News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Perak Melesat ke Rp29.152 per Gram, Diprediksi Bakal Berjaya Tahun Depan Kalahkan Emas? 

Harga perak melonjak tajam di tengah revolusi teknologi hijau dan penurunan suku bunga global. Simak analisis, data harga, dan potensi investasinya.
Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:55 WIB
Harga Perak Melesat ke Rp29.152 per Gram, Diprediksi Bakal Berjaya Tahun Depan Kalahkan Emas? 
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Dulu sering dijuluki “emasnya orang miskin”, kini perak (XAG) justru menjadi bintang baru di dunia investasi global. Di tengah fokus pasar pada emas, perak diam-diam membangun momentum besar berkat revolusi teknologi hijau dan perubahan kebijakan moneter global.

Saat ini, harga perak murni di Indonesia berkisar Rp 29.152,84 per gram (berdasarkan data www.ibank.co.id). Untuk logam mulia 100 gram, harganya berada di rentang Rp 5,52 juta–Rp 6 juta di marketplace seperti Tokopedia. Sementara untuk perhiasan perak murni 99,99%, harganya sekitar Rp 15.300–Rp 19.000 per gram, tergantung desain dan bahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harga perak juga bervariasi tergantung kemurnian, bentuk, dan tempat pembelian. Semakin tinggi kadar kemurniannya, semakin mahal pula nilainya di pasar.

Permintaan Industri Jadi Katalis Utama

Tak seperti emas yang didorong sentimen safe haven, harga perak kini digerakkan oleh permintaan industri. Sebagai konduktor listrik terbaik di dunia, perak menjadi material vital dalam perangkat elektronik, jaringan 5G, dan pusat data kecerdasan buatan (AI).

Ledakan teknologi AI bahkan meningkatkan konsumsi perak hingga beberapa kali lipat. Selain itu, transisi energi hijau menjadi pendorong paling signifikan. Setiap panel surya dan kendaraan listrik (EV) memerlukan perak dalam jumlah besar. Kini, sektor energi terbarukan menyerap hampir 25% dari total pasokan perak tambang global setiap tahun.

Dengan target iklim dunia yang semakin ambisius, permintaan terhadap logam ini bersifat “non-negotiable”, menciptakan dasar harga (price floor) yang kuat dan sulit ditembus ke bawah.

Pasokan Terbatas, Harga Bisa Meledak

Masalahnya, pasokan perak sangat tidak elastis. Sekitar 70% perak dunia ditambang sebagai produk sampingan dari tembaga dan seng. Artinya, produksi perak tak bisa dengan mudah ditingkatkan walaupun harga naik. Inilah yang membuat pasar perak mudah bergejolak.

Ketika permintaan meningkat tajam, lonjakan harga bisa jauh lebih cepat dibanding emas—bahkan bisa bergerak 1,7 kali lebih volatil. Inilah alasan mengapa banyak analis menyebut perak sebagai “pedang bermata dua” bagi investor.

Aset Hibrida: Industri dan Safe Haven Sekaligus

Selain nilai industrinya, perak juga berfungsi sebagai penyimpan nilai (store of value) seperti emas. Saat inflasi tinggi atau dolar melemah, investor cenderung beralih ke logam mulia, dan perak menjadi alternatif yang lebih terjangkau.

Salah satu indikator penting yang diawasi investor adalah Rasio Emas-Perak, yakni berapa ons perak yang diperlukan untuk membeli satu ons emas. Saat rasio ini di atas 80:1, artinya perak undervalued, dan berpotensi naik lebih cepat dari emas jika tren berbalik.

Strategi Investor: Bertahap dan Sabar

Meski prospeknya menjanjikan, volatilitas perak tetap tinggi. Karena itu, strategi investasi bertahap atau dollar-cost averaging lebih disarankan dibanding pembelian sekaligus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Investor juga perlu melihat perak bukan sekadar “emas versi murah”, melainkan aset strategis yang memainkan peran penting dalam transisi teknologi dan ekonomi global.

Dengan fondasi kuat—mulai dari permintaan industri, pasokan terbatas, hingga tren moneter global—perak kini bukan lagi logam bayangan emas, melainkan bintang utama investasi masa depan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Timnas Indonesia U-19 Vs Timor Leste di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini

Jadwal Timnas Indonesia U-19 Vs Timor Leste di Piala AFF U-19 2026 Malam Ini

Timnas Indonesia U-19 akan kembali unjuk gigi di iala AFF U-19 2026 malam ini. Garuda Nusantara akan berhadapan dengan Timor Leste di Stadion Utama Sumatera Utara pada Kamis (4/6/2026).
Dukung Hilirisasi Perkebunan, PT SGN Ambil Bagian dalam Gerakan Tanam Serentak

Dukung Hilirisasi Perkebunan, PT SGN Ambil Bagian dalam Gerakan Tanam Serentak

PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) menyatakan dukungannya terhadap program hilirisasi komoditas perkebunan strategis yang dijalankan Kementerian Pertanian RI.
Kronologi Prabowo Tahu Penyelewengan di BGN Terungkap

Kronologi Prabowo Tahu Penyelewengan di BGN Terungkap

Setelah mengetahui adanya indikasi penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.
Ada SPPG Terafiliasi Tiga Mantan Pimpinan BGN Sekaligus Tersangka Korupsi MBG, Ini Kata Kejagung

Ada SPPG Terafiliasi Tiga Mantan Pimpinan BGN Sekaligus Tersangka Korupsi MBG, Ini Kata Kejagung

Kejaksaan Agung masih mendalami soal yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi tiga tersangka Dadan Hindayana, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026.
Tengah Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Unggah Pesan Tajam soal Orang yang Membenci

Tengah Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Unggah Pesan Tajam soal Orang yang Membenci

Ruben Onsu unggah momen tahajud di tengah konflik dengan Sarwendah. Ayah Betrand sertakan pesan tajam soal orang yang membenci dan membicarakan di belakang. 
AS Serang Pulau Qeshm, Iran Balas Serang Kuwait dengan Roket, 63 orang Terluka

AS Serang Pulau Qeshm, Iran Balas Serang Kuwait dengan Roket, 63 orang Terluka

Serangan roket dan pesawat nirawak (drone) Iran melukai lebih dari 60 orang di Kuwait, termasuk para penumpang dan staf bandara, kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad.

Trending

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Tulis Surat untuk Kepala BGN Nani S Deyang: Terimakasih Atas Hadiah Indah

Publik tengah dihebohkan dengan terungkapnya kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.
Ada Nama Eks Plt Dirjen Imigrasi Hingga Kakanwil Jabar di OTT KPK

Ada Nama Eks Plt Dirjen Imigrasi Hingga Kakanwil Jabar di OTT KPK

Mantan Plt Dirjen Imigrasi periode 2024-2025, Saffar Muhammad Godam turut diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan korupsi kepengurusan dokumen keimigrasian di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat.
PBVSI Bisa Jatuhkan Sanksi untuk Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar? Begini Penjelasan Lengkapnya

PBVSI Bisa Jatuhkan Sanksi untuk Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar? Begini Penjelasan Lengkapnya

PBVSI membuka peluang menjatuhkan sanksi kepada Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar usai mundur dari Timnas Voli Indonesia 2026. Simak alasan, aturan
KPK Sita Kendaraan, Mata Uang Asing Hingga Emas Hasil OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

KPK Sita Kendaraan, Mata Uang Asing Hingga Emas Hasil OTT Kepala Imigrasi Jakarta Barat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Tanpa Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar, Seberapa Kuat Timnas Voli Indonesia? PBVSI Bidik Prestasi di Tengah Kontroversi

Tanpa Megawati Hangestri, Rivan, dan Nizar, Seberapa Kuat Timnas Voli Indonesia? PBVSI Bidik Prestasi di Tengah Kontroversi

Timnas Voli Indonesia harus menghadapi agenda internasional 2026 tanpa Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar. Mampukah skuad Merah Putih tetap bersaing?
Kronologi Prabowo Tahu Penyelewengan di BGN Terungkap

Kronologi Prabowo Tahu Penyelewengan di BGN Terungkap

Setelah mengetahui adanya indikasi penyelewengan di Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.
Grab Patahkan Kabar Akan Keluar dari Indonesia, Pilih Komitmen Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Grab Patahkan Kabar Akan Keluar dari Indonesia, Pilih Komitmen Perkuat Ekonomi Digital Nasional

Publik sempat dihebohkan dengan santernya rumor mengenai adanya rencana Grab yang akan keluar dari Indonesia.
Selengkapnya

Viral