News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Para Ahli Geologi Dorong Geosains Jadi Fondasi Kebijakan Bencana hingga Lahirnya UU Kebumian

IAGI menegaskan pentingnya pendekatan geosains sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan bencana dan perencanaan pembangunan. 
Rabu, 28 Januari 2026 - 14:47 WIB
Sekjen PP IAGI Mirzam Abdurrachman (kedua kiri) dan Bendahara PP IAGI, Andyono Broto Santoso (kiri)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menilai kita masih cenderung reaktif dalam merespons bencana.

IAGI menegaskan pentingnya pendekatan geosains sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penanganan bencana dan perencanaan pembangunan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agar ketika terjadi bencana tidak lagi direspons  reaktif, tapi preventif.

Hal itu diungkap langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IAGI 2023-2026, Mirzam Abdurrachman dalam talk show dan forum group discussion (FGD) yang bertujuan mendorong perubahan cara pandang dalam menghadapi bencana kebumian.

“Kami berharap dari pengalaman bencana yang terjadi, kita tidak lagi merespons secara reaktif. Kejadian terjadi, baru kemudian kita mengambil tindakan. Geosains harus menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujar Mirzam di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, bencana yang terus berulang menunjukkan bahwa aspek geosains belum ditempatkan secara proporsional dalam kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan risiko bencana. 

Padahal, dengan pendekatan geosains, pemerintah dapat memetakan wilayah berbahaya, relatif aman, serta jenis ancaman bencana yang mungkin terjadi di suatu daerah.

“Kalau geosains diletakkan di awal, kita bisa menentukan daerah mana yang berbahaya, daerah mana yang relatif aman, dan penanganannya tentu berbeda. Termasuk alih fungsi lahan dan penguatan infrastruktur, semua basisnya harus dari geosains,” katanya.

Mirzam menjelaskan, posisi geologis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik membuat negara ini memiliki potensi sumber daya sekaligus ancaman bencana yang tinggi. 

Karena itu, pemahaman geosains harus menjadi fondasi dalam pengaturan tata ruang, mitigasi bencana, dan pembangunan nasional.

Namun, ia menilai pendekatan geosains selama ini masih sering dilihat secara parsial. Kebijakan baru biasanya diambil setelah bencana terjadi, bukan berdasarkan analisis risiko sejak awal.

“Seharusnya kita lebih preventif. Kalau tinggal di daerah rawan gempa atau longsor, bagaimana infrastruktur disiapkan? Itu yang harusnya menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

IAGI juga mendorong lahirnya Undang-Undang Kebumian sebagai payung hukum yang komprehensif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, pengaturan terkait kebumian masih tersebar dalam berbagai undang-undang sektoral, sehingga tidak memiliki kekuatan hukum yang terintegrasi.

“Kami mendorong Undang-Undang Kebumian karena saat ini cantolan hukumnya masih parsial. Kalau kita membuat kebijakan baru, kekuatannya tidak mengikat karena belum ada payung hukum yang utuh,” kata Mirzam.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Yaqut hingga 2 Anggota DPR Tersangka Korupsi Belum Ditahan, KPK Ungkap Alasannya

Yaqut hingga 2 Anggota DPR Tersangka Korupsi Belum Ditahan, KPK Ungkap Alasannya

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan alasan pihaknya belum menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, serta dua anggota DPR Satori dan Heri Gunawan.
Kronologi Guru Dipolisikan Orang Tua Murid di Tangsel, Diduga Bermula dari Perkataan Tak Pantas hingga Menunggu Permintaan Maaf

Kronologi Guru Dipolisikan Orang Tua Murid di Tangsel, Diduga Bermula dari Perkataan Tak Pantas hingga Menunggu Permintaan Maaf

Inilah kronologi guru dipolisikan orang tua murid di Tangerang Selatan berdasarkan keterangan polisi. 
Bukan Kaleng-kaleng, Maarten Paes Bisa Jadi Kiper Nomor Wahid di Ajax Amsterdam, Jika Skenarionya Begini?

Bukan Kaleng-kaleng, Maarten Paes Bisa Jadi Kiper Nomor Wahid di Ajax Amsterdam, Jika Skenarionya Begini?

Jika Maarten Paes mendarat di Ajax, akankah langsung jadi kiper nomor satu? Jika transfer ini terwujud, Paes bukan hanya kembali ke tanah kelahirannya sebagai
Hasil Thailand Masters 2026: Hadapi Wakil Tuan Rumah, Rachel/Febi Menangi Dramatis pada Duel Rubber Game di Babak 32 Besar

Hasil Thailand Masters 2026: Hadapi Wakil Tuan Rumah, Rachel/Febi Menangi Dramatis pada Duel Rubber Game di Babak 32 Besar

Hasil Thailand Masters 2026, setelah wakil Indonesia di sektor tunggal putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, berhasil amankan satu tempat di 16 besar.
Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Palestina

Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Palestina

Haikal Hasan apresiasi langkah Presiden Prabowo memperkuat peran Indonesia dalam perdamaian Palestina melalui diplomasi aktif dan kerja sama internasional.
BGN akan Sanksi SPPG yang Tolak Pasokan dari UMKM untuk MBG, DPR Dukung Penuh

BGN akan Sanksi SPPG yang Tolak Pasokan dari UMKM untuk MBG, DPR Dukung Penuh

Anggota Komisi IV DPR RI, Zulfikar Suhardi, mendukung penuh langkah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menolak pasokan bahan pangan lokal.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Jago Lemparan Jauh seperti Pratama Arhan, Bisakah Gelandang Islandia Berdarah Jakarta Ini Dipanggil ke Timnas Indonesia?

Disandingkan dengan Pratama Arhan karena bisa ciptakan lemparan jauh jadi sebuah peluang, bisakah gelandang Serie A berdarah Jakarta ini bela Timnas Indonesia?
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top

Ajax Amsterdam dikabarkan selangkah lagi mendatangkan Maarten Paes, kiper FC Dallas sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia. Begini reaksi publik Belanda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT