Usut Dugaan Penistaan Agama Soal Materi Mens Rea, Polda Metro Segera Periksa Komika Pandji Pragiwaksono
- Adinda Ratna Safira/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya segera melakukan pemeriksaan terhadap aktor sekaligus komedian Indonesia, Pandji Pragiwaksono, terkait dugaan penistaan agama, dalam materi stand up comedy "Mens Rea".
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menerangkan, pemeriksaan akan dilaksanakan setelah pemanggilan saksi dan ahli.
“(Pemeriksaan Pandji) sudah dijadwalkan. kami lengkapi dulu pemeriksaan saksi yang lainnya dan dengan yang ahli. Baru nanti kami jadwalkan terhadap terlapor,” kata Iman, di Polda Metro Jaya, Selasa (20/1/2026).
Kemudian Iman belum mengungkap secara detail mengenai waktu pemeriksaan terhadap terlapor. Namun pemeriksaan ini berkaitan dengan permintaan klarifikasi terhadap pernyataan yang disampaikan dalam materi "Mens Rea" tersebut.
“Nanti setelah para ahli dan saksi yang terkait dengan hal tersebut baru kita lakukan klarifikasi (terlapor). Kan harus diklarifikasi apa yang disampaikan itu maksudnya seperti apa,” tegasnya.
Sekadar informasi, Pandji sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya, pada Kamis (8/1/2025) dini hari, buntut materi stand up comedy "Mens Rea" yang disampaikan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Pelayangan laporan ini telah teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 8 Januari 2026, sekitar pukul 00.36. Terlapor dalam hal ini atas nama Pandji Pragiwaksono.
Presedium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid selaku pelapor mengungkapkan, bahwa pernyataan yang disampaikan terlapor dalam acara "Mens Rea", itu menimbulkan kegaduhan dan memecah belah bangsa.
“Pada kesempatan hari ini, alhamdulillah dalam rangka untuk melaporkan salah satu seniman, stand up comedian,” kata Rizki, kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
“Kami melaporkan bahwa menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik, dan memecah belah bangsa ini. Itu kan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak bangsa, anak Nahdliyin, pun juga teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah,” lanjutnya.
Adapun dalam hal ini, terlapor menyampaikan bahwa NU dan Muhammadiyah seolah-olah ikut serta dalam praktik politik balas budi sehingga memperoleh pengelolaan tambang. Hal ini tentunya menyinggung dan merendahkan martabat dan organisasi keagamaan.
Load more