GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebanyak Apapun Anggota Hercules di Bali, GRIB Tetap Tidak Diterima, Gubernur Wayan Koster Bahkan Bilang Begini

Kehadiran organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, yang diketuai Hercules Rosario de Marshal menuai gelombang penolakan di Bali. Pecalang hingga Gubernur Wayan Koster ikut angkat bicara.
Selasa, 6 Mei 2025 - 12:01 WIB
Kolase foto Hercules - Pecalang Bali - Polemik DPD GRIB Bali
Sumber :
  • Tangkapan layar

tvOnenews.com - Kehadiran organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, yang diketuai Hercules Rosario de Marshal menuai gelombang penolakan luas setelah mendeklarasikan pembentukan DPD GRIB Jaya Provinsi Bali

Dalam acara pelantikan tersebut, terlihat pula atribut partai politik yang semakin memperkeruh situasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penolakan datang dari berbagai elemen masyarakat Bali, mulai dari tokoh adat, senator daerah, hingga pemerintah provinsi. 

Pecalang : Kami Tidak Butuh Ormas dari Luar

Pecalang Bali
Pecalang Bali
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Dalam sebuah video yang diunggah senator asal Bali Niluh Djelantik di Facebook pada Minggu (4/5/2025) seorang Pecalang bernama Yudhi Pasek Kusuma menegaskan bahwa kehadiran GRIB Jaya tidak diperlukan. 

Ia memperkenalkan diri sebagai bagian dari sistem keamanan adat Bali yang sudah berjalan sejak zaman kerajaan.

“Kami bukan penjaga biasa. Kami adalah bagian dari sistem adat yang diwariskan turun-temurun. Kami tidak butuh ormas dari luar yang membawa agenda dan merusak tatanan hidup kami.”

Yudhi menyebut bahwa di Bali terdapat 1.500 desa adat, dan setiap desa memiliki Pecalang yang siap menjaga keamanan wilayahnya. 

Ia juga menekankan bahwa Pecalang tidak digerakkan oleh kepentingan politik, melainkan oleh rasa tanggung jawab terhadap tanah kelahiran dan adat istiadat.

Gubernur Bali juga Tegas Menolak

Gubernur Bali Wayan Koster
Gubernur Bali Wayan Koster
Sumber :
  • ANTARA

 

Gubernur Bali I Wayan Koster melalui Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta juga dengan terang-terangan menolak. Pemerintah daerah secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kebutuhan akan ormas luar untuk menjaga keamanan Bali.

"Beliau (Gubernur Bali I Wayan Koster) juga sudah menyatakan bahwa menolak (kehadiran GRIB di Bali)," ungkap I Nyoman Giri Prasta, saat ditemui awak media di Kantor Gubernur Bali, Senin (5/5/2025).

Menurutnya, aparat keamanan yang dibentuk pemerintah dan desa adat dinilai sudah mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban terjaga. Adapun aparat keamanan yang dimaksud adalah petugas keamanan desa adat atau Pecalang, TNI, dan Polri.

“Dengan 1.400 lebih desa adat dan Pecalang di setiap desa, ditambah TNI dan Polri, kami sudah cukup. Bali aman tanpa bantuan ormas luar,” ujar Wakil Gubernur.

Senada dengan pernyataan gubernur Bali, senator Niluh Djelantik turut mengecam kehadiran GRIB Jaya dan menyatakan bahwa Bali sudah memiliki cukup organisasi sosial dan keamanan lokal.

“Kami punya Pecalang, Baladika, Laskar Bali, PBB, GP Ansor. Itu sudah cukup untuk menjaga Bali dan rakyatnya.”

Ia mengajak seluruh warga non-Bali untuk tetap saling menghormati dan menjunjung adat setempat.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Matur suksma,” tutupnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario Marshal
Sumber :
  • YouTube GRIB TV

 

Dalam video yang lain, Ketua DPD GRIB Bali Prasetyo Anggodo menyampaikan bahwa kehadiran ormasnya bertujuan membantu pemerintah menjaga ketertiban dan keamanan di Bali. 

Bahwa pihaknya berkomitmen senantiasa untuk membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban seluruh wilayah Bali baik secara langsung maupun tidak langsung. 

“DPD GRIB Jaya Bali tidak pernah mempunyai masalah secara organisasi maupun personal dengan ormas-ormas, saudara-saudara kita yang lainnya,” kata Prasetyo. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya mereka mengklaim akan setia, taat, dan patuh kepada jajaran ketua umum, ketua DPP, dan seluruh jajaran pimpinan-pimpinan GRIB di DPP pusat. 

“Empat, cinta tanah air dan republik Indonesia. GRIB jaya, jaya, jaya,” tutupnya.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Serang Mengaji Jadi Program Sambut Ramadan

Serang Mengaji Jadi Program Sambut Ramadan

Berbagai kegiatan dilangsungkan menyambut bulan suci Ramadan 2026.
Comeback Mengesankan! Galatasaray Hancurkan Juventus di Leg Pertama Liga Champions

Comeback Mengesankan! Galatasaray Hancurkan Juventus di Leg Pertama Liga Champions

Galatasaray meraih kemenangan meyakinkan 5-2 atas Juventus yang bermain dengan 10 pemain pada leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2).
Ramalan Keuangan Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular 19 Februari 2026: Angka Hoki dan Tips Finansial

Ramalan Keuangan Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular 19 Februari 2026: Angka Hoki dan Tips Finansial

Peruntungan finansial shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, dan Ular pada 19 Februari 2026. Simak angka hoki serta tips keuangan agar rezeki makin lancar.
Pemprov DKI Jakarta Gelar Transisi Imlek-Ramadan di Bundaran HI, Tampilkan Barongsai hingga Marawis

Pemprov DKI Jakarta Gelar Transisi Imlek-Ramadan di Bundaran HI, Tampilkan Barongsai hingga Marawis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar acara Transisi Imlek dan Ramadan 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
H-1 Ramadhan 2026: Baca Doa Ini Agar Diberi Kesehatan selama Ramadhan Kata Ustaz Adi Hidayat

H-1 Ramadhan 2026: Baca Doa Ini Agar Diberi Kesehatan selama Ramadhan Kata Ustaz Adi Hidayat

H-1 Ramadhan 2026, berikut doa yang bisa diamalkan agar diberi kesehatan dan kekuatan menjalankan ibadah puasa, berdasarkan penjelasan Ustaz Adi Hidayat.
Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Jangan Lagi Korek Telinga saat Puasa Ramadhan, Buya Yahya Ingatkan ini Sebelum Menyesal

Kita sudah memasuki bulan ramadhan 2026. Namun ada kebiasaan sehari-hari perlu dipertimbangkan, seperti korek telinga

Trending

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Momen buka bersama keluarga mulai direncanakan. Selain itu, momen manis lainnya juga ada, kebersamaan suami dan istri dalam menyiapkan sahur
Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT