GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengaku Dokter Obygn Demi Lancarkan Aborsi Ilegal di Apartemen Basura, Ternyata NS Cuma Lulusan SMA

Sosok yang selama ini berpura-pura menjadi dokter obgyn dalam praktik aborsi ilegal di Apartemen Basura, Jakarta Timur akhirnya terkuak.
Rabu, 17 Desember 2025 - 20:59 WIB
Tersangka kasus aborsi ilegal di Apartemen Bassura, Jakarta Timur
Sumber :
  • Foe Peace/VIVA

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok yang selama ini berpura-pura menjadi dokter obgyn dalam praktik aborsi ilegal di Apartemen Basura, Jakarta Timur akhirnya terkuak.

Di balik klaim keahlian yang meyakinkan pasien, perempuan berinisial NS ternyata tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan sama sekali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi memastikan, NS hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Fakta itu diungkap oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu, saat konferensi pers kasus aborsis ilegal pada Rabu (17/12/2025).

Edy menjelaskan hasil penyelidikan terhadap sindikat praktik aborsi ilegal yang beroperasi secara berpindah-pindah di sejumlah apartemen sejak 2022 hingga 2025.

Background dari pelaku yang tadi mengaku-ngaku dokter, ya, kalau tidak salah di sini adalah saudari NS, ya. Dia tidak mempunyai background kesehatan. Kalau lulusannya, dia lulusan SMA, ya,” ungkap Edy.

Meski tanpa kompetensi medis, NS disebut telah memahami tata cara aborsi karena sebelumnya pernah terlibat sebagai asisten dalam praktik serupa.

Pengetahuan itulah yang kemudian digunakan untuk meyakinkan pasien, meski seluruh tindakan dilakukan secara ilegal dan tanpa standar medis.

“Tetapi dia pernah ikut sebagai asisten, ya, asisten, mungkin juga dulu-dulunya juga mungkin praktik ilegal juga, ya, tapi dia pernah, pernah sebagai asisten untuk melakukan aborsi, ya. Tetapi yang jelas, dia tidak punya, tidak berkompeten dalam bidangnya,” tegas Edy.

Dengan berpura-pura sebagai tenaga medis, NS menjadi bagian dari sindikat aborsi ilegal yang bekerja secara terorganisir.

Mereka menyasar pasien melalui promosi di website, lalu berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengawasan aparat.

“Hubungan mereka ini hubungan kerja sama saja, artinya mereka ini merupakan suatu sindikat,” ujar Edy.

Praktik tersebut dilakukan di apartemen sewaan berjangka pendek, bahkan hanya satu hingga dua hari, menyesuaikan jumlah pasien yang akan dilayani.

“Biasanya mereka menyewa apartemen, dan itu sewa harian atau mingguan saja,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jauh Edy mengatakan, saat penggerebekan, pihaknya mendapati tiga pasien sedang berada di lokasi praktik.

Dari hasil penelusuran awal, tercatat sedikitnya 361 pasien pernah menjalani tindakan aborsi melalui jaringan tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke di Daan Mogot Jakarta Barat Terbongkar, 19 Perempuan Diamankan

Dugaan Praktik Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke di Daan Mogot Jakarta Barat Terbongkar, 19 Perempuan Diamankan

Dugaan praktik prostitusi anak perempuan di Daan Mogot, Jakarta Barat, berhasil dibongkar pada Sabtu (9/5/2026). 
Jelang Laga Krusial Persib Kontra PSM, Ada Berita Duka dari Bojan Hodak

Jelang Laga Krusial Persib Kontra PSM, Ada Berita Duka dari Bojan Hodak

Persib Bandung berduka atas wafatnya ibunda dari Bojan Hodak, Jelica Hodak. Sang pelatih tetap bersama tim jelang laga kontra PSM Makassar dan Persijap Jepara.
Dituntut 18 Tahun dan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Begini Kronologi Lengkap Kasus Chromebook yang Menjerat Nadiem Makarim

Dituntut 18 Tahun dan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Begini Kronologi Lengkap Kasus Chromebook yang Menjerat Nadiem Makarim

Kronologi lengkap kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim hingga dituntut 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun.
Polda Metro Benarkan Dipimpin Bintang Tiga: Atas Putusan Presiden

Polda Metro Benarkan Dipimpin Bintang Tiga: Atas Putusan Presiden

Polda Metro Jaya membenarkan soal adanya kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, sehingga saat ini Polda Metro dipimpin oleh Jenderal Polisi Bintang Tiga.
Menjelang Ibadah Haji 2026 Jangan Lupa Puasa Sunnah, Berikut Jadwal Puasa Dzulhijjah

Menjelang Ibadah Haji 2026 Jangan Lupa Puasa Sunnah, Berikut Jadwal Puasa Dzulhijjah

Tidak lama lagi umat muslim akan memasuki musim haji, yang mengingatkan pada hari raya Idul Adha. Umat muslim pun dianjurkan puasa dzulhijjah.
Dudung Bantah Era Takut Kritik di Zaman Prabowo: Jangan Dibuat-Buat Seakan Ada Intimidasi!

Dudung Bantah Era Takut Kritik di Zaman Prabowo: Jangan Dibuat-Buat Seakan Ada Intimidasi!

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu meminta publik tidak menggiring opini seolah pemerintah anti kritik atau menutup ruang koreksi terhadap kebijakan negara.

Trending

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Diundang Imbas Polemik Juri LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar, Ocha Ungkap Diberi Tips Public Speaking oleh Gibran

Josepha Alexandra dan murid SMAN 1 Pontianak, peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar dikasi tips penting oleh Gibran Rakabuming Raka.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Masyarakat Tagih Permohonan Maaf Pribadi Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Begini Jawaban Setjen MPR

Persoalan sanksi bagi dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan belum berakhir. 
Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Ngaku-ngaku Anaknya Kerja di Pemprov Jabar tapi Gak Digaji-gaji, Ibu-ibu Ini Langsung Disemprot Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi memberikan jawaban tegas ketika dihampiri seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar tetapi tidak menerima gaji, apa kata KDM?
Selengkapnya

Viral