News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-Fakta Terkini Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Maros Sulawesi Selatan, KNKT Kategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain

Inilah fakta-fakta terkini terkait jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan.
Senin, 19 Januari 2026 - 07:59 WIB
Titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Maros, Sulsel.
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Inilah fakta-fakta terkini terkait jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) ini sebelumnya dinyatakan hilang kontak di pegunungan Bulusaraung pada Sabtu (17/1/2026). 

Inilah fakta-fakta terkini terkait kejadian nahas tersebut: 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pesawat ATR 42-500 Menabrak Lereng Gunung 

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyebut pesawat ATR 42-500 menabrak lereng gunung hingga pecah berhamburan. Dia menyebut insiden ini Controlled Flight Into Terrain (CFIT). 

"Jadi memang pesawat menabrak bukit atau lereng gunung sehingga terjadi beberapa pecahan atau serpihan pesawat akibat terjadinya benturan,” ujarnya, Minggu (18/1/2026). 

Pilot Masih Bisa Mengontrol, tapi Benturan Tak Bisa Dihindari

Menurut Soerjanto, kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini bukan disengaja. Pasalnya, kondisi saat itu diduga masih bisa di kontrol pilot.

"Pesawatnya itu masih bisa dikontrol oleh pilotnya, tapi menabrak. Tapi bukan sengaja menabrak. Jadi pesawatnya masih bisa dikontrol,” jelasnya. 

Akan tetapi, karena sudah mendekati lereng gunung, maka benturan pun tidak dapat dihindari.

Soerjanto menduga badan pesawat mengenai benda keras sehingga berhamburan lalu menjadi serpihan-serpihan akibat benturan keras tersebut. 

Serpihan-serpihan inilah yang akhirnya ditemukan tim SAR. 

Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Jalani Tes Ante Mortem

Pesawat ATR 42-500 ditumpangi 10 orang. 10 Orang ini terdiri dari 7 orang kru dan 3 orang penumpang. 

Tujuh orang itu antara lain pilot Captain Andi Dahananto, co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita dan Esther Aprilita.

Sementara itu, tiga orang lainnya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan, Deden Mulyana dan Yoga Naufal.

Pada Minggu (18/1/2026), keluarga Muhammad Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan untuk diambil sampel DNA.

Selain itu, keluarga Esther Aprilita turut mendatangi posko tersebut. 

"Masih ada delapan korban lainnya. Kami secara aktif mendatangi dan menghubungi keluarga korban untuk diambil sampelnya," kata Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris.

Operasi SAR Dilanjutkan 19 Januari 2026

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan operasi SAR dilakukan kembali pada 19 Januari 2026 melalui jalur udara maupun darat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pencarian ini dilakukan dengan catatan melihat perkembangan kondisi cuaca di Gunung Bulusaraung.

Rencananya, Basarnas akan melakukan pengangkatan bagian pesawat untuk mendukung proses investigasi di samping mengevakuasi jenazah korban yang telah ditemukan. (nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

China Terima Permintaan Maaf Mbappe soal Mao Zedong, tetapi Tetap Beri Peringatan

China Terima Permintaan Maaf Mbappe soal Mao Zedong, tetapi Tetap Beri Peringatan

China menerima permintaan maaf Kylian Mbappe terkait kontroversi video yang memperlihatkan dirinya tertawa melihat gambar gabungan wajahnya dengan Mao Zedong.
Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Bakom RI: Pemerintah Hormati Aksi Demo Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Terus Bekerja dan Berpihak Kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintah RI secara resmi menanggapi aspirasi yang disampaikan mahasiswa melalui aksi demonstrasi dengan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah pilar penting dalam demokrasi. 
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.

Trending

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Alasan Tak Masuk Akal di Balik Siksaan Keji Satu Keluarga Malaysia terhadap ART Asal Banten

Nasib nahas menimpa ART asal Banten, SR. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai dibuang majikannya di pinggir jalan, Selangor, Malaysia, pada 16 Oktober.
Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Temukan Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Amran: Ini Perbuatan Amoral, Tak Ada Kemanusiaan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluapkan amarahnya saat sidak terhadap dugaan praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi premium di Jakarta Timur.
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar

Perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

Kesenjangan Digital Masih Jadi Tantangan, Bagaimana Sekolah Menyiapkan Siswa di Era Kecerdasan Buatan?

AI mengubah dunia pendidikan. Literasi digital, kemampuan memeriksa informasi, berpikir kritis, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bekal
Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat Terpuruk Gegara Cedera, Sahabat Megawati Hangestri Kini Bawa Kabar Baik untuk Red Sparks

Sempat terpuruk akibat cedera dan menjalani operasi pada kedua lututnya, sahabat Megawati Hangestri, Yeum Hye-seon, kini membawa kabar baik bagi Red Sparks.
Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Komentar Balsa Sekulic Cetak Brace untuk Antarkan Persib Terus Berjaya di Asia

Cetak brace saat Persib mengalahkan Melbourne Victory 2-0, Balsa Sekulic akhirnya lepas dari paceklik gol dan menyoroti assist Berguinho serta Danijel Loncar.
Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Ratusan Rumah di Jakarta Barat Dipasang Stiker “Rumah Memilah”, Warga Kini Punya Tanggung Jawab Baru

Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Kelurahan Kembangan Selatan tengah menggalakkan gerakan sadar lingkungan dengan cara yang unik. 
Selengkapnya

Viral