Prabowo Setuju Usulan Menhan Bentuk Satgas Kuala, Sungai Dangkal di Wilayah Bencana Akan Dikeruk
- YouTube/Setpres
Dalam rapat yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan pemanfaatan peralatan milik penambang di Bangka Belitung yang dinilai berpengalaman dalam kegiatan pengerukan.
"Itu daya sedotnya luar biasa, mereka cepat sekali, Pak," kata Mendagri kepada Presiden.
"Sudahlah! Kita bikin operasi besar saja. This is a big engineering operation. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini," kata Presiden merespons usulan Menhan dan Mendagri.
Presiden juga menegaskan agar jajaran pemerintah tidak terkendala persoalan anggaran dalam menjalankan operasi tersebut. Ia memastikan pemerintah siap menambah alokasi dana apabila dibutuhkan.
"Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Nggak ada masalah," ujar Presiden.
Setelah memperoleh persetujuan, Menteri Pertahanan melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan bersama TNI telah mengambil langkah awal dengan membentuk Satgas Kuala.
"Setelah saya koordinasi dengan Wakil Panglima dan KSAD, hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, satu komposisi untuk pendalaman kuala, dan satu komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala. Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," kata Menhan.
Sjafrie menambahkan, Satgas Kuala dijadwalkan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan dengan lokasi awal operasi di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (ant/rpi)
Load more