GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ibu dari Anak yang Bunuh Ayah dan Nenek Rupanya Sering Curhat ke Pelaku soal Kondisi Keuangan: Harusnya Ayah Sudah Naik Jabatan

Belakangan ini kasus yang menghebohkan tentang anak bunuh ayah dan nenek kandung di Lebak Bulus hingga kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.
Selasa, 10 Desember 2024 - 08:01 WIB
Anak 14 tahun bunuh ayah dan nenek serta melukai ibunya di Lebak Bulus
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini kasus yang menghebohkan tentang anak bunuh ayah dan nenek kandung di Lebak Bulus hingga kini masih terus didalami oleh pihak kepolisian.

Diketahui, pelaku MAS (14) tega melakukan pembunuhan terhadap ayahnya APW (46) dan neneknya RM (69).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, sang ibu AP (41) juga hampir menjadi korban pembunuhan MAS. Namun AP berhasil kabur dan kinj menderita luka berat.

Polisi masih terus mendalami motif MAS melakukan pembunuhan terhadap ayah dan nenek kandungnya itu.

Baru-baru ini beredar fakta baru yang diungkap oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal.

Ia mengungkapkan bahwa ternyata anak 14 tahun itu kerap menjadi teman curhat sang ibu.

Sang ibu rupanya sering menceritakan keluh kesahnya soal sang ayah kepada MAS selama ini.

"Sang anak tersebut sering dicurhati oleh ibunya masalah keluarga," ungkap Ade, dalam tayangan Metro TV Hotroom.

Ia mengatakan, ibunya itu sering curhat masalah pekerjaan sang ayah dan soal keuangan ke MAS.

"Bercerita, harusnya ayah sudah bisa promosi, ayah bekerja di bagian IT tapi saat ini belum naik jabatan," kata Ade.

Menurut sang ibu, yang diceritakan kepada anaknya itu, jika ayahnya naik jabatan tentunya akan meningkatkan perekonomian keluarga.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa ibunya beberapa kali bercerita kepada MAS tentang liburan keluarga.

"Dia juga pernah bercerita bahwa akan diajak liburan oleh sang ayah, tapi tiba-tiba tidak jadi," lanjutnya.

Di dalam curhatan tersebut, sang ibu berpikir bahwa sebaiknya uang keluarga digunakan untuk keperluan lain yang jauh lebih penting.

"Tidak usahlah, kata ibu, lebih baik uangnya digunakan hal lain," jelas Ade.

Meski telah mengetahui beberapa fakta baru dari keterangan MAS, pihak Polres Metro Jakarta Selatan masih belum bisa menarik kesimpulan. 

Saat ini, siswa SMA itu sudah dipindahkan dari Mapolres Jakarta Selatan ke Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS) milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan kasus anak bunuh ayah dan nenek kandungnya sendiri di Lebak Bulus.

Pelaku MAS (14) dengan tega menghabisi nyawa sang ayah APW (41) dan neneknya RM (62) dengan cara ditusuk. Bangkan sang ibu juga menderita luka serius dan masih menjalani perawatan.

Kabar itu juga cukup mengejutkan salah satu orang yang mengenal MAS, yaitu guru lesnya.

Melansir dari X atau Twitter, terlihat cuitan akum @saya160560 yang mengaku sebagai guru les MAS. 

Ia seolah menyebutkan gelagat mencurigakan MAS. Ia mengatakan MAS adalah siswa yang pendiam.

"Saya kenal ini anak kalau di kelas saya dia ini pintar, dan agak pendiam," cuitnya.

Akun tersebut juga sempat memperhatikan sikap MAS yang kerap lesu tanpa semangat belajar.

"Padahal setiap kali saya tanya beliau bisa menjawab dengan baik," lanjutnya.

Ia juga menuliskan bahwa MAS diminta oleh orangtuanya untuk berkuliah di Universitas Indonesia.

Guru les MAS itu mengaku sudah pernah bertemu langsung dengan orangtua MAS.

"Ini diungkapin orangtua langsung ke saya di awal Oktober. Bahkan saya masih ingat orangtuanya ini bahkan membawa hasil psikolog si anak ke saya," jelasnya.

