GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Ingat Umar Patek Pelaku Bom Bali I? Disadarkan oleh Densus 88 dan Memilih untuk Tobat, Kini Ia Alih Profesi Jadi...

Umar Patek dikenal sebagai salah satu tersangka dalam peristiwa ledakan Bom Bali I yang terjadi pada tahun 2002 lalu. Kini sudah tobat, Umar Patek memutuskan alih profesi menjadi...
Rabu, 28 Mei 2025 - 23:15 WIB
Hisyam bin Alizein alias Umar Patek
Sumber :
  • Istimewa/Viva.co.id

tvOnenews.com - Nama Umar Patek mungkin masih melekat dalam ingatan Anda. Ia ditetapkan menjadi salah satu tersangka dalam insiden ledakan Bom Bali I yang terjadi pada tahun 2002.

Bom Bali I terjadi pada 12 Oktober 2002. Ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, ledakan terakhir terjadi di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat yang jaraknya cukup berjauhan.

Ratusan orang menjadi korban luka-luka hingga meninggal dunia, dimana kebanyakan di antara mereka adalah wisatawan asing yang sedang berkunjung ke tempat wisata yang menjadi TKP ledakan tersebut.

Hisyam bin Alizein atau Umar Patek
Hisyam bin Alizein atau Umar Patek
Sumber :
  • Istimewa via Viva.co.id

 

Dalam penyelidikan intensif yang dilakukan oleh kepolisian Indonesia dan berbagai pihak internasional lainnya, sejumlah nama akhirnya mencuat, salah satunya adalah Umar Patek.

Umar Patek atau yang dikenal dengan sebutan Umar Kecil ini merupakan anggota dari kelompok teroris Jemaah Islamiyah atau JI.

Kelompok tersebut diketahui memiliki hubungan dengan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden.

 

Tak cuma Bom Bali I, Umar Patek juga turut ambil bagian dalam peristiwa Bom Natal yang terjadi pada malam Natal tanggal 24 Desember 2000.

Umar Patek tak langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, ia sempat lebih dulu menjadi buronan karena kerap berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya.

Namun, ia akhirnya berhasil ditangkap oleh aparat keamanan di Pakistan pada tahun 2011 lalu.

Hisyam bin Alizein alias Umar Patek sedang Diwawancarai Awak Media
Hisyam bin Alizein alias Umar Patek sedang Diwawancarai Awak Media
Sumber :
  • Istimewa/Viva.co.id

 

Umar Patek akhirnya luluh setelah disadarkan oleh salah satu anggota Densus 88, yakni Rudy Sufahriadi, yang ikut menjemputnya ke Pakistan.

Apa yang dikatakan oleh Rudy dan perlakuan yang ia dapat dari Densus 88 saat itu sukses membuat Umar Patek mau dibawa kembali ke Indonesia.

"Waktu itu bapak Rudy Sufahriadi mengatakan kepada saya. (Rudy mengatakan), 'sebesar apa pun kesalahan antum (Anda) kepada negara, antum adalah anak bangsa. Antum adalah putra bangsa yang mana kami wajib untuk menyelamatkan antum'," jelas Umar Patek, dikutip dari YouTube Metro TV pada Rabu (28/5/2025).

"Itu kalimat yang sangat dalam, yang sangat masuk ke dalam hati dan pikiran saya."

"Momok dalam pikiran saya Densus itu kejam. Densus itu apa, misal, memukul atau menginterograsi dengan cara-cara yang keras seperti itu, karena tugasnya kan yang saya tahu menangkap-nangkapin orang-orang teroris gitu."

"Ternyata ketika saya berhadapan tidak seperti itu. Mereka sangat humanis dan kalimat itu tadi (yang diucapkan Rudy) membuat saya langsung putuskan, ya saya mau untuk diambil, untuk dibawa pulang," lanjutnya.

Umar Patek menangis ingat korban Bom Bali I
Umar Patek menangis ingat korban Bom Bali I
Sumber :
  • tim tvone - mahrus

 

Setelah ditangkap, Umar Patek lalu dipulangkan ke Indonesia. Ia diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Hakim lalu menjatuhkan vonis hukuman 20 tahun penjara pada tahun 2012.

Baru 10 tahun menjalani masa tahanannya, Umar Patek resmi mendapat pembebasan bersyarat. Ia mendapat remisi pada momen HUT RI pada 17 Agustus 2022.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mendapat bebas bersyarat, Umar Patek memutuskan pun sudah bertobat. Dua tahun setelahnya, ia pun diketahui banting setir menjadi pengusaha kopi yang diberi nama Ramu Kopi.

Produk kopi yang dijajakan Umar Patek Kini Patek diketahui didistribusikan ke warung-warung kopi, toko, tempat wisata, hingga berbagai daerah di Indonesia. (ism)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Jadi Peserta ASCN 2026 di Filipina, Indonesia Tekankan Pengembangan Smart City

Indonesia bakal mengikuti forum The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Cebu, Filipina, pada Juli 2026.
Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Orangtua Tidak Kasih Pinjam Akun Sosmed ke Anak, Bahaya Judi Online Mengintai

Peran keluarga kini menjadi benteng utama dalam melindungi anak generasi muda dari ancaman judi online (judol) dan penipuan digital. 
Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Diminta Usut Dugaan Pengelolaan APBD, BPK Sulsel Terima Masa Pendemo

Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Penyelamat Luwu Timur (HMPLT) mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar Enggan Berikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Ketua MPR Turun Tangan

Lomba Cerdas Cermat yang diadakan MPR RI jadi sorotan publik setelah dewan juri menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak. Ketua MPR sikapi permohonan maaf juri
Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler Kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR, KDM Hapus Pajak Kendaraan, Alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung

Terpopuler kemarin: Nasib MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar, Dedi Mulyadi wacanakan hapus pajak kendaraan, hingga alumni SMAN 3 dan 5 Bandung Sekolah Maung.

Trending

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Nasib Siswi SMAN 1 Pontianak Usai Viral Diduga Dicurangi Juri LCC: Dipanggil Wapres Gibran ke Istana, Isinya Mengejutkan

Istana Wakil Presiden mendadak menjadi lokasi pertemuan spesial bagi sepuluh pelajar SMAN 1 Pontianak, Rabu (13/5). 
Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Shindy Lutfiana Kena Teguran Keras 2 MC Senior Usai Salah Ucap saat Lomba Cerdas Cermat Kalbar: Saya Pikir Tidak Lucu!

Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MC Senior beri teguran untuk Shindy Lutfiana
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

Gegara Salah Ucap, MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Curhat Kehilangan Pekerjaan, Netizen: Perasaan Kakak Saja

MC pada Lomba Cerdas Cermat yang bernama Shindy Lutfiana mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang telah menyinggung banyak pihak.
Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Enggan Sampaikan Permohonan Maaf Secara Terbuka, Dewan Juri LCC 4 Pilar MPR RI Justru Salahkan Sound

Ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik di publik usai aksi dewan juri yang menganulir jawaban siswi SMAN 1 Pontianak.
Selengkapnya

Viral