Heboh! Pembunuh Anak Dewan Pakar PKS Cilegon Ternyata Idap Kanker Stadium 3 dan Alami Tekanan Ekonomi
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Banten mengungkap fakta mengejutkan terkait HA, pelaku pembunuhan bocah laki-laki berusia 9 tahun, berinisial MA.
Polisi menyebut, HA diketahui mengidap kanker nasofaring stadium 3 sejak 2020. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Dian Setyawan, menyampaikan hal itu berdasarkan rekam medis yang ditemukan penyidik di handphone pelaku pembunuhan anak dari Maman Suherman, yang merupakan Dewan Pakar di DPW PKS Cilegon itu.
"Si pelaku ini dari tahun 2020 yang bersangkutan menderita penyakit kanker nasofaring stadium 3, ini dibuktikan dari bukti rekam medis dari handphone pelaku. Yang bersangkutan rutin tiap minggu melakukan pengobatan rutin maupun kontrol dokter dengan pengobatan kemoterapi di RS S di daerah Semanggi," kata dia, Senin, 5 Januari 2026.
Selain sakit yang diderita, HA juga mengalami tekanan ekonomi akibat kerugian dari bermain kripto. Awalnya, HA menanam modal Rp400 juta dari tabungan bersama istrinya dan sempat meraup untung hingga Rp4 miliar. Namun keuntungan itu tak membuatnya puas, dan HA kembali bermain kripto hingga kalah.
"Tujuannya untuk main kripto lagi, tapi hasilnya yang bersangkutan kalah lagi. Karena himpitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan untuk melakukan tindak pidana ini," katanya.
Akibat kerugian itu, HA meminjam uang dari berbagai sumber, termasuk Rp700 juta dari bank, Rp70 juta dari koperasi kantor, dan Rp50 juta dari pinjaman online. Polisi juga menemukan bahwa pelaku sempat curhat kepada istrinya melalui pesan singkat pada 16 Desember 2025 pagi, sebelum melakukan aksinya pada siang hari yang sama.
"Yang bersangkutan juga sempat curhat kepada istrinya ini ditemukan di chat handphone pelaku dengan istrinya, apabila pelaku semakin amblas, bahasanya ya, yang bersangkutan akan melakuka tindak kriminal dan ini dijawab oleh istrinya astagfirullah, ini chat dilakukan pada tanggal 16 pagi pukul 09.00 sebelum kejadian di BBS pukul 13.00," tutur dia.
Untuk diketahui, peristiwa tragis mengguncang Kota Cilegon, Banten. Seorang bocah berusia 9 tahun dilaporkan tewas akibat luka tusuk senjata tajam.
Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Polsek Cilegon Kota. Adapun peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 Desember 2025. Polisi menerima laporan adanya korban penusukan yang dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon.
Load more