Sebagai seorang guru, ia mengaku kerap melihat MAS mengeluh lelah belajar di status WAnya.

MAS bahkan pernah membuat status WA yang menyebut takut dimarahi oleh oranhtuanya karena hasil try out yang keluar.

"Gak lama hasil TO saya bagikan si anak buat snap WhatApp mengeluh karena diomelin. Gak lama saya dapat info kejadian yang diluar dugaan," ungkap akun tersebut.

"Setiap kali dia masuk kelas saya hanya tiduran sambil ngerjain apa yg saya suruh ke anak2 terkadang sesekali mau tertawa sendiri. Saya lebih prefer kalau dia ini depresi," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian masih terus mendalami motif tindakan MAS.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Gogo Galesung menyebut hal tersebut terjadi diduga adanya gangguan gaib yang dialami pelaku.

Adanya gangguan gaib itu merupakan penutusan MAS saat diperiksa polisi.

Sampai kini, motif sesungguhnya masih terus digali lebih jauh oleh pihak kepolisian.

"Interogasi awalnya dia merasa dia tidak bisa tidur. Terus ada hal-hal yang membisiki dia, meresahkan dia, seperti itu," kata Gogo dalam keterangannya.

Kasus pembunuhan ini pun menjadi pembicaraan hangat netizen.

Banyak yang penasaran tentang motif pelaku sehingga tega membunuh ayah dan neneknya.

Belakangan, viral potongan gambar unggahan warganet pada akun media sosial X terkait pelaku.

Potongan gambar tersebut diunggah oleh akun X @nagininagini dengan deskripsi 'Dapet dari IG' yang dilihat tim tvOnenews.com.

Terlihat sang pemilik akun mengunggah dua potongan gambar berisikan pengakuan netizen yang mengaku mengenal sosok sang pelaku.

Potongan gambar bertuliskan cerita mengenai pelaku itu unggahan dari akun Instagram @aci_islandi.

Akun tersebut mengaku jika pelaku merupakan teman dari anaknya sejak masih SD.

Ia pun bercerita jika pelaku kerap mendapatkan perlakuan pemaksaan dari kedua orang tuanya itu.

"Pelaku adalah teman sewaktu SD dengan anak saya, dan saya sangat iba sebenarnya dengan pelaku yang mengalami depresi akibat ambisi orang tuanya semenjak kecil," tulis akun tersebut.

Akun itu pun turut menyebut jika pelaku pernah bercerita kepada wali kelasnya kerap tidur lelap malam.

Hal itu ditengarai pelaku yang memiliki banyak tugas usai tercatat mengikuti sejumlah les pelajaran di luar jam sekolah.

"Bayangkan saja saat pelaku masih duduk dibangju SD Kelas 4, dia sering tertidur di kelas. Saat ditanya oleh wali kelasnya, saat itu pelaku pelaku menjawab karena dia baru tidur jam 1 pagi sebab harus belajar dan mengerjakan tugas dari tempat lesnya waktu itu," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal mengaku jika pihaknya mulai menjalin komunikasi dengan pelaku pasca peristiwa tragis itu.

"Jadi kondisi ananda A ini sudah mulai stabil dari mulai hari kemarin, sekarang dia sudah bisa diajak bicara, menjawab pertanyaan," kata Ade Rahmat kepada awak media, Jakarta.

Ade Rahmat menuturkan pihaknya pun secara perlahan mulai merangkai peristiwa tragis aksi pembunuhan yang dilakukan pelaku anak itu.

Menurutnya saat dimintai keterangan lebih lanjut, pelaku secara mengejutkan melontarkan senyuman kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

"Sudah bisa senyum. Tentunya nanti pemeriksaan ini bertahap, kita akan gunakan juga psikolog anak, dari Apsifor, kemudian juga sampai tahap mungkin ada pendalaman, psikater juga untuk mencari motif," ungkapnya.

Kasus ini pun menjadi viral dan diperbincangkan hangat oleh netizen. Bahkan ada yang beranggapan bahwa MAS mengalami depresi lantatan mendapatkan tekanan dari keluarganya.

