News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Posisi Harun Masiku dan Hasto saat OTT KPK Tahun 2020 di Persidangan, Ternyata...

Bob Hardian ungkap keberadaan Harun Masiku dan Hasto saat pelaksanaan OTT KPK tahun 2020 lalu. Hal itu terungkap saat sidang lanjutan terdakwa Hasto Kristiyanto
Senin, 26 Mei 2025 - 14:58 WIB
Sidang lanjutan terdakwa kasus dugaan perintangan penyidik kasus korupsi Harun Masiku dan pemberian suap, Hasto Kristiyanto di PN Tipikor, Jakarta. Senin, (26/05/2025)
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Dosen pada Fakultas Ilmu Komputer UI, Bob Hardian Syahbuddin mengungkapkan keberadaan buron Harun Masiku dan terdakwa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang terekam dari Call Detail Record (CDR) saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8 Januari 2020.

Saat hadir sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Sekjen PDIP Hasto Kristianto, pada Selasa (26/5/2025), Bob mengungkap lokasi dapat diketahui berdasarkan perpindahan Base Transceiver Station (BTS) nomor ponsel menggunakan data CDR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait dengan data posisi, ini kemarin kami sudah memeriksa ada penyidik dan penyelidik. Bahwa dalam operasi atau kegiatan di lapangan, mereka didukung oleh update posisi. Nah, apakah data update posisi itu sama dengan data dalam CDR dalam perangkat itu?" kata Jaksa.

"Iya, jadi setiap perpindahan perangkat, tadi BTS (Base Transceiver Station) 1 ke BTS yang lain atau istilah teknisnya hand over antar BTS. Itu akan selalu meng-update perangkat di jaringan seluler, itu ada catatannya. Nah, biasanya kita akan melakukan cek position dengan melihat data-data terakhirnya dia sedang berada di titik mana, jadi perangkat itu terhubung ke BTS yang mana. Jadi kita bisa melacak dari titik ke titik," ucap Bob.

Kemudian Bob mengungkapkan bahwa data CDR didapat dari data terakhir saat ponsel masih aktif. Tetapi ketika ponsel mati atau blank spot, pelacakan update posisi berdasarkan CDR itu tidak akan muncul.

"Selain itu ahli, dia masuk ke blank spot atau tidak ter-cover. Apakah ada hal lain yang kemudian menyebabkan tidak munculnya data koordinat itu?" ungkap Jaksa.

"Kalau misalnya perangkatnya dimatikan gitu ya, ya udah, dia terhubung ke BTS manapun enggak akan kelihatan posisinya ada di mana. Jadi biasanya CDR yang kita dapatkan adalah CDR terakhir pada saat perangkat itu masih hidup," jelas Bob.

Setelahnya jaksa menanyakan soal timeline perjalanan nomor ponsel yang diduga milik Harun Masiku. Kemudian Bob mengungkapkan bahwa timeline tersebut diketahui berdasarkan data CDR dari nomor ponselnya.

"Terkait dengan keterangan saudara ini, ini kan ditunjukan timeline perjalanan nomor 081 dan seterusnya, ini diduga milik Harun Masiku. Kemudian, saudara menjelaskan ini di dalam keterangan saudara. Itu apakah, dasar keterangan saudara ini berdasarkan, timeline yang saudara tunjukan ini saudara cocokan dengan CDR yang saudara terima?" kata Jaksa.

"Saya lihat dari CDR," ungkap Bob.

"Terkait dengan titik misalnya, tanggal 8 Januari 2020 jam 11.09 WIB, detik 29 sampai dengan 11.09 WIB posisi di Batusari, Kebon Jeruk, Jakarta. Ini saudara cocokan dengan data di CDR?" terang Jaksa.

"Iya," singkat Bob.

Selanjutnya terlacak lokasi Harun hingga pukul 16.12 WIB dan setelahnya jaksa menanyakan lokasi Harun apakah terlihat. Kemudian Bob menyebutkan hanya mengetahui lokasi yang tertera dalam CDR.

"Kalau saudara Harun Masiku sampai dengan posisi di 16.12 WIB Berarti hanya data CDR-nya itu apakah hanya sampai di jam itu? Terkait dengan nomor ini yang 636 terakhirnya?" tutur Jaksa

"Ini saya cuman lihat CDR yang sekitar jam-jam itu saja, sebenarnya kan CDR itu dari waktu ke waktu kecatat terus. Cuman waktu itu saya dikasih CDR yang sekitar jam itu," kata Bob.

"Berarti dari waktu ke waktu itu akan ter-update dalam data CDR?" ucap Jaksa.

"Iya, jadi titik ke titik dalam rentang CDR yang dikasihkan," kata Bob.

"Berarti terkait dengan khusus untuk perkara ini, hanya melihat data CDR di rentang waktu yang diminta oleh penyidik pada saat itu?" jelas Jaksa.

"Iya," ucap Bob.

Selanjutnya Jaksa menanyakan soal keberadaan Hasto Kristiyanto melalui nomor ponselnya. Kemudian Bob mengaku melacak melalui CDR dan terlihat saat itu ada empat titik lokasi keberadaan.

"Di BAP nomor 17, ini saudara juga diminta untuk menerangkan terkait dengan pergerakan HP 081929XXX ini yang diduga milik terdakwa. Betul itu juga saudara cek data CDR-nya?" terang Jaksa.

"Iya," jelas Bob.

