GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Saja Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Virus? Ini Penjelasan Lengkap dan Faktor Risikonya

Kenali kelompok paling rentan terinfeksi virus, mulai dari lansia, anak-anak, hingga orang dengan imun lemah, agar langkah pencegahan lebih tepat dan efektif.
Senin, 12 Januari 2026 - 13:56 WIB
Cara Cepat Obati Flu Anak di Rumah, Terlebih Indonesia Lagi Merebak Super Flu
Sumber :
  • dok. ilustrasi unair

Jakarta, tvOnenews.com - Virus merupakan agen infeksius berukuran sangat kecil yang hanya dapat berkembang biak di dalam sel hidup. Meski ukurannya mikroskopis, dampak infeksi virus bisa sangat besar bagi kesehatan manusia, mulai dari gejala ringan seperti demam dan pilek, hingga kondisi serius yang mengancam nyawa.

Infeksi virus dapat menyerang siapa saja. Namun, sejumlah kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular dan mengalami gejala yang lebih berat. Kerentanan ini tidak terjadi tanpa sebab. Faktor usia, kondisi kesehatan, sistem kekebalan tubuh, hingga lingkungan dan gaya hidup berperan besar dalam menentukan kemampuan tubuh melawan virus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memahami kelompok yang paling rentan menjadi langkah penting agar upaya pencegahan dan perlindungan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran. Berikut kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi virus.

1. Orang dengan Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Individu dengan daya tahan tubuh rendah lebih mudah terinfeksi virus karena tubuh tidak mampu melawan patogen secara optimal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Penyakit kronis seperti HIV/AIDS, kanker, dan diabetes

  • Pengobatan tertentu, seperti kemoterapi atau obat imunosupresan

  • Kekurangan gizi akibat asupan nutrisi yang tidak mencukupi

  • Stres berkepanjangan dan kurang istirahat

Sistem imun yang lemah membuat infeksi virus lebih mudah berkembang dan berisiko menimbulkan komplikasi.

2. Lansia

Seiring bertambahnya usia, kemampuan sistem kekebalan tubuh akan menurun secara alami. Kondisi ini membuat lansia lebih rentan terhadap berbagai infeksi virus, terutama virus yang menyerang saluran pernapasan seperti influenza dan COVID-19.

Data menunjukkan, sekitar 70 hingga 85 persen kematian akibat flu musiman terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Oleh karena itu, langkah pencegahan seperti vaksinasi dan pemantauan kesehatan rutin menjadi sangat penting bagi lansia.

3. Anak-anak dan Balita

Anak-anak, khususnya balita, memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih dalam tahap perkembangan. Akibatnya, mereka lebih mudah terserang infeksi virus dan dapat mengalami infeksi berulang hingga delapan sampai 12 kali dalam setahun.

Beberapa penyakit akibat virus yang umum dialami anak-anak meliputi:

  • Pilek

  • Radang paru bronkiolitis

  • Infeksi telinga

  • Campak

Paparan virus di lingkungan sekolah atau tempat bermain juga meningkatkan risiko penularan.

4. Wanita Hamil

Kehamilan menyebabkan perubahan pada sistem imun sehingga ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus. Infeksi virus selama kehamilan tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga dapat membahayakan janin.

Beberapa jenis virus yang berisiko tinggi bagi ibu hamil antara lain:

  • Varicella zoster (cacar air)

  • Rubella

  • Hepatitis

Karena itu, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan rutin selama kehamilan sangat penting.

5. Orang dengan Penyakit Kronis

Individu dengan penyakit penyerta atau komorbiditas memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat saat terinfeksi virus. Kondisi medis yang meningkatkan kerentanan tersebut meliputi:

  • Gangguan pernapasan kronis seperti PPOK

  • Diabetes yang tidak terkontrol

  • Penyakit jantung

Infeksi virus pada kelompok ini berpotensi memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada.

6. Pekerja Kesehatan

Pekerja kesehatan termasuk kelompok dengan risiko tinggi terpapar virus karena intensitas kontak langsung dengan pasien. Risiko terinfeksi virus, termasuk COVID-19, pada tenaga kesehatan dilaporkan bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding masyarakat umum.

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara tepat dan konsisten menjadi kunci utama perlindungan bagi kelompok ini.

7. Orang yang Tidak Divaksinasi

Vaksinasi berperan penting dalam melindungi individu dari infeksi virus. Orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko lebih besar untuk tertular dan menularkan virus. Selain melindungi individu, vaksinasi juga membentuk kekebalan kelompok yang membantu melindungi masyarakat secara luas.