Pihak sekolah MAS juga tampak membagikan kehidupannya selama di sekolaj.

"Tadi sekolah sudah juga kami mintai keterangan dari sekolah," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi dalam keterangannya.

"Anaknya baik, ramah, kemudian cenderung memang pintar, dan itu yg kami dapat dari keterangan sekolah. Karena memang keseharian dari anak berinteraksi dengan guru itu baik," sambungnya.

Menurut keterangan kepala sekolah hingga guru sudah dimintai keterangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nurma juga membeberkan kondisi MAS saat ini yang sudah didampingi oleh tantenya.

"Sekarang sudah stabil, dari yang kemarin yang kita lihat bersama masih syok, dari kejadian sampai penyerahan. Hari ini sudah stabil. Sudah bisa kita mintai keterangan," ungkapnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pedagang Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Dua OTK

Pedagang Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Dua OTK

Seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras oleh dua orang tak dikenal (otk) pada Rabu, (13/5/2026).
Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Menohok! KPAI Nilai MPR Tak Perlu Mengulang Final LCC di Kalbar, Cukup Koreksi Keputusan Juri dan Wajib Minta Maaf

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti keputusan dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

120 Ribu Orang Diprediksi Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan Saat Libur Panjang

Pada hari pertama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kamis (15/5/2026), jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan Ragunan hingga siang hari tercatat mencapai 32.296 orang.
Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Respon Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, PKB Undang 250 Pengasuh Pesantren 

Pertemuan yang akan digelar pada tanggal 18 dan 19 Mei 2026 di Jakarta itu mengundang 250 pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah. 
Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda

Timnas Indonesia menjadi sorotan setelah muncul dua nama yang menjadi naturalisasi terbaru untuk memperkuat skuad Garuda. Adalah Luke Vickery dan Mitchel Baker.
Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Bikin Bobotoh Bangga, Persib Kembali Kantongi Lisensi AFC Selama 9 Tahun Beruntun

Persib kembali menunjukkan konsistensinya sebagai klub paling profesional di Indonesia. Skuad Pangeran Biru itu kembali dapatkan lisensi klub profesional AFC.

Trending

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

MPR akan Ulang Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Netizen Soroti Unggahan SMAN 1 Sambas Rayakan Kemenangan

Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diadakan MPR RI masih menjadi perhatian publik. Kini SMAN 1 Sambas menjadi sorotan
2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

2 Nama Sudah Bocor, 3 Pemain Keturunan Ini Masuk Daftar yang akan Dinaturalisasi untuk Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2027?

Teka-teki lima calon naturalisasi Timnas Indonesia makin panas, dua nama mulai bocor dan tiga sosok lain disebut punya profil tak biasa untuk Garuda masa depan.
AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

AFC Larang Mathew Baker Bela Timnas Indonesia U-17 Lagi, Bek Liga Australia Bakal Naik Kelas ke Garuda Muda Buat Piala AFF U-19 2026

Mathew Baker tidak lagi bisa bela Timnas Indonesia U-17 setelah usianya melewati batas. Bek muda yang berkarier di Australia itu kini resmi naik kelas ke U-19.
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF

Wanita Surabaya, WS mengadu ke Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) imbas jadi korban penipuan & perampokan lewat love scamming warga Cirebon keturunan Kamerun.
Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Sosok Indang Maryati, Kepala SMAN 1 Pontianak yang Tegas Tolak Ikut Final Ulang Cerdas Cermat MPR, Aktif Jadi Pembicara Forum Anak dan Pendidikan

Indang Maryati menjelaskan, sejak awal pihak sekolah tidak pernah berniat menggugurkan hasil kompetisi yang telah diumumkan.
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram

Utas akun media sosial Threads @zvanniisygg mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar viral.
News Terpopuler: Alasan Dua Juri LCC MPR di Kalbar Salahkan Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak Hingga Tak Minta Maaf

News Terpopuler: Alasan Dua Juri LCC MPR di Kalbar Salahkan Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak Hingga Tak Minta Maaf

Alasan dewan juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI menyalahkan jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Alasan kedua dewan juri tak memberikan permohonan maaf secara langsung
Selengkapnya

Viral