"Kalau di timeline ini ada 4 posisi di Jalan Diponegoro, kemudian di parkir Jakarta Hall Convention Center, Jalan Nasional Gelora Tanah Abang. Posisi nomor 4 itu di sekitar jam 16.26 WIB. Itu yang saudara cek pergerakannya di setiap jam saat itu?" ucap Jaksa.

"Setiap line di CDR itu mengandung informasi yang 4 tadi," terang Bob.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berarti langsung menyebut di situ? Jalan Nasional Gelora Tanah Abang, seperti itu ahli ya?" lanjut Jaksa.

"Iya," kata Bob. (ars/iwh)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klasemen Liga Spanyol 2026-2027 Hari Ini, Senin (14/09/2026): Barcelona di Puncak, Real Madrid Tempel Ketat

Klasemen Liga Spanyol 2026-2027 Hari Ini, Senin (14/09/2026): Barcelona di Puncak, Real Madrid Tempel Ketat

Barcelona masih kokoh di puncak klasemen Liga Spanyol 2026/2027. Real Madrid menempel ketat setelah menang atas Rayo Vallecano dan naik ke posisi kedua.
Server Klub Ungkap Kabar yang Beredar Terlalu Berlebihan, Begini Penyebab Luka yang Dialami Korban 

Server Klub Ungkap Kabar yang Beredar Terlalu Berlebihan, Begini Penyebab Luka yang Dialami Korban 

Korban yang melaporkan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dengan menyeret nama penyanyi Betrand Peto akhirnya buka suara. Saksi beri penjelasan
Hari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan Semua Kekuatan

Hari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan Semua Kekuatan

Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian dengan memperluas sektor operasi di wilayah perairan Selat Sunda.
Gempa Terkini: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Malang, Kedalaman 10 Kilometer

Gempa Terkini: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Malang, Kedalaman 10 Kilometer

Inilah gempa terkini yang terjadi pada Senin (14/9/2026). Gempa Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Cerita Penumpang Kapal Virgo Selamat Berkat Berpegangan Selembar Tripleks: Terobang-ambing Sekitar Satu Jam hingga Banyak Menelan Air Laut

Cerita Penumpang Kapal Virgo Selamat Berkat Berpegangan Selembar Tripleks: Terobang-ambing Sekitar Satu Jam hingga Banyak Menelan Air Laut

Salah satu penumpang selamat Kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa menceritakan pengalaman yang dilaluinya saat insiden terjadi. Dia selamat berkat selembar tripleks.
Premier League Ungkap Alasan Gol Kontroversial Erling Haaland Disahkan saat Man City Taklukkan Manchester United

Premier League Ungkap Alasan Gol Kontroversial Erling Haaland Disahkan saat Man City Taklukkan Manchester United

Premier League memberikan penjelasan terkait gol kontroversial Erling Haaland yang membawa Manchester City mengalahkan Manchester United.

Trending

Rapor Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Tekuk Juventus, Calvin Verdonk Bawa Kabar Buruk

Rapor Lengkap Para Pemain Abroad Timnas Indonesia: Jay Idzes Tekuk Juventus, Calvin Verdonk Bawa Kabar Buruk

Para pemain abroad Timnas Indonesia membawakan kabar yang beragam. Jay Idzes berhasil mencetak kemenangan sensasional atas Juventus saat membela Sassuolo.
Empat TNI AU Senior yang Aniaya Serda Ahmad hingga Tewas Ditahan Puspom

Empat TNI AU Senior yang Aniaya Serda Ahmad hingga Tewas Ditahan Puspom

Keempat TNI AU senior yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Serda Ahmad Muzammil Farisa adalah, Serda MTSA, Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH kini ditahan
Viral Air Laut Surut karena Erupsi Anak Krakatau hingga Sebabkan Tsunami, Badan Geologi Beri Penjelasan

Viral Air Laut Surut karena Erupsi Anak Krakatau hingga Sebabkan Tsunami, Badan Geologi Beri Penjelasan

Badan Geologi memastikan tidak ada kaitan antara fenomena air laut surut dalam video tersebut dengan erupsi Gunung Anak Krakatau hingga sebabkan bencana tsunami
Perkuat Golkar untuk Pemilu 2029, Ketum Kosgoro Perintahkan Kader Sadar Medsos: Kita Perang di Udara

Perkuat Golkar untuk Pemilu 2029, Ketum Kosgoro Perintahkan Kader Sadar Medsos: Kita Perang di Udara

Hal ini disampaikan Sari saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Gerakan Kosgoro 1957 Tahun 2026 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (13/9/2026).
Karier Makin Bersinar! 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kejutan Positif Besok 15 September 2026: Leo Paling Menonjol

Karier Makin Bersinar! 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kejutan Positif Besok 15 September 2026: Leo Paling Menonjol

Karier makin bersinar! 5 zodiak ini diprediksi dapat kejutan positif dan peluang emas besok, 15 September 2026. Siapa yang bakal makin diperhitungkan?
Presiden Prabowo Ajak Negara-negara BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan Ekonomi

Presiden Prabowo Ajak Negara-negara BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan Ekonomi

Prabowo mengatakan ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan perlu diarahkan untuk membangun perekonomian yang lebih kuat dan adil serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengakuan Betrand Peto Soal Malam di Klub Hiburan, Ruben Onsu Pasang Badan Bela Sang Anak

Pengakuan Betrand Peto Soal Malam di Klub Hiburan, Ruben Onsu Pasang Badan Bela Sang Anak

Ruben Onsu juga buka suara melalui media sosial. Ia meminta publik tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum persoalan tersebut diketahui secara utuh....
Selengkapnya

Viral