion Teladan sendiri menggunakan anggaran APBN dari kementerian PUPR Rp 275 Miliar dan APBD Kota Medan Rp 235 Miliar. Sutrisno mengatakan, bila revitalisasi Stadion Teladan dibangun dengan APBD Kota Medan sendiri baru bisa dibanggakan.

"Yang bisa dibanggakan itu adalah kalau yang karyanya sendiri, yang karyanya sendiri terbukti gagal. Apa itu, lampu pocong. Kan itu karya sendiri kan? Yang juga masih berpotensi terjadi pelanggaran hukum," kata Sutrisno. 

Diketahui, dalam prosesnya proyek ini mengerjakan 1.700 lampu jalan mirip pocong dengan nilai kontrak senilai Rp 25,7 miliar. 

Namun dalam proses pengerjaannya banyak material lampu tidak sesuai standar. Bobby menyebut proyek ini total loss dan para kontraktor harus mengembalikan dana proyek tersebut. 

Selain menyoroti lampu pocong, Sutrisno juga menyinggung kegagalan proyek rehabilitasi hibah gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dengan pagu anggaran Rp 2,5 Miliar. 

Bangunan gedung itu roboh, Jumat 11 November 2022 dan saat itu masih dalam tahap penyelesaian bangunan. 

"Terus (pembangunan lainnya) yang kemarin itu, ambruknya gedung kejaksaan, kan pernah itu ambruk pernah," ujarnya.

Menurut Sutrisno, bila bukan menantu Presiden Joko Widodo, dia yakin Bobby tidak akan mampu melakukan pembangunan semasif sekarang.     

Dia lalu mengatakan pembangunan yang disebutkan Bobby menggunakan APBD, juga belum selesai dikerjakan dan berpotensi mangkrak.     

"Kalau belum selesai, kapan selesainya? Iya kan? Ini sudah mau masuk Oktober. Musim penghujan. Bagaimana Teladan diselesaikan? Bagaimana diselesaikan under pass yang lain? Kan itu problemnya," ucap Sutrisno.

Sebelumnya, Bobby Nasution menyindir membandingkan apa yang dilakukan dengan APBD Rp 6 triliun, mengklaim banyak melakukan pembangunan. Dibandingkan APBD Sumut sebesar Rp 15 triliun per tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi, tidak terlihat pembangunannya. Terutama masalah pembangunan infrastruktur jalan.

"Ya kalau kali 5 tahun menjabat, saya bilang gak usah kalikan Rp 15 triliun lah, kalikan Rp 10 triliun aja, Rp 5 triliun untuk gaji ASN. Kali Rp 10 triliun, kalau Rp 5 tahun menjabat, berarti sudah ada Rp 50 triliun. Rp 50 triliun di Sumut, nggak keliatan apa-apa?,” ujar Bobby Nasution. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sambut Imlek, KAI Daop 8 Hias Stasiun Gubeng dengan Barongsai dan Lampion

Sambut Imlek, KAI Daop 8 Hias Stasiun Gubeng dengan Barongsai dan Lampion

PT KAI Daop 8 Surabaya menghias tiga stasiun besar di wilayahnya dengan ornamen maupun pernik khas Imlek.
Pemain Ratchaburi FC Minta Suporter Beri Tekanan pada Persib Bandung

Pemain Ratchaburi FC Minta Suporter Beri Tekanan pada Persib Bandung

Tampil di babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026, Ratchaburi FC akan lebih dahulu menjadi tuan rumah untuk Persib Bandung. Kedua tim akan bertemu di Stadion Ratchaburi, Thailand, pada Rabu (10/2/2026).
Sumatera Utara Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 dan U-19 2026

Sumatera Utara Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-17 dan U-19 2026

