News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polsek Cinangka Tak Mau Dampingi Bos Rental Mobil yang Jadi Korban Penembakan, Merasa Tak Miliki Cukup Kekuatan

Polsek Cinangka mengaku tak bersedia memberikan pendampingan terhadap rombongan bos rental mobil di Tol Tangerang karena merasa tidak miliki kekuatan cukup.
Senin, 6 Januari 2025 - 15:23 WIB
Kapolda Banten, Irjen Pol Suyudi Ario Seto.
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Terungkap alasan petugas di Polsek Cinangka tidak bersedia mendampingi rombongan bos rental mobil yang minta pendampingan mengejar pelaku penggelapan mobil sewaan sampai akhirnya terjadi penembakan oleh oknum TNI.

Diketahui, seorang bos rental mobil ditembak mati oleh oknum TNI yang berniat menggelapkan mobil sewaannya pada Kamis (2/1/2025) lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejadian itu berawal ketika bos rental mobil bernama Ilyas Abdurahman (48) mendeteksi ada GPS di mobilnya yang sudah tidak terpasang.

Setelah dilacak, mobil Honda Brio yang tengah disewa itu berada di daerah Pandeglang. Bos rental mobil itu pun mengejar bersama rombongannya.

Di jalan diketahui bahwa saat ini mobil tersebut sudah berpindah tangan dan orang yang diduga akan menggelapkan mobilnya adalah oknum TNI bersenjata api.

Bos rental mobil dan rombongannya itu kemudian meminta bantuan polisi terdekat yakni Polsek Cinangka. Namun ditolak karena berbagai alasan. 

Kapolda Banten Suyudi Ario Seto mengungkapkan, ternyata penolakan itu disebabkan pihak Polsek Cinangka tidak yakin punya kekuatan yang cukup untuk menghadang pelaku penggelapan mobil dengan senjata api.

"Jadi harusnya memang anggota kita itu melakukan pendampingan, tapi tidak dilakukan pendampingan arena anggota merasa kekuatannya sedikit, jadi tidak berimbang sehingga tidak melakukan pendampingan," kata Suyudi, dalam konferensi pers, Senin (6/1/2025).

Suyudi mengakui bahwa ada kesalahan dalam hal ini. Sebab, sebenarnya anggota polisi di Polsek Cinangka bisa meminta bantuan kepolisian lain.

"Padahal anggota kita bisa harusnya melakukan permintaan tambahan dukungan ke Polres misalnya. Atau anggota reserse polsek itu sendiri," tegas Suyudi.

Atas kesalahan tersebut, tiga orang petugas polisi termasuk Kapolsek Cinangka sudah diperiksa Propam Polda Banten. 

Berdasarkan hasil penyidikan Propam Polda Banten, ditemukan adanya pelanggaran ketidakprofesionalan terhadap anggota polisi yang bersangkutan.

"Karena tidak respons terhadap laporan masyarakat, yang seharusnya melakukan pendampingan," ujar dia.

Adapun tiga anggota Polri yang sudah dinyatakan melanggar kode etik adalah Bripka Deri Adriani, Bripka Dedi Irwanto, dan Kapolsek Cinangka Asep Iwan Kurniawan.

Suyudi menegaskan, ketiga anggota Polri itu terancam hukuman berat mulai dari demosi sampai pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung: Taufik Hidayat dan YTR Kenal Tahun 2024 Lewat Tinder, Dekat, Jalin Hubungan hingga Tinggal Bersama

Kasus Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung: Taufik Hidayat dan YTR Kenal Tahun 2024 Lewat Tinder, Dekat, Jalin Hubungan hingga Tinggal Bersama

Awal mula perkenalan korban penyekapan dan penganiayaan di Bandung berinisial YTR (29) dengan tersangka Taufik Hidayat akhirnya terungkap. Kenal di Tinder hingga tinggal bersama.
Minta Shin Tae-yong Bawa Persija Kembali Raih Gelar Juara, Gubernur DKI Jakarta: Tolong Berikan Kado Spesial untuk Kami

Minta Shin Tae-yong Bawa Persija Kembali Raih Gelar Juara, Gubernur DKI Jakarta: Tolong Berikan Kado Spesial untuk Kami

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta kepada Pelatih Persija Shin Tae-yong untuk membawa klub tersebut kembali meraih gelar juara.
Terang-terangan, Gubernur DKI Jakarta Akui Sering "Bad Mood" Karena Persija Belum Meraih Gelar Juara

Terang-terangan, Gubernur DKI Jakarta Akui Sering "Bad Mood" Karena Persija Belum Meraih Gelar Juara

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sering bad mood karena Persija belum juga berhasil meraih gelar juara.
Digelar 2 Juli 2026, PN Jaktim Larang Adanya Live Streaming saat Sidang Dokter Tifa Berlangsung

Digelar 2 Juli 2026, PN Jaktim Larang Adanya Live Streaming saat Sidang Dokter Tifa Berlangsung

PN Jaktim menjadwalkan sidang Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa digelar pada 2 Juli 2026 mendatang. 
Jadwal MotoGP Belanda 2026, Sabtu 27 Juni: Ada Sprint Race! Kesempatan Aprilia Rebut Kembali Dominasi dari Marc Marquez

Jadwal MotoGP Belanda 2026, Sabtu 27 Juni: Ada Sprint Race! Kesempatan Aprilia Rebut Kembali Dominasi dari Marc Marquez

Jadwal MotoGP Belanda 2026 Sabtu, 27 Juni, di Sirkuit Assen. Hari ini akan ada dua sesi penting yakni kualifikasi dan Sprint Race yang dimulai siang hari nanti.
Sony Sonjaya Tolak Dituduh Aktor Intelektual Kasus MBG, Kuasa Hukum: Bukan Kewenangan Waka BGN

Sony Sonjaya Tolak Dituduh Aktor Intelektual Kasus MBG, Kuasa Hukum: Bukan Kewenangan Waka BGN

Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya membantah penilaian Kejaksaan Agung yang menyebut dirinya sebagai pelaku utama dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program

Trending

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Daya Saing Indonesia Anjlok, Bonus Demografi Terancam Berubah Jadi Bencana Pengangguran

Merosotnya peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking 2026 dinilai bukan sekadar penurunan statistik, melainkan sinyal bahaya bagi iklim
Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Terbongkar! Judi Berkedok Permainan Ketangkasan Terbongkar, Omzet Dua Lokasi Tembus Rp2,1 Miliar

Polda Metro Jaya membongkar praktik judi berkedok permainan ketangkasan mirip Timezone di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebanyak 69 tersangka ditetapkan.
Selengkapnya

Viral