Ayah Timothy Anugerah Buka-Bukaan Soal Penyakit Anaknya yang Diduga Bunuh Diri Lompat dari Kampus Unud
- YouTube tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Kematian Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Timothy Anugerah Saputra (22) yang diduga bunuh diri sampai saat ini masih belum menemukan titik terang.
Masih belum diketahui pasti apakah Timothy meninggal karena bunuh diri atau mengalami kecelakaan dari lantai empat gedung kampus Unud.
Setelah insiden yang menewaskan mahasiswa Unud itu, banyak isu beredar, termasuk dugaan penyakit yang dialami oleh Timothy.
Tak sedikit pula yang menyebut jika Timothy memiliki gangguan kejiwaan hingga akhirnya memutuskan menghilangkan nyawanya sendiri.
Muncul dugaan pula bahwa pemuda 22 tahun itu menjadi korban perundungan oleh teman-temannya di kampus.
Sempat beredar pula isi pesan di sebuah grup mahasiswa yang diduga menghina Timothy meskipun ia sudah meninggal.
Terkait berbagai dugaan soal penyakit mahasiswa semester 7 Unud itu, sang ayah, Lukas Triana Putra buka suara.
Ia mengaku cukup terganggu dengan berbagai dugaan-dugaan yang muncul soal penyakit anaknya.
"Ada beberapa hal, berita-berita yang muncul di media online maupun di media TV yang mengatakan bahwa anak saya punya penyakit," kata Lukas, dikutip dari YouTube Metro TV dengan judul 'Tragedi di Unud, Ayah Timothy Anugerah Buka Suara', Senin (20/10/2025).
- Instagram @8_11_timothyanugerah & X @unudmenfess
Lukas kemudian mengungkapkan, bahwa waktu kecil putranya itu memang pernah mengalami masalah pendengaran.
Ia pun membawa putranya itu ke dokter spesialis THT anak. Setelah menjalani pengobatan, pendengarannya pun membaik.
Selanjutnya, sejak kecil putra semata wayangnya itu menempuh pendidikan di sekolah internasional.
Namun, Timothy justru memiliki masalah sosialisasi dalam menggunakan Bahasa Indonesia.
"Jadi dia pakai Bahasa Inggris. Setelah kita lihat perkembangannya, setelah kelas 4, kok dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik, dengan lingkungan sekitar yang dengan Bahasa Indonesia," ujar Lukas.
Putranya itu pun dibawanya ke psikolog anak untuk mengatasi masalah bersosialisasinya.
Setelah menjalani perawatan, putranya itu kemudian sudah dinyatakan bisa bersosialisasi dengan baik di usia SMP.
"Pada saat itu kita juga mendampingi pakai psikolog juga, dan dinyatakan sudah bisa bersosialisasi lagi tanpa pakai psikolog itu di kelas SMP," katanya.
Setelah itu, Lukas mengatakan putranya tumbuh dengan baik dan tidak memiliki masalah sosialisasi lainnya.
Dirinya pun mengaku terkejut karena anak yang ia sayangi akhirnya meninggal diduga karena bunuh diri.
"Jadi, semenjak di Udayana ini, dia sudah dinyatakan tidak ada gangguan dari psikologinya. Makanya, saya kaget kenapa ini anak diberitakan bahwa terjadi dia bunuh diri," ujarnya lagi.
Saat ini, pihak keluarga Timothy sudah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Lukas pun menyatakan dirinya menyerahkan semua penyelidikan kepada pihak kepolisian. (iwh)
Load more