Indonesia telah dipastikan menjadi tuan rumah untuk kedua turnamen tersebut. Piala AFF U-17 dijadwalkan berlangsung pada 11–23 April 2026, sementara Piala AFF U-19 akan digelar pada 1–14 Juni 2026. Namun hingga kini, penetapan daerah penyelenggara masih dalam tahap pembahasan.
Usai Dituntut 12 Tahun, Tujuh Terdakwa Penganiayaan Anak Diduga Klitih di Mlati Sleman Divonis Beragam

Usai Dituntut 12 Tahun, Tujuh Terdakwa Penganiayaan Anak Diduga Klitih di Mlati Sleman Divonis Beragam

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman akhirnya menjatuhkan vonis beragam bagi tujuh terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap dua orang anak yang diduga terkait aksi klitih di wilayah Mlati. 
Baru Saja Raih Gelar Juara Dunia Formula 1 Pertamanya, Lando Norris Akui Tak Merasakan Perubahan jelang F1 2026

Baru Saja Raih Gelar Juara Dunia Formula 1 Pertamanya, Lando Norris Akui Tak Merasakan Perubahan jelang F1 2026

Pembalap asal Inggris, Lando Norris, menyambut F1 2026 tanpa euforia berlebihan meski baru merebut gelar juara dunia Formula 1 pertamanya.
Pelatih Ratchaburi Minta Tim Tak Buat Kesalahan Demi Amankan Poin Penuh dari Persib

Pelatih Ratchaburi Minta Tim Tak Buat Kesalahan Demi Amankan Poin Penuh dari Persib

Pelatih kepala Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka memastikan timnya akan menyambut klub asal Indonesia tersebut. Dia pun meminta tim untuk tak membuat kesalahan demi mengamankan poin penuh dari Persib. 

Trending

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Deretan Kesaksian Korban Kekerasan Seksual yang Menyeret Nama Mohan Hazian, Korbannya Mulai dari Usia 17 Tahun

Begini deretan kesaksian korban kekerasan seksual yang menyeret nama pemilik Thanksinsomnia, Mohan Hazian. Salah satunya ternyata kejadian 8 tahun yang lalu.
5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

5 Fakta Baru Kasus Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan Seksual yang Berujung Pemecatan Sang Owner

Berikut 5 fakta baru soal perkembangan kasus Mohan Hazian, sosok di balik merek streetwear lokal kenamaan Thanksinsomnia, yang diduga lakukan pelecehan seksual.
Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Namanya Jawa Banget, Striker Keturunan yang Menggila di Liga Belanda Ini Layak Masuk Radar Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Kali ini datang dari sosok striker muda berdarah Jawa yang mencuri perhatian di Liga Belanda.
Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Siapa Sih Mohan Hazian? Owner Brand Lokal yang Seketika Viral Buntut Dugaan Kasus Skandal Pelecehan Seksual

Berikut profil lengkap dan perjalanan hidup Mohan Hazian, penulis sekaligus owner brand lokal streetwear Thanksinsomnia terlibat dugaan kasus pelecehan seksual.
Kabar Baik untuk John Herdman, Bek PSV Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Kabar Baik untuk John Herdman, Bek PSV Berdarah Jakarta Ini Siap Buka Pintu ke Timnas Indonesia

Timnas Indonesia kembali mendapat kabar positif dari Eropa. Media Belanda tengah menyorot sosok Sebas Ditmer, bek muda PSV yang layak masuk radar John Herdman.
AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

AFC Jatuhkan Sanksi Berat ke PSSI di Piala Asia Futsal 2026, Vietnam Ikut Terseret

Federasi Sepak Bola Asia (AFC) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi berat kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) atas pelanggaran keamanan dan ketertiban selama gelaran Kejuaraan Futsal Asia 2026.
Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Mohan Hazian Terseret Isu Dugaan Pelecehan Seksual, Bermula dari Utas Pengalaman Talent Photoshoot hingga Sebut Tuduhan Itu Berefek ke Dirinya dan Keluarganya

Owner brand Thanksinsomnia Mohan Hazian terseret kasus dugaan pelecehan seksual. Dugaan tersebut menjadi viral di media sosial. Ini duduk perkaranya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT