Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital, Terbanyak Ada di Jakarta
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Sementara itu Mayndra menyebutkan, dari mapping dan asesmen yang dilakukan bersama, bisa diidentifikasi penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya adalah terjadinya perundungan.
“Rata-rata yang bersangkutan merupakan korban bullying di sekolah atau di lingkungan masyarakat, jadi di luar sekolah. Kemudian broken home, rata-rata orang tuanya bercerai, meninggal dunia, kurang perhatian, keluarga tidak harmonis, trauma di dalam keluarga atau kerap menyaksikan kekerasan di rumahnya,” tegasnya.
Kemudian penyebab lainnya yaitu kurang perhatian, orang tua terlalu sibuk, kurang teman, dan butuh apresiasi. Jadi di sini mereka merasa memiliki rumah kedua karena di dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut.
“Selanjutnya adanya akses device berlebihan. Ini rata-rata yang ditemukan dari gawai yang telah dipelajari oleh tim penyelidik di lapangan, rata-rata mereka terlalu sering menggunakan gadget. Ya bisa dikatakan abuse,” tuturnya. (ars/iwh)
Load more