News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ahli Ungkap Penyebab Baterai Drone Bahan Lithium Bisa Meledak di Gedung Terra Drone

Salah satu dugaan penyebab kebakaran hebat yang terjadi di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat adalah meledaknya baterai drone, jenis lithium.
Rabu, 10 Desember 2025 - 18:44 WIB
Polisi Temukan Dua Baterai Drone Diduga Picu Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Salah satu dugaan penyebab kebakaran hebat yang terjadi di Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat adalah meledaknya baterai drone, jenis lithium.

Kebakaran hebat yang terjadi di sebuah toko drone pada Selasa (9/12/2025) ini menewaskan 22 orang yang terjebak dalam Gedung Terra Drone tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden itu diduga dipicu ledakan baterai drone di ruang penyimpanan yang kemudian merembet ke unit baterai lain dan membentuk kobaran api besar.

Peneliti kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Muhammad Nur Yuniarto menuturkan bagaimana baterai drone berbahan lithium bisa meledak.

Petugas membawa baterai diduga jadi penyebab kebakaran gedung Terra Drone
Petugas membawa baterai diduga jadi penyebab kebakaran gedung Terra Drone
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Menurutnya, baterai drone memang memiliki risiko lebih tinggi terbakar dibandingkan baterai kendaraan listrik.

“Secara teknis, baterai drone atau baterai kendaraan listrik memiliki potensi untuk terbakar, tetapi standar keamanan drone tidak selalu seketat kendaraan listrik,” ujar Yuniarto dikutip dari rri.co.id, Rabu (10/12/2025).

Meski begitu Yuniarto mengatakan jika karakter Kimia baterai drone yang digunakan setiap perusahaan berbeda-beda. Bahkan hingga kini belum dapat dipastikan jenis kimianya.

“Apakah lithium phosphate atau lithium nickel manganese cobalt atau NMC,” katanya.

Lebih lanjut, Yuniarto mengatakan baterai dengan komposisi NMC memiliki risiko lebih tinggi mengalami thermal runaway atau reaksi panas berantai dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP).

"Kalau sudah terbakar, reaksinya tidak bisa dihentikan, sehingga merembet ke baterai lain seperti bahan bakar cair," terangnya.

Oleh karena itu, Yuniarto menekankan jika penyimpanan baterai berperan besar terhadap tingkat keamanan. 

"Baterai itu musuh utamanya temperature, dan sebaiknya berada di Bawah 40 derajat karena di atas 60 derajat sudah tidak aman, dan di atas 80 derajat sangat tidak aman," jelasnya.

Menurutnya, drone komersial umumnya memiliki standar keamanan, akan tetapi perangkat dirakit sendiri, atau baterai yang disimpan tanpa pengaturan suhu berisiko lebih besar meledak.

"Kita perlu melihat apakah drone yang digunakan sudah melewati uji standar dan bagaimana penyimpanan baterainya," katanya.

Selian itu, secara teknis baterai drone berbeda dengan baterai kendaraan listrik karena tidak dilengkapi system pendingin, manajemen baterai berlapis, hingga pengendali arus yang ketat.

"Kendaraan listrik ada sistem pengaman berlapis mulai dari pendinginan hingga pembatasan arus, sehingga relative lebih aman," katanya.

Tidak adanya sistem keselamatan itu membuat satu baterai drone yang terbakar dengan mudah memicu reaksi berantai pada baterai lain di ruang tertutup. 

“Kalau satu terbakar, dia akan merembet dengan cepat, sehingga harus segera diturunkan temperaturnya,” kata Yuniarto.

Oleh karena itu, standar penyimpanan baterai drone seharusnya mencakup ruang sejuk, tegangan simpan yang tidak penuh, serta tidak menempatkan baterai terlalu dekat sumber panas. 

“Kalau disimpan terlalu panas, baterai rentan terbakar, dan kalau sudah terbakar reaksinya sulit dihentikan,” pungkasnya. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Calon pengendara sebaiknya hindari jalur ini imbas rekayasa lalu lintas sidang dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting oleh tiga tersangka, yakni LSP, ASN, dan EH terus menuai sorotan. 
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Shin Tae-yong Dikonfirmasi Alami Influenza Tipe A, Tetap Pantau Persija Meski Dirawat di Rumah Sakit

Alasan Shin Tae-yong tak dampingi Persija Jakarta saat away ke PSMS Medan adalah karena sang pelatih terkena Influenza tipe A dan sepekan dirawat di rumah sakit

Trending

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Kepolisian menyiapkan pengamanan dalam sidang kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). 
Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 mengumumkan berbagai musik hingga grup musik yang meraih penghargaan dari 67 kategori termasuk 4 kategori tambahan.
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Egy Maulana Vikri tersipu malu ketika Shin Tae-yong memintanya untuk mengucapkan 'Gue Persija' disertai menunjukkan simbol jari jempol telunjuk khas Jakmania.
Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Viral di media sosial seorang anak balita berusia 3 tahun di Tenggarong diajak oleh orang tuanya mendaki Bukit Biru yang jalurnya dikenal terjal tanpa pengaman.
Selengkapnya

Viral