GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prajurit TNI Masuk Ruang Sidang Nadiem Makarim, Amnesty: TNI Bukan Satpam Jaksa

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai kehadiran personel TNI berseragam tempur di ruang sidang bertentangan dengan prinsip peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi militer.
Rabu, 7 Januari 2026 - 13:40 WIB
Sidang Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor, Senin (5/1/2026)
Sumber :
  • Agatha Olivia Victoria-Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Kehadiran prajurit TNI di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta saat persidangan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim menuai kritik dari kelompok pegiat hak asasi manusia.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai kehadiran personel TNI berseragam tempur di ruang sidang bertentangan dengan prinsip peradilan yang merdeka dan bebas dari intervensi militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“TNI itu alat negara untuk melaksanakan kebijakan negara di sektor pertahanan, bukan satuan pengamanan di ruang sidang. TNI bukan satpam jaksa,” kata Usman Hamid dalam pernyataannya, Rabu (7/1/2026).

Menurut Usman, pengadilan umum merupakan wilayah yudikatif yang harus bebas dari pengaruh militer. Ia menegaskan persidangan yang adil mensyaratkan ruang sidang bebas dari tekanan.

“Pengadilan umum adalah wilayah yudikatif yang merdeka dan harus bebas dari pengaruh militer. Persidangan yang bebas dari tekanan ialah prasyarat bagi peradilan yang adil,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran personel militer berseragam tempur justru menciptakan suasana intimidatif bagi seluruh pihak yang hadir di ruang sidang.

“Kehadiran personel militer berseragam tempur memberi atmosfer intimidasi bagi majelis hakim, para saksi, terdakwa beserta tim penasihat hukum yang hadir di persidangan. Itu menyalahi aturan,” tegas Usman.

Usman menilai langkah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang meminta personel TNI mundur dari ruang sidang sudah tepat.

“Sudah tepat Ketua Majelis Hakim meminta mereka mundur. Bukan hanya menghalangi pandangan pengunjung sidang dan jurnalis, tapi menyalahi undang-undang,” katanya.

Amnesty International Indonesia juga mendesak Kejaksaan untuk menghentikan penggunaan pengamanan militer di ruang sidang.

“Kami mendesak Kejaksaan membatalkan pengamanan militeristik itu. Dalih ‘pengamanan’ sesuai Nota Kesepahaman (MoU) kedua instansi itu tidak mengikat pengadilan,” ujar Usman.

Ia menambahkan Kejaksaan seharusnya memahami fungsi konstitusional TNI dan aturan peradilan.

“Kejaksaan harus paham aturan dan fungsi konstitusional TNI. Keengganan untuk meminta pengamanan Polri itu cermin adanya nuansa politis pada kasus itu sekaligus konflik kejaksaan-kepolisian yang berlarut,” ucapnya.

Lebih jauh, Usman juga menyinggung pernyataan Presiden yang sebelumnya menegaskan tidak akan menghidupkan kembali militerisme.

“Fenomena ini sekaligus menjadi antitesis pernyataan Presiden yang mengklaim tidak akan menghidupkan kembali militerisme. Realitas di sidang Pengadilan Tipikor dan meluasnya peran militer di birokrasi jelas menormalisasi praktik militerisme di pemerintahan sipil,” katanya.

Ia menegaskan praktik militerisasi ruang sidang harus dihentikan demi menjaga integritas peradilan.

“Demi menjaga integritas peradilan, praktik militerisasi ruang sidang ini harus dihentikan. Cukuplah TNI menjaga persidangan di pengadilan militer saja. Tentara harus kembali ke fungsi konstitusionalnya demi menjaga supremasi sipil,” pungkas Usman.

Sebelumnya, kehadiran tiga personel TNI di sidang kasus dugaan korupsi Nadiem Makarim di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026), sempat mengundang perhatian pengunjung dan majelis hakim.

Ketua Majelis Hakim Purwanto S Abdullah menegur personel TNI yang berdiri di ruang sidang karena menghalangi pengunjung dan jurnalis, hingga akhirnya diminta mundur.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum, Roy Riady, menyatakan kehadiran TNI semata-mata untuk kepentingan pengamanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kapuspen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyebut tiga prajurit tersebut ditugaskan atas permintaan Kejaksaan dan sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) antara TNI dan Kejaksaan RI.

(rpi/nba)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sekjen AFC Bocorkan Sanksi untuk Malaysia usai Skandal 7 Pemain Naturalisasi Terbukti, Diminta Siap-siap Dapat Hukuman Sangat Berat

Sekjen AFC Bocorkan Sanksi untuk Malaysia usai Skandal 7 Pemain Naturalisasi Terbukti, Diminta Siap-siap Dapat Hukuman Sangat Berat

Skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain Timnas Malaysia memasuki babak baru. AFC membuka peluang menjatuhkan sanksi berat termasuk pengurangan poin.
Gara-gara Konsep Panggung, Jakpro Buka Suara soal Kemungkinan Konser BTS Bakal Digelar di JIS

Gara-gara Konsep Panggung, Jakpro Buka Suara soal Kemungkinan Konser BTS Bakal Digelar di JIS

Dirut Jakpro Iwan Takwin menyebut keputusan akhir mengenai lokasi konser BTS yang semula bakal digelar di JIS, kini bakal dipastikan lagi setelah April 2026.
Sergio Perez Kembali Buat Paddock F1 2026 Memanas! Sebut Ia Merasa Lebih Dihargai di Cadillac Dibanding saat di Red Bull

Sergio Perez Kembali Buat Paddock F1 2026 Memanas! Sebut Ia Merasa Lebih Dihargai di Cadillac Dibanding saat di Red Bull

Pembalap asal Meksiko, Sergio Perez, kembali memanaskan paddock F1 2026 setelah mengungkapkan perbedaan besar yang ia rasakan sejak bergabung dengan Cadillac.
Sektor Perbankan dan Keuangan UEA Tangguh, Kuat, Stabil, dan Siap Menghadapi Perkembangan Regional

Sektor Perbankan dan Keuangan UEA Tangguh, Kuat, Stabil, dan Siap Menghadapi Perkembangan Regional

Khaled Mohamed Balama, Gubernur Bank Sentral Uni Emirat Arab, menegaskan bahwa sektor perbankan dan keuangan UEA terus menunjukkan tingkat ketahanan dan stabilitas tertinggi.
Omongan Jujur Maarten Paes soal Timnas Indonesia: Sebanding dengan Argentina

Omongan Jujur Maarten Paes soal Timnas Indonesia: Sebanding dengan Argentina

Siapa sangka, Timnas Indonesia disamakan seperti Argentina oleh Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia tersebut begitu terpukau dengan semangat suporter.
Kapolri Ajak Buruh Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 204

Kapolri Ajak Buruh Bersatu Wujudkan Indonesia Emas 204

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak kalangan buruh untuk memperkuat persatuan dan soliditas bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi kondisi nasional.

Trending

Lima Bulan Usai Putus Kontrak Megawati Hangestri, Manisa BBSK Kini Hampir Juara Liga Turki

Lima Bulan Usai Putus Kontrak Megawati Hangestri, Manisa BBSK Kini Hampir Juara Liga Turki

Setelah lima bulan berlalu pisah jalan dengan Megawati Hangestri tepatnya pada akhir Oktober 2025, Manisa BBSK malah hampir keluar sebagai juara liga Turki.
Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Siapakah Sabrina Farhana? Istri Kedua Founder Animasi Nussa Rara Aditya Triantoro yang Terseret Skandal Perselingkuhan

Nama Sabrina Farhana menjadi sorotan publik setelah terseret dalam skandal perselingkuhan yang diduga dilakukan Founder Animasi Nussa Rara, Aditya Triantoro
Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Terpopuler News Internasional: Rencana Donald Trump untuk Amerika Jika Tewas di Tangan Iran, hingga Kapal Perang Iran Ditenggelamkan AS

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal rencana ketika ia terbunuh Iran. Kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran
Eks Menko Polhukam Peringatkan Dwi Sasetyaningtyas Soal Bangga Status WNA Anak: Anda Bisa Sekolah Karena Indonesia Merdeka

Eks Menko Polhukam Peringatkan Dwi Sasetyaningtyas Soal Bangga Status WNA Anak: Anda Bisa Sekolah Karena Indonesia Merdeka

Eks Menko Polhukam, Mahfud MD ikut angkat bicara dan beri peringatan tegas kepada alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas.
Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 
Legenda Belanda Tak Habis Pikir dengan Justin Hubner, Bek Timnas Indonesia itu Disebut Cocok Gabung PSV Eindhoven

Legenda Belanda Tak Habis Pikir dengan Justin Hubner, Bek Timnas Indonesia itu Disebut Cocok Gabung PSV Eindhoven

Justin Hubner tampil gemilang bersama Fortuna Sittard. Legenda Belanda Ferdi Vierklau bahkan sebut bek Timnas Indonesia itu cocok gabung PSV Eindhoven.
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026! Coach Justin Sebut Garuda Berpotensi Main di Putaran Kelima dan Minta PSSI Lakukan Ini

Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026! Coach Justin Sebut Garuda Berpotensi Main di Putaran Kelima dan Minta PSSI Lakukan Ini

Harapan Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia FIFA 2026 ternyata belum sepenuhnya tertutup. Pengamat sepak bola Coach Justin ungkap adanya celah bagi Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT