Jadi Tersangka, Kepala BPN Bali Tetap Ngantor: Banyak yang Harus Saya Urus
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, tetap menjalankan aktivitas kedinasannya seperti biasa meskipun telah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kearsipan oleh Polda Bali.
Made Daging menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada tugas negara. Ia mengaku berupaya agar persoalan hukum yang membelitnya tidak mengganggu jalannya pelayanan pertanahan bagi masyarakat Bali.
"Prinsipnya saya sampai hari ini tetap menjalankan tugas untuk melakukan pelayanan yang adil kepada masyarakat. Saya berusaha untuk tidak terganggu, karena masih banyak yang harus saya urus," tegas Made Daging, Minggu (18/1).
Ia juga mengingatkan bahwa dirinya secara sah masih memegang tanggung jawab penuh sebagai pimpinan tertinggi BPN Bali sejak dilantik pada 20 Januari 2025 silam.
Hal inilah yang menjadi alasan kuat baginya untuk tetap berkantor dan melayani publik.
"Saya harus memberikan pelayanan kepada semua masyarakat. Kalau saya terganggu, kemudian saya tidak melayani masyarakat, ya salah saya," tuturnya.
Terkait langkah hukum, Made Daging menyerahkan sepenuhnya proses pembelaan kepada Gede Pasek Suardika dan Tim Advokat Berdikari Law Office.
Pihaknya pun tidak tinggal diam atas penetapan tersangka tersebut dan telah resmi mengajukan gugatan praperadilan.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali menetapkan I Made Daging sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam jabatannya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka ini berkaitan erat dengan pengelolaan arsip negara.
"Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka berkaitan dengan tindak pidana menyalagunakan kekuasaan atau memaksa seseorang untuk melalukan atau membiarkan sesuatu dan ada atau setiap orang dengan sengaja tidak menjaga keutuhan keamanan keselamatan arsip negara yang terjaga untuk kepentingan negara," jelas Ariasandy.
I Made Daging resmi menyandang status tersangka sejak 10 Desember 2025 melalui Surat Ketetapan Nomor: S.Tap/60/XII/RES.1.24/2025/Ditreskrimsus/Polda Bali.
Dalam perkara ini, pihak kepolisian menduga Made Daging telah menghilangkan arsip negara, sebuah tindakan yang diatur dalam Pasal 421 KUHP serta Pasal 83 Undang-Undang RI Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Load more