Faktor Lingkungan dan Gaya Hidup

Selain kondisi individu, lingkungan dan gaya hidup turut memengaruhi risiko infeksi virus. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan penularan virus antara lain:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  • Kebersihan lingkungan yang buruk

  • Tinggal di wilayah padat penduduk

  • Perilaku berisiko, seperti berbagi jarum suntik

Dengan memahami kelompok-kelompok yang rentan terhadap infeksi virus, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat. Perlindungan diri dan lingkungan menjadi kunci penting untuk menekan risiko penularan virus di tengah aktivitas sehari-hari. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-siap Jakpro Bakal Ubah Konsep Pertunjukan Planetarium seperti XXI dan CGV

Siap-siap Jakpro Bakal Ubah Konsep Pertunjukan Planetarium seperti XXI dan CGV

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengungkapkan akan mengubah konsep pertunjukan Planetarium di Taman Ismail Marzuki (TIM).
Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, industri perbankan Indonesia dinilai tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. 
Media Vietnam Kompak Akui Timnas Indonesia Jadi Ancaman Besar di Piala AFF U-17 2026

Media Vietnam Kompak Akui Timnas Indonesia Jadi Ancaman Besar di Piala AFF U-17 2026

Media Vietnam kompak menyebut Timnas Indonesia U-17 sebagai ancaman besar di Grup A Piala AFF U-17 2026. Simak selengkapnya.
De Javu 1938 Terulang? Coach Justin Sebut Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026 Andai Negara Timur Tengah Mundur karena Perang

De Javu 1938 Terulang? Coach Justin Sebut Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2026 Andai Negara Timur Tengah Mundur karena Perang

Pundit Coach Justin menyebut jika Timnas Indonesia punya peluang seperti edisi 1938, di mana mereka lolos ke putaran final Piala Dunia karena gantikan tim lain.
Polisi Janji Siap Tindaklanjuti Permohonan Nabilah O'Brien yang Layangkan Permohonan Gelar Perkara Khusus

Polisi Janji Siap Tindaklanjuti Permohonan Nabilah O'Brien yang Layangkan Permohonan Gelar Perkara Khusus

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko angkat bicara soal selebgram Nabilah O’Brien yang melayangkan permohonan gelar perkara khusus
Harga Emas Antam Bangkit dari Kejatuhan, Hari Ini Melonjak Rp35.000 per Gram

Harga Emas Antam Bangkit dari Kejatuhan, Hari Ini Melonjak Rp35.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini naik Rp35.000 menjadi Rp3.059.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas Antam dari 0,5 gram hingga 1 kg serta harga buyback terbaru.

Trending

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Dwi Sasetyaningtyas Ngotot Tak Bersalah, Alumni LPDP Itu Jawab Tegas: Negara Gak Ngasih ke Saya

Nama penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas masih menjadi perbincangan publik.
2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

2 Bintang Andalan Timnas Indonesia Dibidik Juventus Jelang FIFA Series 2026, Siapa Saja Sosoknya?

Kabar baik jelang FIFA Series 2026, dua pemain Timnas Indonesia Jay Idzes dan Emil Audero dilaporkan masuk radar Juventus usai tampil impresif di Liga Italia.
Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

Betapa Bahagianya Doktif setelah Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya: Segala Tipu Daya DRL Dapat Jawabannya

dr Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) bahagia Polda Metro Jaya tahan dr Richard Lee atas kasus dugaan pelanggaran konsumen terkait produk kecantikan.
Viral, Pak Guru Rusly di Sabu NTT Cium dan Peluk Siswa Laki-laki di dalam Kelas, Begini Pengakuannya

Viral, Pak Guru Rusly di Sabu NTT Cium dan Peluk Siswa Laki-laki di dalam Kelas, Begini Pengakuannya

Viral di media sosial, seorang guru bernama Rusly Lingu Djara (32) yang mengajar di SMP Negeri 2 Sabu Timur mencium dan memeluk para siswa lelaki dalam kelas.
Alasan Biarkan Bigmo dan Resbob Jadi Tersangka, Azizah Salsha Kesal Sudah Difitnah: Ini Dampaknya Buruk

Alasan Biarkan Bigmo dan Resbob Jadi Tersangka, Azizah Salsha Kesal Sudah Difitnah: Ini Dampaknya Buruk

Mantan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha mengungkap dampak dugaan fitnah dari YouTuber Adimas Firdaus (Resbob) dan Muhammad Jannah (Bigmo) sudah sangat fatal.
Fatal! Gara-Gara Berulah Ini, Dokter Richard Lee Langsung Dijebloskan ke Rutan Usai Diperiksa Polisi

Fatal! Gara-Gara Berulah Ini, Dokter Richard Lee Langsung Dijebloskan ke Rutan Usai Diperiksa Polisi

Polda Metro Jaya mengambil tindakan tegas dengan melakukan penahanan terhadap dokter sekaligus influencer kesehatan, Richard Lee (DRL), pada Jumat malam (6/3).
Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda Sebut Juventus hingga Inter Milan Antre Ingin Jay Idzes, Nilai Transfer Bek Timnas Indonesia Tembus Setengah Triliun Rupiah

Media Belanda mengungkap Jay Idzes kini diincar Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Sassuolo disebut memasang harga transfer fantastis hingga Rp695 miliar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT