News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Posko Pengaduan Komnas HAM Terima 28 Laporan Korban Aksi Injuk Rasa: Mayoritas Ditangkap Sewenang-wenang

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membuka posko pengaduan untuk korban aksi unjuk rasa. Data yang didapatkan sejak 29 Agustus 2025, sebanyak 28 laporan masuk ke Komnas HAM.
Selasa, 2 September 2025 - 19:54 WIB
Petugas kepolisian bertahan saat kericuhan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membuka posko pengaduan untuk korban aksi unjuk rasa. Data yang didapatkan sejak 29 Agustus 2025, sebanyak 28 laporan masuk ke Komnas HAM.

Hal ini dinyatakan oleh Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah dalam konferensi pers Sikap LNHAM terhadap Aksi Demonstrasi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Penanganannya, di Komnas HAM, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/9/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Komnas HAM juga sejak tanggal 29 membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang mengalami  korban ketika mereka melakukan aksi, sejauh ini kami menerima 28 aduan yang masuk ke Komnas HAM,” kata Anis.

Kemudian Anis menerangkan bahwa dalam aduan tersebut diketahui bahwa korban rata-rata adalah orang yang ditangkap secara sewenang-wenang oleh aparat. 

“Mayoritas adalah mereka yang ditangkap secara sewenang-wenang oleh aparat. Sedang kami tindak lanjuti aduan-aduan tersebut,” terang Anis.

Selain itu Anis menyebutkan bahwa Komnas HAM hingga saat ini juga akan mengikuti secara tuntas mengenai kasus meninggalnya pengemudi Ojol, Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan Rantis Brimob.

“Dan kami secara khusus juga masih dan akan melanjutkan secara tuntas penyelidikan terkait dengan meninggalnya Adfab Kurniawan,” ungkap Anis.

Diketahui, Komnas HAM) mencatat terdapat 10 orang meninggal dunia dalam aksi demontrasi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terhitung sejak tanggal 25 Agustus 2025 hingga 1 September 2025.

“Tentu Komnas HAM menyampaikan keprihatinan yang mendalam karena aksi demonstrasi yang meluas di berbagai wilayah ini sudah menimbulkan banyak korban. Sejauh ini tercatat setidaknya 10 orang korban meninggal dunia,” kata Anis.

Lebih lanjut Anis menerangkan bahwa korban meninggal dalam aksi tersebut diduga kuat akibat kekerasan oleh aparat. Namun pihak Komnas HAM masih melakukan penyelidikan terkait penyebab lainnya.

“Korban meninggal dunia di mana beberapa diantaranya diduga kuat karena mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh aparat. Ini masih kami selidiki dan penyebab-penyebab yang lainnya,” jelas Anis.

Sementara itu Anis mengungkapkan bahwa berdasarkan data Komnas HAM, sejak tanggal 25 Agustus sampai 1 September 2025, terdapat 1.683 orang yang ditangkap dan ditahan di beberapa wilayah. 

“Di Bandung karena Komnas HAM baru pulang melakukan pemantauan ditemukan sebanyak 429 peserta aksi itu dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka, 46 diantaranya juga masih dirawat hingga hari ini,” tukas Anis.

Selain itu di Solo sebanyak 89 orang juga ditangkap sejak 29 Agustus 2025. Kemudian pada Senin, 1 September 2025 sebanyak 14 orang ditangkap dan sebagian ditetapkan sebagai tersangka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk itu tentu Komnas HAM akan terus melanjutkan proses pemantauan, pengumpulan data-data, fakta-fakta, informasi yang selama ini berkembang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat nanti kita juga bisa menyampaikan keseluruhan data yang masih terus kami himpun,” terang Anis. (ars/raa)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Tokoh Masyarakat Surakarta Nilai MBG Sangat Membantu di Daerah Rawan Bencana

Pandangan tersebut disampaikan tokoh masyarakat Surakarta, Pak Mayor Haristanto yang tidak melihat kritik sebagai sesuatu yang harus selalu dipertentangkan dengan pemerintah.
Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Upaya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur.
Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan dipastikan pulang tanpa medali dari Asian Games 2026 setelah kembali gagal mencapai podium.
Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Komisaris PT PSU Muhammad Syarif Lubis mengatakan, pihaknya melakukan audit internal dan menemukan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pegawai.
GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang tengah bergulir dinilai tidak boleh hanya sekadar berkutat pada persoalan sistem pemilu, pencalonan, atau daerah pemilihan saja.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Selengkapnya

Viral