GMNI Kecam Tingkah AS ke Venezuela: Dunia Ini Bukan Milik Satu Negara
- istimewa
Organization of the Petroleum Exporting Countries, disingkat OPEC, mencatat bahwa Venezuela adalah Negara dengan cadangan minyak terbesar didunia, dengan jumlah 303 Miliar Barel Minyak, diikuti Arab Saudi dengan Jumlah 267 Miliar Barel Minyak dan Iran dengan jumlah 209 Miliar Barel.Â
Agresi Militer yang dilakukan Amerika dinilai tidak serta merta terjadi karena alasan dinamika Politik Dalam Negeri yang terjadi di Venezuela. Sebelum ditangkap oleh Delta Force , Presiden Venezuela, Nicholas Maduro mengadakan pertemuan diplomatik dengan utusan Tiongkok di Istana Miraflores (2/1/2025) Pertemuan yang berlangsung beberapa jam ini terjadi sebelum serangkaian besar ledakan terjadi di Caracas, Venezuela.Â
Pertemuan ini tentu tidak sesederhana itu. Hubungan Diplomatik Venezuela dengan Tiongkok sudah terjalin cukup lama, khususnya perihal Sumber Daya Alam, minyak milik Venezuela.
Hubungan Venezuela dengan Tiongkok dalam hal sumber daya Alam berupa minyak terhubung oleh utang Miliaran Dollar Pemerintah Venezuela kepada Pemerintah Tiongkok.Â
Utang Pemerintah Venezuela dimulai pada 2007, masa pemerintahan Presiden Hugo Chavez saat itu. Venezuela saat itu, meminjam lebih dari USD50 miliar dari Beijing di bawah kesepakatan pinjaman untuk minyak, dengan utang yang tentunya bertambah hingga sekarang.Â
Kesepakatan tersebut memberikan China akses minyak Venezuela sebagai bentuk perimbangan utang yang telah disepakati, namun pada Agustus 2019 China National Petroleum Corp (CNPC) berhenti membawa minyak Venezuela dikarenakan Amerika memperketat sanksi terhadap eksportir Amerika Selatan itu.Â
Tetapi, menurut Laporan Reuters mereka terus menemukan jalannya ke China melalui pedagang yang mengubah nama bahan bakar itu menjadi Malaysia.Â
Hal ini tentu berkolerasi terkait perang dagang yang saat ini semakin memanas diantara Amerika - Tiongkok khususnya pada sektor dagang yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam.Â
Terbukti Pasca ditangkapnya Maduro, Presiden Amberika Serikat Donald Trump, Saat konferensi pers terkait penangkapan Maduro tentang tuduhan peredaran narkoba dan senjata ke AS, Dalam konferensi pers pada hari Sabtu, Trump mengatakan AS akan mengelola Venezuela dan mengambil alih produksi minyaknya, dengan mengatakan, "Seperti yang diketahui semua orang, bisnis minyak di Venezuela telah gagal total untuk jangka waktu yang lama.
Load more