Malam Jahanam di Kebon Bawang
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Jakarta, tvOnenews.com - Serbuk beling bekas pecahan jendela kaca dan dinding pecah berserakan di mana-mana. Seluruh isi rumah milik Anggota DPR RI nonaktif dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni berhamburan. Tak ada yang berharga lagi kecuali menjadi puing-puing. Dinding-dinding masih dengan coretan kata-kata kotornya. Mobil Lexus RZ yang ditaksir seharga Rp2,2 miliar masih dibiarkan koyak menjadi rongsokan dan terparkir di serambi depan.
Dengan pagar masih tersegel garis polisi, kondisi hunian elit di perkampungan Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu sebenarnya belum banyak berubah sejak dihancurkan gerombolan orang marah pada akhir Agustus silam. Tak ada yang boleh masuk, kecuali segelintir orang yang diizinkan.
Tim tvOnenews.com yang berkesempatan untuk bersambang, pada Sabtu (18/10/2025), menyaksikan keadaan hancur itu yang seolah masih dibiarkan pemiliknya untuk menjadi saksi bisu yang menyisakan traumatik mendalam bagi orang-orang yang turut berada di dalamnya.
Tragedi kelam Rumah Sahroni bukanlah kejadian yang berdiri secara tunggal, melainkan buntut dari rentetan pemicu gelombang demo sepanjang Agustus kelam.
Rakyat mungkin marah atas kontroversi sejumlah Anggota DPR. Mulai dari video viral para Legislator yang berjoget riang di sidang paripurna MPR pada 15 Agustus 2025, ketika pengesahan kenaikan tunjangan perumahan hingga Rp50 juta per bulan; disusul pernyataan Nafa Urbach yang disalah arti seolah meremehkan tunjangan itu sebagai "hanya kompensasi kontrak rumah" pada 22 Agustus; hingga ucapan Sahroni sendiri yang menyebut seruan pembubaran DPR sebagai "mental orang tolol sedunia".
Bara dalam sekam itulah yang kemudian benar-benar berkobar ketika tragedi tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Agustus 2025 malam. Jakarta semakin chaos setelahnya, demo terjadi di beberapa titik. Korban jatuh, aparat dan wakil rakyat jadi musuh, media sosial keruh menyerukan untuk merusuh.
Hingga akhirnya, entah angin apa yang menggiring sejumlah massa kemudian mendatangi rumah Ahmad Sahroni dan melakukan penjarahan pada Sabtu, 30 Agustus 2025 sore.
Load more