GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Cukup Minta Maaf Melalui Video, Bu Salsa yang Viral Gara-gara Video Syur Juga Datangi PGRI Jember Minta Bantuan

Kasus viral video syur yang menunjukkan sosok Salsabila Rahma atau Bu Salsa, seorang guru asal Jember membuat geger warga setempat. Ia pun mendatangi PB PGRI.
Selasa, 4 Maret 2025 - 09:33 WIB
Bu Salsa Datangi Humas PB PGRI
Sumber :
  • tvOne - sinto sofian

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus viral video syur yang menunjukkan sosok Salsabila Rahma atau Bu Salsa, seorang guru asal Jember membuat geger warga setempat.

Bagaimana tidak? Video syur Bu Salsa itu tiba-tiba menyebar menjadi pesan berantai di kalangan warga Jember.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah video syur itu viral dan menjadi perbincangan hangat warga Jember, Bu Salsa akhirnya muncul melalui sebuah video klarifikasi.

Di dalam video klarifikasinya, perempuan berjilbab itu menundukkan kepala dan suaranya bergetar.

Ia mengatakan bahwa dirinya sudah lalai dan ditipu oleh seseorang dari media sosial.

Tanpa sepengetahuannya, video vulgar dan isi pesannya diperjualbelikan sampai menjadi viral.

Merasa tak sanggup mengatasinya, akhirnya Salsa memutuskan untuk kelua dari posisinya sebagai guru bantu di salah satu sekolah dasar.

"Saya mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan atas kasus saya. Saya tidak akan menyebutkan instansi manapun dalam video ini untuk kebaikan bersama," kata Salsa dalam video klarifikasinya. 

Setelah membuat video klarifikasi sekaligus permintaan maaf, ia ternyata juga mendatangi PGRI Jember.

Adapun kedatangannya adalah untuk menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat buruk nama baik guru gara-gara video syur dirinya.

Humas PB PGRI sekaligus aktivis pendidikan di Jember, Ilham Wahyudi pun menyambut baik kedatangan Bu Salsa.

"Sebagai manusia, kita semua pasti pernah berbuat salah," kata Ilham, dikutip Selasa (4/3/2025).

Ia mengatakan tentunya menerima permintaan maaf dari mantan guru tersebut.

"Tuhan saja Maha Pemaaf, maka kita juga harus memberi maaf," katanya.

Ilham pun memberikan motivasi dan berpesan agar kejadian serupa tak terulang.

Meski kini sudah mengundurkan diri, namun bagaimanapun Salsa pernah menjadi bagian dari PGRI.

PGRI siap hadir untuk menengahi masalah yang sedang menimpa guru muda tersebut.

Ia pun berharap agar masalah ini bisa selesai dan masyarakat tidak lagi menyebarluaskan video viral tersebut.

"PGRI hadir sebagai penengah agar permasalahan ini tidak berlarut-larut, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan," ujar dia.

Sementara itu, Salsa juga berharap agar tak menghubungkan lagi dirinya dengan instansi yang pernah terikat dengannya terkait video syur tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga meminta agar tidak menyerang keluarga dan kerabatnya. Dirinya siap menghadapi masalah tersebut sendiri.

"Saya hanya ingin kehidupan saya terus berlanjut, berusaha jadi pribadi yang lebih baik dan menjalani keseharian saya dengan normal kembali," tuturnya dalam video klarifikasi. (iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.
Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Wacana Konvensi LPG ke CNG Dinilai Positif, Hidupkan Kembali Ekonomi Rakyat Madura

Pemerintah berencana melakukan konversi energi dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Buntut Kasus Pencabulan Santriwati, Ketua PWNU Jateng: Ponpes di Pati Bukan Pesantren NU, Kiai Ashari itu Dukun

Ketua PWNU Jateng, Gus Rozin membantah Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati milik Kiai Ashari, tersangka kasus pencabulan santriwati bagian dari NU.
Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Begal di Palmerah Bacok Korban Demi Beli Sabu, Polisi Ungkap Ternyata Pelaku Juga Kurir Narkoba

Tabir di balik aksi pembegalan sadis yang menimpa seorang pengendara motor di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Dedi Mulyadi Evaluasi Tata Kelola Tambang, Proyek Strategis di Bogor Terancam Mangkrak? Ini Penjelasan Wakil Bupati

Rencana evaluasi besar-besaran aktivitas tambang di Kabupaten Bogor oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. 

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Selengkapnya

Viral