GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aliansi Mahasiswa Indonesia Gelar Diskusi Publik dan Doa Lintas Iman: Serukan Perdamaian Pasca Kerusuhan Agustus 2025

Ketua Pelaksana, Emon, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum merajut kembali persatuan bangsa pasca kerusuhan.
Sabtu, 6 September 2025 - 18:43 WIB
Aliansi Mahasiswa Indonesia Gelar Diskusi Publik dan Doa Lintas Iman
Sumber :
  • ist

Jakarta, tvOnenews.comAliansi Mahasiswa Indonesia menggelar Diskusi Publik & Doa Lintas Iman di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/9/2025). 

Kegiatan ini mengangkat tema “Kerusuhan Agustus 2025 Berkedok Demonstrasi: Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Dirugikan?” dan dihadiri ratusan mahasiswa lintas kampus, tokoh pemuda, serta perwakilan masyarakat sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara menghadirkan dua narasumber utama: Charles Gilbert, Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, dan Achmad Baha’ur Rifqi, Presidium Nasional BEM PTNU. 

Diskusi terbagi menjadi dua sesi, yakni pemaparan publik terkait dampak kerusuhan serta doa lintas iman untuk memohon keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan bangsa. Hadir pula pemuka agama, ustadz dan pendeta, yang memimpin doa bersama demi terciptanya Indonesia yang lebih damai dan tenteram.

Ketua Pelaksana, Emon, dalam sambutannya menekankan pentingnya forum ini sebagai momentum merajut kembali persatuan bangsa pasca kerusuhan.

“Kerusuhan Agustus 2025 meninggalkan luka sosial yang dalam. Melalui forum ini, mahasiswa berdiri di garis depan untuk menyerukan perdamaian, memperkuat solidaritas lintas iman, serta memastikan bahwa kekerasan tidak lagi menjadi pilihan dalam menyampaikan aspirasi. Perdamaian adalah jalan terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Charles Gilbert membawakan topik “Kebebasan Berpendapat dalam Bingkai Kebangsaan dan Toleransi”. Ia menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi secara damai dan menolak provokasi yang merusak demokrasi.

“Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus disalurkan dengan cara yang damai dan bertanggung jawab. Mahasiswa Kristiani menegaskan pentingnya toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak aksi provokatif yang merusak demokrasi,” ungkap Charles.

Sementara itu, Achmad Baha’ur Rifqi membawakan materi “Aspirasi Mahasiswa dan Tantangan Penunggang Gelap”. Ia mengulas fenomena aksi massa yang berubah menjadi kerusuhan akibat adanya pihak yang menunggangi gerakan rakyat.

“Kerusuhan Agustus lalu menunjukkan adanya pihak-pihak yang menunggangi aspirasi rakyat. Mahasiswa PTNU melihat ini sebagai tantangan untuk menjaga gerakan tetap murni, fokus pada kepentingan masyarakat, dan menegakkan demokrasi tanpa kekerasan,” tegas Baha.

Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan doa lintas iman yang dipimpin oleh ustadz dan pendeta bersama seluruh peserta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puncak acara ditandai dengan pembacaan Deklarasi Perdamaian Gedung Joang 45, yang menegaskan sikap menolak kekerasan, menjaga persatuan bangsa, belajar dari tragedi Agustus 2025, serta mendukung pemerintah menindak tegas para pelaku kerusuhan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa menegaskan perannya sebagai agen perdamaian yang mendorong dialog konstruktif, memperkuat toleransi, serta menjaga keutuhan NKRI.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Korban Pencabulan Oknum Kiai di Ponpes Pati Ditawari Rp400 Juta untuk Cabut Laporan, Kuasa Hukum: Ada Suruhannya

Kasus dugaan pencabulan dilakukan oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari jadi perhatian publik. Korban pernah ditawari sejumlah uang untuk mencabut laporan
Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Persib Libas Persija, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Tegas untuk Bobotoh: Jangan Jumawa

Insiden gesekan antarmassa yang pecah di Purwakarta dan aksi pelemparan benda keras di Karawang pasca-kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta memicu reaksi keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

KDM Resmi Setop Izin Wisata dan Perumahan di Kawasan Hutan, Bupati dan Wali Kota Diminta Lebih Proaktif

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) resmi larang izin wisata dan perumahan di kawasan hutan Jawa Barat, bupati dan wali kota diminta lebih proaktif.
Sikap KDM Imbas Bentrokan di Karawang dan Purwakarta, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Sikap KDM Imbas Bentrokan di Karawang dan Purwakarta, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Modus Lempar Paket dari Sawah, Penyelundupan Sabu ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

Modus Lempar Paket dari Sawah, Penyelundupan Sabu ke Lapas Karawang Digagalkan Petugas

Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warung Bambu, Kabupaten Karawang, kembali digagalkan oleh petugas penjagaan. 

Trending

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah Berkurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Bolehkah berkurban satu kambing diniatkan untuk satu keluarga? Simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Drama Kejar-kejaran di Lintas Sumatera: Polisi Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam skala besar berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi. 
Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Cegah Konflik Kepentingan, Ketua KPK Wanti-wanti Kepala Daerah Soal Dana Hibah ke Instansi Vertikal

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, secara tegas mengingatkan para kepala daerah untuk tidak menyalahgunakan anggaran daerah dengan memberikan THR atau dana hibah kepada instansi vertikal. 
TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

TRENDING: Pengakuan Mengejutkan Santriwati Ponpes Pati, Gerak-gerik Janggal Kiai Ashari, Kesaksian Korban Soal Modus Terapi Batin

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus menjadi sorotan publik. Berikut rangkuman lengkapnya.
Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Sherly Tjoanda Hela Nafas Dalam-dalam Setelah Temui Anak yang Tak Bisa Perhitungan Dasar: Mamanya yang Mana Ini?

Gubernur Malut Sherly Tjoanda tarik nafas panjang setelah melihat anak-anak usia sekolah yang tak pandai berhitung matematika di Desa Gulapapo, Halmahera Timur.
Selengkapnya

Viral