News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejumlah Oknum Polisi Aniaya hingga Memeras Pemuda, Kapolrestabes Makassar Ungkap Fakta Mengejutkan

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, ungkap fakta mengejutkan terkait kasus dugaan penganiayaan dan pemerasan terhadap pemuda bernama Yusuf Saputra.
Minggu, 1 Juni 2025 - 19:44 WIB
Enam Anggota Sabhara Tinggalkan Tugas Tanpa Surat Perintah, Diduga Lakukan Pemerasan dan Penganiayaan
Sumber :
  • Idris Tajannang/tvOne

Makassar, tvOnenews.comKapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kasus dugaan penganiayaan dan pemerasan yang dialami oleh Yusuf Saputra (20), pemuda asal Dusun Parang Boddong, Desa Boddia, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Arya menyebutkan bahwa enam anggota Satuan Sabhara Polrestabes Makassar, termasuk Bripda A, meninggalkan tugas jaga (piket) tanpa surat perintah dan diduga melakukan tindakan di luar kewenangan mereka di wilayah Kabupaten Takalar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang bersangkutan telah keluar wilayah tugas tanpa izin. Itu pelanggaran pertama. Kedua, mereka meninggalkan tugas piket dan diduga melakukan tindakan terhadap korban sebagaimana yang dilaporkan," kata Arya dalam keterangannya kepada media, Sabtu (1/6/2025).

Ilustrasi Polri.
Ilustrasi Polri.
Sumber :
  • Istimewa

 

Menurut Arya, tindakan keenam anggota tersebut tidak dilengkapi surat penugasan resmi dan dilakukan di luar yurisdiksi Kota Makassar.

"Tidak ada surat perintah. Tidak ada penugasan ke Takalar. Itu di luar wilayah hukum Polrestabes Makassar," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mendalami peran masing-masing anggota dalam kasus ini. 

Saat ini, keenam personel sudah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan internal.

"Kami akan dalami peran mereka satu per satu. Namun yang jelas, Bripda A dan lima anggota lainnya sudah kami amankan," imbuh Arya.

Lebih lanjut, Arya memastikan bahwa laporan dari korban langsung ditindaklanjuti. 

Para terduga pelaku langsung diamankan dan ditempatkan di sel khusus (Patsus) untuk menunggu proses sidang kode etik.

"Begitu ada laporan dari korban, kami langsung bertindak. Para anggota kami amankan, dan sekarang sedang menunggu proses sidang etik," ujarnya.

Arya menekankan bahwa jika terbukti melanggar, sanksi tegas akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Kalau terbukti melakukan pelanggaran, sanksi terberat adalah PTDH. Saat ini kami fokus menyelesaikan proses penyelidikan dan persidangan internal," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporannya, Yusuf Saputra mengaku menjadi korban penganiayaan, penyekapan, dan pemerasan oleh enam oknum polisi tersebut. 

Kapolrestabes menyatakan pihaknya akan memeriksa seluruh bukti, termasuk isi ponsel dan aliran dana yang diterima oleh para terduga pelaku.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mantap, 10.000 Siswa Madrasah di Banten Digratiskan

Mantap, 10.000 Siswa Madrasah di Banten Digratiskan

Sebanyak 10.000 siswa dan siswi madrasah aliah (MA) swasta digratiskan oleh Pemerintah Provinsi Banten, guna membuka akses pendidikan yang seluas-luasnya di daerah setempat.
Gara-gara Veda Ega Pratama, Bos Red Bull KTM Ajo Akui Kecewa di Moto3 Ceko 2026

Gara-gara Veda Ega Pratama, Bos Red Bull KTM Ajo Akui Kecewa di Moto3 Ceko 2026

Veda Ega Pratama tampil impresif di Moto3 Ceko 2026 dengan melawan dominasi KTM dan finis kelima, membuat bos Red Bull KTM Ajo mengaku kecewa hasil timnya.
Inul Daratista Minta Pelaku Penyekapan 3 Tahun Dihukum Mati, Warganet Ikut Bereaksi

Inul Daratista Minta Pelaku Penyekapan 3 Tahun Dihukum Mati, Warganet Ikut Bereaksi

Pedangdut kondang Inul Daratista ikut bersuara soal kasus pelaku penyekapan 3 tahun di Bandung, minta hukum mati, komentar pedangdut ini langsung ramai warganet
Pergelaran Dieng Caldera Rase 2026, Diperkirakan Mengahsilkan Perputaran Uang Sebesar Rp 20 Miliar

Pergelaran Dieng Caldera Rase 2026, Diperkirakan Mengahsilkan Perputaran Uang Sebesar Rp 20 Miliar

Ajang Dieng Caldera Race (DCR) 2026 pada Minggu (21/6) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, diperkirakan menghasilkan perputaran uang sebesar Rp20 miliar. 
Backrooms Cetak Sejarah, Resmi Jadi Film Terlaris A24 Sepanjang Masa

Backrooms Cetak Sejarah, Resmi Jadi Film Terlaris A24 Sepanjang Masa

Film yang disutradarai kreator muda Kane Parsons tersebut resmi menjadi film terlaris dalam sejarah studio independen A24 setelah melampaui rekor pendapatan film-film sebelumnya dari studio tersebut.
Munas NU Jadi Momentum Lahirnya Fikih Disabilitas Mental Psikososial di Indonesia

Munas NU Jadi Momentum Lahirnya Fikih Disabilitas Mental Psikososial di Indonesia

Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial diluncurkan dalam rangkaian Munas dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Teras Gubuk Ploso, Kediri

Trending

Belum Juga Megawati Hangestri Gabung, Legenda Hyundai Hillstate Sebut Timnya Bakal Berubah Total Musim Depan

Belum Juga Megawati Hangestri Gabung, Legenda Hyundai Hillstate Sebut Timnya Bakal Berubah Total Musim Depan

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate dan langsung memicu perubahan besar. Simak komentar legenda klub Yang Hyo-jin untuk V-League 2026/2027.
Pelatih Hyundai Hillstate Bocorkan Tanggal Kedatangan Megawati Hangestri di Korea Selatan Jelang V-League 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate Bocorkan Tanggal Kedatangan Megawati Hangestri di Korea Selatan Jelang V-League 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, membocorkan jadwal kedatangan Megawati Hangestri ke Korea Selatan untuk memulai persiapan menghadapi Liga Voli Korea musim 2026-2027.
Klasemen Piala Dunia 2026: Mesir dan Spanyol Puncaki Grup, Tanjung Verde Berpotensi Cetak Sejarah

Klasemen Piala Dunia 2026: Mesir dan Spanyol Puncaki Grup, Tanjung Verde Berpotensi Cetak Sejarah

Klasemen Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026), persaingan makin ketat setelah rampungnya matchday kedua. Mesir dan Spanyol kini memimpin grup masing-masing.
Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, tak menutupi kekecewaannya usai kalah dari Spanyol 0-4 di Piala Dunia 2026. Ia mengakui The Green Falcons kalah kualitas.
Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Bermasalah, Hotel di Purwokerto Digugat Warga Yogyakarta

Pendirian dan pengoperasian Hotel E di Purwokerto menghadapi persoalan hingga dibawa ke Pengadilan Negeri Purwokerto. Angka Rp4 miliar disebutkan dalam pengajuan perkara
Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Baru-baru ini beredar terkait kabar detik-detik 14 oknum TNI-Polri terjaring razia atau Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib)  di THM, Surabaya, pada Sabtu
Selengkapnya

Viral