News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dengan Suara Bergetar, Keluarga Blak-blakan Minta Pelaku NJ Dihukum Mati

Pihak keluarga korban merasa senang karena pihak kepolisian telah berhasil mengungkap kasus kematian anggota keluarganya.
Kamis, 27 Februari 2025 - 11:56 WIB
Liza Delka, 35, ibu dari korban.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Andri Saputra

Tanah Datar, tvOnnews.com - Pihak keluarga korban merasa senang karena pihak kepolisian telah berhasil mengungkap kasus kematian anggota keluarganya.

Pihak keluarga korban berharap agar pelaku dapat dihukum seberat-beranya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami dari pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pengungkapan kasus anggota keluarga kami. Kami berharap agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya, “ ujar Liza Delka, 35, ibu dari korban. 

Liza Delka yang datang bersama adik atau paman korban Ilham Gazali, 23 dan adik korban Fasha mengaku jika pihak keluarga tidak kenal dengan para pelaku. 

“Kami tahu anak kami berteman dengan siapa, jadi para pelaku ini tidak kami kenal, dan kami tidak tahu hubungan mereka apa. Karena selama ini anak kami selalu bilang mau kemana dan dengan siapa, jadi kami tahu semua temannnya, “ ujar Liza. 

Sekira dua pekan sebelum kejadian, Liza mengaku jika anaknya yang menjadi korban mendapat ancaman dari seseorang, yang kemudian setelah diungkap oleh pihak kepolisian berasal dari salah satu pelaku yakni NJ

Dalam ancaman yang kemudian di scrennshoot atau tangkapan layar oleh korban itu dan sempat diperlihatkan kepada mereka oleh korban, tertulis ancaman jika korban akan dibunuh oleh pelaku. 

Pada malam kejadian, tepatnya Selasa (18/2/2025), korban saat itu permisi ke rumah neneknya yang ada di rumah depan kediaman Liza dan berjarak hanya beberapa meter. 

“Biasanya dia sering bolak balik begitu, kadang bilang mau tidur di rumah nenek, tapi tau-tau balik lagi ke rumah. Jadi malam itu dia membuat bakwan di rumah nenek, kemudian pulang mengambil beras dan kembali ke rumah depan. Saya sempat sampaikan agar dia jangan kemana-mana. Dan itu adalah perkataan terakhir saya kepada dia, “ ujar Liza. 

Keesokan hari atau pada Rabu (19/2/2025), saat Liza ingin membangunkan korban ke rumah neneknya, keberadaan korban tidak ditemukan oleh Liza. 

“Saya antar dulu adiknya ke sekolah, kemudian setelah pulang kembali saya cari keberadaannya. Saya sempat bertanya-tanya kemana si Cinta. Kok  tidak ada di rumah neneknya,“ sebutnya. 

Hingga sekira pukul 10.00 Wib, Liza mendapat telfon dari salah seorang teman korban, jika Cinta ditemui tewas dan sudah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Hanafiah Batusangkar. 

“Dari  situlah kami tahu jika dia sudah tewas, dan yang mengejutkan kami, kenapa sampai bisa seperti itu kejadiannya, “ ujar Liza berusaha kuat menahan kesedihannya.

Dengan ditemuinya titik terang kasus kematian anaknya, Liza berharap semua pihak tidak lagi berbicara buruk tentang kehidupan korban.

Apalagi tentang tato yang dijumpai di tangan korban yang kemudian informasi beredar bersiliewaran di media sosial. 

“Anak kami sudah tenang, jadi kami jangan dihujat lagi, “ pintanya. 

Hal senada juga diungkapkan Ilham, paman korban.

Ilham menjelaskan, jika tato yang dibuat korban adalah tato dari tinta pena yang dipakai korban. 

“Kami tidak ingin ada hujatan lagi terkait hal seperti itu. Kami berusaha ikhlas menerima semua ini. Biarkan anak kemenakan kami tenang. Dan semua proses hukum kami serahkan kepada pihak terkait, “ ujarnya seraya menyampaikan terima kasih. 

Baik Ilham ataupun Liza menjelaskan, jika keluarga tidak memiliki firasat atau tanda-tanda akan terkena musibah.

Hanya saja pada Rabu sore setelah diketahui jika adik korban Fasha, sempat kerasukan. 

“Saat kerasukan itu, Fasha menyebutkan, jika korban dibunuh dengan cara dicekik. Kemudian yang melakukannya adalah orang yang memiliki tato, “ ujar Ilham. 

Tanda dan kejadian tersebut kemudian diyakini dan dijumpai atas informasi oleh keluarga.

Dimana pelaku NJ memiliki tato pada tangannya, dan menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat dipertemukan dengan pelaku NJ pada Rabu sore, ibu korban Liza tidak kuasa menahan emosi dan mengeluarkan isi hatinya kepada pelaku NJ.

Meski dengan perasaan perih dan pedih, namun ibu dan keluarga korban masih kuat menahan diri tidak melakukan tindakan kasar.(asa/lkf)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Korban Pengancaman Senapan Angin di Gowa Curhat, Penanganan Polsek Biringbulu Dinilai Lamban

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Biringbulu hidup dalam rasa takut selama berbulan-bulan usai diancam menggunakan senapan angin namun terduga pelaku masih bebas berkeliaran.
Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Dari Manufaktur Lokal ke Dampak Nasional, VKTR Day Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menggelar VKTR Day, sebuah kegiatan stakeholder gathering yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

PSO Transportasi Udara Dinilai Mendesak, Pemerintah Diminta Pangkas Beban Biaya Penerbangan

Skema Public Service Obligation (PSO) untuk transportasi udara dinilai semakin mendesak diterapkan guna menjamin keterjangkauan harga tiket dan menjaga konektivitas nasional, khususnya bagi wilayah kepulauan, terpencil, terluar, dan perbatasan.
Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Apakah Benar Kebiasaan Menjahit dan Menyapu di Malam Hari buat Rezeki Seret? Ustaz Abdul Somad dan Buya Yahya Menjawab

Beredar cerita di tengah masyarakat, jika menjahit dan menyapu bisa membuat rezeki seret. Ternyata dalam Islam begini.
Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Gagal Dapat Tiket Lebaran 2026, Masih Adakah Tiket Kereta Api Tambahan? Begini Informasi KAI Selengkapnya

Tingginya permintaan masyarakat akan tiket kereta pada periode lebaran membuat calon pemudik harus berlomba-lomba membeli tiket mudik lebaran di setiap tahun
Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak Bumi dan Langit, Segini Perbandingan Gaji Maarten Paes di FC Dallas dan Ajax Amsterdam

Bak bumi dan langit, intip perbandingan gaji Maarten Paes saat membela FC Dallas dan setelah resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam.

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Dikunjungi John Herdman di Sesi Latihan Sassuolo, Jay Idzes Terima Kabar soal Nasibnya dari Media Italia

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tampaknya menerima kabar soal nasibnya dari media Italia. Di sisi lain, dia menerima kunjungan dari pelatih John Herdman.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT