News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ihwal Proyek Data Geospasial di BIG, Pakar Kebijakan Publik Ingatkan Ini

Ihwal proyek strategis pengumpulan data geospasial dan peta dasar seluruh wilayah Indonesia di Badan Informasi Geospasial (BIG) mendapat sorotan elite politik
Kamis, 13 November 2025 - 12:55 WIB
Ihwal Proyek Data Geospasial di BIG, Pakar Kebijakan Publik Ingatkan Ini
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ihwal proyek strategis pengumpulan data geospasial dan peta dasar seluruh wilayah Indonesia di Badan Informasi Geospasial (BIG) mendapat sorotan elite politik hingga dari pakar kebijakan publik. 

Peserta tender yang didominasi perusahaan Asing asal Cina, salah satunya Shanxi Tirain Science and Technolgy Co.,Ltd. dinilai sangat berisiko tinggi terjadi kebocoran informasi penting. Dan pada akhirnya bisa mengancam kedaulatan peta data, kedaulatan teritorial, sumber daya alam dan manusia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sebenarnya aturannya nggak boleh, tapi mungkin ada peraturan baru yang membolehkan. Masuknya perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam tender ini bisa menimbulkan risiko besar jika data geospasial Indonesia jatuh ke tangan asing," jelas pakar pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah kepada media di Jakarta, seperti yang dikutip pada Rabu (13/11/2025). 

Seperti diketahui, proyek strategis nasional itu berupa penyediaan data dasar geospasial dan peta dasar wilayah seluruh Indonesia, dengan pembiayaan soft loan dari Bank Dunia mencapai sekitar 238 juta dolar AS.

Proyek ini terbagi menjadi dua bagian besar, yakni pengumpulan data spasial wilayah urban dan non-urban yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. 

Dalam proyek tersebut, terdapat delapan perusahaan yang dinyatakan lolos kualifikasi. 

Namun, sebagian besar di antaranya merupakan perusahaan asing asal Tiongkok, baik yang berdiri sendiri maupun tergabung dalam konsorsium. 

Sejumlah perusahaan asing itu adalah PT Wolpert JV Map Tiga Internasional, PT Internal Technoloies Corporation. PT Exsa Internasional JV Asia Air Survey Co., L.td, dan konsorsium perusahan dari Cina yakni PT Beijing ZKYS Remote Sensing Information Technology Co.Ltd, Hineyckmb Aerospace Technologies (Beijing Co., Ltd, dan PT Earth View Image Inc. 

Kondisi ini, menurut Trubus, patut menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keamanan dan kedaulatan negara.

“Yang dikhawatirkan itu kalau geospasial itu oleh pemenang tendernya antara orang Tiongkok. Seluruh sumber daya alam kekayaan kita bisa terekam oleh Tiongkok semuanya nanti,” ucapnya.

Dia juga ingatkan pemerintah perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. 

Data geospasial tidak sekadar peta wilayah, melainkan informasi strategis yang dapat mengungkap kekayaan sumber daya alam Indonesia secara detail. 

Ia menilai keterlibatan Tiongkok yang terlalu dominan dapat membuka peluang terjadinya monopoli dan kebocoran data yang berpotensi mengancam kedaulatan nasional. 

“Artinya ke depan itu seluruh wilayah Indonesia sumber daya alam kekayaannya, sumber daya manusia, bisa dimapping oleh Tiongkok dan diketahui oleh Tiongkok, itu yang jadi bahaya di situ,” bebernya.

Trubus memahami bahwa salah satu alasan keterlibatan perusahaan Tiongkok mungkin karena efisiensi dan keunggulan teknologi yang mereka miliki. 

Namun, ia mengingatkan, efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keamanan nasional. 

“Kalau semua perusahaan Tiongkok dibolehkan semuanya, nanti ujung-ujungnya monopoli di situ. Dan dia mengetahui semua sumber daya alam yang dimiliki Indonesia,” katanya.

Selain itu, Trubus juga menyinggung bahwa pengalaman Indonesia dalam proyek kerja sama dengan Tiongkok, seperti pembangunan kereta cepat Whoosh, seharusnya menjadi pelajaran berharga.

Menurutnya, lemahnya integritas birokrasi dan mudahnya praktik suap di Indonesia membuat pihak asing lebih mudah memengaruhi keputusan strategis pemerintah.

“Yang orang Indonesia kan mudah sekali disuap. Jadi mungkin menerima itu kan. Tapi itu sesuatu yang seharusnya tidak bisa dimaafkan,” kata Trubus. 

Ia menilai kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa Tiongkok begitu agresif masuk dalam proyek-proyek penting Indonesia. Trubus menekankan perlunya transparansi dalam proses tender proyek-proyek strategis semacam ini. 

Bahkan enurutnya, publik berhak mengetahui aturan main, urgensi, serta manfaat yang sebenarnya dari proyek geospasial tersebut. 

“Tender-tender seperti ini harusnya dibuka aja ke publik semuanya. Jadi bagaimana kemudian aturan mainnya dan bagaimana kemudian juga urgensinya. Jangan sampai nanti ujung-ujungnya mengancam kedaulatan,” ucapnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah meninjau ulang proses tender proyek BIG ini. Menurutnya, karena proyek masih dalam tahap tender, masih ada ruang untuk melakukan evaluasi ulang. 

“Ini kan baru tender ya, bisa aja ditinjau ulang. Karena ini kan kelanjutan dari era-era sebelumnya yang lebih cenderung ke Cina,” katanya.

Tiongkok Tidak Sekadar Bisnis 

Lebih lanjut, Trubus menilai Tiongkok tidak sekadar menjalankan bisnis, melainkan memiliki visi jangka panjang untuk menguasai teknologi dan sumber daya alam global. 

Lanjut dia menjelaskan, banyak negara telah melihat kemampuan Tiongkok dalam mengembangkan teknologi militer dan industri yang kini bahkan mampu menyaingi Barat.

“Tiongkok kan nggak sekadar bisnis. Dia memikirkan masa depannya,” ujarnya. 

Dengan kemampuan tersebut, Tiongkok tentu memerlukan pasokan sumber daya alam dalam jumlah besar. Indonesia, yang kaya akan sumber daya seperti nikel, batu bara, dan minyak, menjadi sasaran strategis.
 
“Ini kesempatan orang Indonesia kan mudah sekali, pejabat-pejabatnya ini birokrasinya kan birokrasi korup, mudah sekali disuap,” kata Trubus menegaskan.

Ia juga menilai bahwa BIG dalam hal ini tampak hanya berfokus pada pelaksanaan teknis tanpa mempertimbangkan dampak strategis jangka panjang terhadap kepentingan nasional. 

“Yang dibenak mereka itu cuma melaksanakan pemetaan geospasial saja yang segera dilakukan. Yang diberikan cuma untungnya jangka pendek, jadi nggak mementingkan bahwa jangka panjangnya akan merusak seluruh kedaulatan negara,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trubus menyarankan agar pemerintah tidak tergesa-gesa dalam melanjutkan proyek ini dan mempertimbangkan dengan matang seluruh aspek dampak jangka panjangnya. 

“Saran saya, proyek ini perlu dimapping ulang atau dikaji ulang, juga mempertimbangkan jangka panjangnya. Jadi aspek-aspek dampak dari jangka panjang itu yang penting,” pungkas Trubus. (aag) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral