GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Balita Sukabumi Tewas Akibat Cacingan, Ini Cara Cegah Cacingan

Kementerian Kesehatan mengingatkan publik menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta makan Albendazol, yakni Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan yang disediakan di puskesmas
Kamis, 21 Agustus 2025 - 07:57 WIB
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan mengingatkan publik menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta makan Albendazol, yakni Obat Pencegahan Massal (POPM) cacingan yang disediakan di puskesmas, guna mencegah penyakit cacingan, menyusul meninggalnya seorang balita Sukabumi akibat penyakit itu.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta Rabu mengatakan, selain kedua hal tersebut, Puskesmas Kabandungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat telah mengupayakan sejumlah hal, seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak dengan gizi kurang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian penyelidikan epidemiologi untuk menggali riwayat dan faktor risiko pada penderita, dan upaya pencegahan agar tidak terjadi infeksi lagi.

Aji menyebutkan, dalam kasus yang menimpa balita di Sukabumi, jenis cacing yang menyebabkan penyakitnya adalah cacing gelang, karena jenis cacing ini ukurannya paling besar, sehingga bisa dilihat dengan mata biasa dan mudah dikenali dengan ukuran berkisar antara 10-35 cm.

"Bila telur infektif tertelan, telur akan menetas menjadi larva di usus halus kemudian menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu terbawa aliran darah ke jantung dan paru hingga bisa menyebabkan terjadinya Pneumonia, dengan gejala batuk, pilek, tidak sembuh dalam waktu lama, bisa keluar cacing dari hidung dan sesak nafas," katanya.

Dia menjelaskan, ada tiga jenis cacing yang umumnya menginfeksi anak-anak, khususnya usia prasekolah, yaitu cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma Duodenale), dan cacing cambuk (Trichiuris Trichiura).

Infeksi dari cacing yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminths/STH) yaitu cacing yang dalam siklus hidupnya memerlukan tanah untuk berkembang biak.

"STH yang banyak di Indonesia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale, Necator americanus)," katanya.

Cacingan, katanya, menyebabkan gangguan pada intake makanan, pencernaan, penyerapan serta metabolismenya. Secara kumulatif, infeksi cacing atau cacingan dapat menimbulkan kerugian gizi berupa kekurangan kalori dan protein serta kehilangan darah sehingga berdampak pada perkembangan fisik, kecerdasan, dan ketahanan tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan perorangan, seperti dengan BAB di tempatnya, mencuci bersih makanan, memasak makanan, mencuci tangan, memotong kuku, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan membuat jamban, dan memastikan sumber air bersih.

"Untuk penanganan penderita cacingan dapat segera berobat ke puskesmas, obatnya gratis disediakan pemerintah, yaitu Albendazol," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pemerintah juga membagikan obat cacing gratis, yang diberikan dua kali dalam satu tahun pada anak usia 1 – 12 tahun, bersamaan dengan pembagian vitamin di posyandu, atau bersamaan dengan kegiatan UKS di sekolah. (ant/ebs)


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gelombang Dua Puncak Arus Balik Mudik, Korlantas Polri Siapkan One Way Lokal

Gelombang Dua Puncak Arus Balik Mudik, Korlantas Polri Siapkan One Way Lokal

Korlantas Polri tengah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas One Way Lokal untuk puncak arus balik mudik lebaran Idul Fitri tahun 2026 gelombang dua yang terjadi pada 28-29 Maret 2026.
Viral Mobil Sampah di TPU Tanah Kusir Diduga Buang ke Sungai, DLH DKI Buka Suara dan Bongkar Fakta Sebenarnya

Viral Mobil Sampah di TPU Tanah Kusir Diduga Buang ke Sungai, DLH DKI Buka Suara dan Bongkar Fakta Sebenarnya

Viral mobil sampah di TPU Tanah Kusir diduga buang sampah ke sungai. DLH DKI Jakarta buka suara dan tegaskan itu hanya penampungan resmi.
Kronologi Bos Warung Remang-remang Tewas di Tangan Pegawai Usai Menolak Hubungan Intim Saat Mandi

Kronologi Bos Warung Remang-remang Tewas di Tangan Pegawai Usai Menolak Hubungan Intim Saat Mandi

Polres Subang ungkap kronologi hingga motif pembunuhan pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat oleh pegawainya sendiri. Ternyata gara-gara ditolak..
Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia berpeluang meraih tambahan poin penting dari FIFA jika mampu menumbangkan Saint Kitts and Nevis pada pertandingan FIFA Series 2025 malam ini.
KPK Tegaskan Pengalihan Penahanan Terkait Strategi Penanganan Perkara

KPK Tegaskan Pengalihan Penahanan Terkait Strategi Penanganan Perkara

KPK menegaskan kebijakan pengalihan penahanan tahanan lembaga antirasuah hanya terkait atau berdasarkan strategi penanganan perkara
Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi, Krisis Energi Global Picu Lonjakan di Tengah Perang Timur Tengah

Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi, Krisis Energi Global Picu Lonjakan di Tengah Perang Timur Tengah

Harga batu bara melonjak ke US$142 per ton di tengah krisis energi global akibat perang Timur Tengah. Negara Asia kembali bergantung pada batu bara.

Trending

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

PSSI dikabarkan telah menghubungi 4 pemain keturunan yang sudah mendapat restu FIFA untuk dinaturalisasi. Mereka berpotensi memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda kritik keras proyek naturalisasi Timnas Indonesia usai polemik paspor Dean James & Nathan Tjoe-A-On di Eredivisie. Mees Hilgers ikut terseret!
Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Penggemar Red Sparks serentak serbu postingan terbaru Instagram Megawati Hangestri yang mengunggah momen lebaran bersama keluarganya di Jember, Jawa Timur.
Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Sorotan tajam dari media Vietnam terkait polemik yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia di kompetisi Belanda. Soha ikut heboh lihat skandal ini.
Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia Main Nanti Malam! Ini Jadwal dan Jam Pertandingan FIFA Series 2026 Skuad Garuda vs Saint Kitts and Nevis

Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/03/2026) malam ini. Skuad Garuda pun membidik kemenangan.
Resmi! KNVB Akhirnya Buat Keputusan Soal Polemik Paspor Dean James hingga Nathan Tjoe-A-On, Bagaimana Nasib Pemain Timnas Indonesia di Belanda?

Resmi! KNVB Akhirnya Buat Keputusan Soal Polemik Paspor Dean James hingga Nathan Tjoe-A-On, Bagaimana Nasib Pemain Timnas Indonesia di Belanda?

KNVB selidiki polemik paspor pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On & Dean James. Kasus diserahkan ke jaksa khusus, klub Eredivisie diminta verifikasi dokumen
Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Komentar mengejutkan datang dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, jelang keikutsertaan timnya di FIFA Series. Skuad Garuda lebih kuat tanpa naturalisasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT