News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Obligasi Global Danantara Laku Keras, Rosan Sebut Investor Amerika Serikat Jadi Pembeli Terbanyak

CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa investor Amerika Serikat (AS) menjadi pembeli Obligasi Global Danantara terbanyak dibanding dengan negara lain.
Senin, 15 Juni 2026 - 18:46 WIB
CEO Danantara Rosan Roeslani.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.comObligasi global perdana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencetak kejutan di pasar internasional.

Pasalnya, Global Bond Danantara disebut mengalami kelebihan permintaan hingga lebih dari tiga kali lipat alias laky keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, minat investor asing terhadap Indonesia tetap kuat meski dunia masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Menurut Rosan, Danantara menawarkan obligasi tersebut kepada 122 investor yang berasal dari Amerika Serikat, kawasan Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), serta Asia. Hasilnya, permintaan yang masuk mencapai US$4,6 miliar atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan sebesar US$1,5 miliar.

“Boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia justru peminatnya kebanyakan dari Asia. Historical itu seperti itu. Tapi ini justru kebalikannya, peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat,” kata Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Senin (15/6/2026).

Danantara menerbitkan dua seri obligasi internasional yang masing-masing bernilai US$750 juta. Seri pertama memiliki tenor lima tahun dengan tingkat imbal hasil 5,35 persen, sedangkan seri kedua memiliki tenor 10 tahun dengan imbal hasil 5,95 persen.

Data pemesanan akhir menunjukkan minat investor yang sangat kuat pada kedua seri tersebut. Untuk obligasi tenor lima tahun, total pemesanan mencapai US$1,45 miliar yang berasal dari 68 akun investor.

Pada seri ini, investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyerap 41 persen porsi penerbitan. Investor Amerika Serikat menyusul dengan 38 persen, sementara investor Asia mengambil porsi 21 persen.

Namun dominasi investor Amerika terlihat semakin kuat pada obligasi tenor 10 tahun. Dari total pemesanan yang melampaui US$1,35 miliar dan berasal dari 63 akun investor, pembeli asal Amerika Serikat menguasai 52 persen porsi penerbitan.

Sementara itu, investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyerap 31 persen, sedangkan investor Asia hanya 17 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Rosan, tingginya partisipasi investor Amerika menjadi indikator penting bahwa pasar keuangan global masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Bahkan, minat tersebut tidak berhenti pada penerbitan obligasi bertenor lima dan 10 tahun. Rosan mengungkapkan sejumlah investor internasional telah menyampaikan ketertarikan terhadap instrumen dengan tenor yang jauh lebih panjang.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah disebut telah mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral sebuah video diduga anak tendang ibunya di daerah Kalimantan Barat. Aksi si perempuan yang diduga menendang sang Ibu, memancing amarah warga sekitar
Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Polemik dokter Elda Putri Rahardini yang menjadi sorotan setelah unggahannya di media sosial (medsos) terkait pasien BPJS Kesehatan berujung pada sanksi akademik. 
Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Airlangga Optimistis ETF Emas RI Bisa Salip India dan Singapura: Ada 153 Ton Emas Senilai US$20 Miliar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis Indonesia dapat mengejar dan melampaui sejumlah negara di kawasan melalui pengembangan ETF emas.
Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Potensi Besar Gas Pangkah, Pertamina Dorong Produksi Gas Bumi untuk Industri Jawa Timur

Pertamina melihat Wilayah Kerja Pangkah di Gresik, Jawa Timur, bukan sekadar aset migas yang sudah berproduksi.
Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT